Penanggulangan Bencana: Mengenal Sistem Peringatan Dini

Manakala bencana melanda, maka seringkali efektivitas sistem peringatan dini dipertanyakan. Tidak jarang, sistem tersebut dituding menjadi pemicu, terlambat, hingga menyebabkan dampak korban dan kerugian. 

Sebenarnya, apakah yang dimaksud sistem peringatan dini tersebut? 

Berikut ini beberapa pengertian sistem peringatan dini bencana dari berbagai sumber hukum dan perundangan di Indonesia. 

Semoga bermanfaat.

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana

Peringatan dini adalah serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang. 

Kegiatan ini dilakukan dalam situasi terdapat potensi terjadi bencana untuk mengambil tindakan cepat dan tepat dalam rangka mengurangi risiko terkena bencana serta mempersiapkan tindakan tanggap darurat.

Dalam Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

Peringatan dini dilakukan untuk mengambil tindakan cepat dan tepat dalam rangka mengurangi risiko serta mempersiapkan tindakan tanggap darurat. 

Peringatan dini tersebut dilakukan dengan pematan gejala bencana oleh instansi/lembaga yang berwenang dan menyampaikan analisisnya kepada BNPB dan/atau BPBD sebagai dasar dalam mengambil keputusan dan menentukan tindakan evakuasi penyelamatan dan perlindungan masyarakat yang terancam bencana. 

—  

Menurut UN (2016) pada WMO (2018) 

Sistem peringatan dini adalah sistem yang terintegrasi dari sistem pemantauan, perkiraan dan prediksi, penilaian risiko bencana, serta aktivitas sistem dan proses komunikasi dan kesiapsiagaan yang memungkinkan masyarakat pemerintah dan bisnis lainnya mengambil tindakan untuk mengurangi risiko bencana sebelum terjadinya kejadian berbahaya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: