Refleksi: Jejak Karbon Saya

Semenjak belajar mengenai lingkungan, saya sedikit paham bahwa setiap kita meninggalkan jejak karbon untuk mendukung aktivitas kita. Melalui berbagai moda transportasi yang kita gunakan, jejak kita bersama itu menumpuk dan memenuhi atmosfer hingga menghangatkan bumi. Fenomena ini lebih dikenal sebagai pemanasan global.

Pemanasan global adalah salah satu ciri dari perubahan iklim yang terjadi. Selain itu, kita pun mengenal adanya cuaca ekstrem yang melanda sebagian belahan bumi, meningkatnya jumlah kejadian bencana hidrometeorologi, intensitas dan anomali cuaca, serta berbagai akibat turunan lainnya.

Hampir dua tahun saya mencoba memgurangi jejak karbon dengan bersepeda dan menggunakan transportasi umum. Sayangnya, di suatu Sabtu pagi, sepeda saya raib diambil maling.

Alhasil, saya pun kelimpungan mencari alternatif untuk berangkat dari rumah ke stasiun. Pada saat yang sama, saya memeriksa aktivitas harian paling kini.

Rupanya, waktu saya banyak dihabiskan untuk menunggu kereta, kemudian transit dari satu relasi ke relasi lainnya. Selain itu, saya pun memiliki jadwal yang agak kacau dan berpindah-pindah, sehingga harus bergantung pada ojek daring.

Singkat cerita, meskipun saya mencoba mengurangi jejak karbon, tetapi di sisi lain ada kekurangan, yaitu tidak hemat waktu dan boros biaya, serta sama juga meninggalkan jejak karbon melalui ojek daring yang saya sewa.

Akhirnya, atas nama efisiensi, saya pun memutuskan untuk menggunakan sepeda motor. Harapannya, semoga lebih hemat waktu dan efisien, meskipun berarti menyumbang tambahan karbon ke atmosfer, meningkatkan pemanasan global, dan berpartisipasi dalam mengubah iklim.

Pernahkah Anda memeriksa jejak karbon sendiri?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: