Review: Rahasia Film Roma

Apa sebenarnya yang menyebabkan Roma memenangkan 14 penghargaan dan dinominasikan di 28 festival film lainnya?

Sederet penghargaan tersebut di antaranya adalah film berbahasa asing terbaik, sutradara terbaik, sinematografi terbaik, pemeran wanita terbaik, masuk dalam 10 film terbaik dan lainnya.

Padahal, jika Anda sudah melihat filmnya, tampak biasa sekali. Bahkan, film itu hanya hitam putih. Tidak ada efek CGI yang luar biasa, tidak ada ledakan, juga tidak ada hal-hal menakjubkan lainnya yang biasa kita temukan di film-film Holywood.

Sebagai tambahan, menurut saya para pemainnya pun biasa sekali. Tidak ada di antara para pemain yang luar biasa cantik atau ganteng.

Lantas, di tengah berbagai hal yang biasa saja itu apa yang membuat film ini istimewa?

Jika kita tilik dari segi cerita, maka kisah seorang pembantu rumah tangga yang menghadapi persoalannya sendiri di tengah keluarga yang juga sedang mengalami badai juga terasa biasa saja.

Sampai di titik ini, saya masih saja kebingungan mengenai alasan para juri festival film dan para penonton yang memenangkan dan menominasikan film ini dengan beragam penghargaan.

Kemudian…. lama setelah saya selesai menonton film ini barulah sedikit demi sedikit saya mulai paham. Di tengah adegan, para pemain, dan kisah yang biasa itu, tertinggal kesan mendalam dan tak hendak pergi. Film itu seperti menghantui saya, terus teringat….

Bagi saya, film itu seperti membuka tabir gelap sosok manusia. Menguak sifat jahat semacam perselingkuhan, bersandiwara, hingga lari dari tanggung jawab.

Namun, pada saat yang sama, film ini juga mengingatkan sifat-sifat luhur manusia, seperti kepedulian, penerimaan, dan juga pengabdian.

Singkat cerita, film itu bukan tentang gemerlap dan gempita selebrita. Sesungguhnya, film Roma bercerita tentang Anda dan saya, tentang kita.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: