Kiat: Konten yang Bermanfaat untuk Kita

Di zaman media sosial sekarang ini, kita semua berlomba-lomba mencari perhatian melalui konten.

Konten tersebut dapat berupa update status baik di WhatsApp, Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya.

Pertanyaannya adalah konten seperti apa yang dapat bermanfaat untuk kita?

Manfaat ini penting mengingat banyak konten yang justru menjadi boomerang, merugikan kita sendiri.

Pernah kita dengar seseorang kehilangan pekerjaan karena status atau konten di akun media sosial miliknya.

Tentu saja kita tidak menginginkan hal itu terjadi pada diri kita, kan?

Kita berharap status yang dibuat dapat memberikan manfaat untuk diri sendiri, misal peluang kerja sama, menunjukkan keahlian, dan manfaat lainnya.

Tentunya kita juga ingin agar konten yang kita buat dapat memberikan manfaat untuk orang lain.

Nah, pertanyaannya menjadi bertambah, yaitu konten seperti apa yang dapat bermanfaat untuk kita dan orang lain?

Beruntunglah pada medio April 2018 lalu saya berkesempatan untuk mengikuti workshop yang dipandu oleh idola saya Hanny Kusumawati.

Hanny sendiri adalah seorang kawan blogger kemudian pendiri coin a change, kemudian creative director, kemudian creative consultant, kemudian fasilitator workshop, kemudian penulis buku, dan segudang profesi menarik lainnya.

Dalam workshop tersebut, Hanny berbagi tips atau kiat untuk membuat konten yang bermanfaat.

Kurang lebih berikut ini tips dari Hanny untuk kita:

Tujuan

Apa tujuan dan niatan kita untuk memposting suatu konten?

Saat kita mampu menjawab tujuan ini, maka membuat konten menjadi lebih mudah.

Contohnya, kita bisa menginspirasi orang lain, memprovokasi, mempengaruhi, hingga mengajak orang lain untuk membeli suatu produk.

Pembaca

Siapa pembaca yang akan kita sasar dengan konten kita?

Informasi mengenai pembaca ini bermanfaat untuk menentukan jenis konten yang akan kita tulis.

Konten yang serius tentu akan dibaca oleh mereka yang juga serius, konten bercanda bisa jadi akan lebih menarik mereka yang juga gemar bercanda dan seterusnya.

Informatif atau Menghibur

Saat menulis suatu konten, perlu juga di perhatikan apakah konten kita mengandung informasi atau menghibur pembaca.

Sebagai contoh konten yang saya tulis ini diharapkan dapat menambah informasi bagi para pembaca.

Oh iya, sekedar bocoran, menurut penelitian dari Neil Patel, seorang pakar konten, maka konten How To atau bagaimana cara mengerjakan sesuatu, menjadi jenis konten yang paling banyak disukai di media sosial, terutama Facebook.

Pendapat Klien Potensial

Saat kita menulis konten, perlu juga di pikirkan apa pendapat calon klien atau calon bos, manaka mereka membaca konten yang kita buat.

Hal ini penting untuk diperhatikan karena saat ini perekrut tenaga kerja juga menyelidiki akun media sosial calon karyawannya.

Tentu saja kita tidak menginginkan ditolak bekerja hanya karena status media sosial kita tidak berkenan di hati calon bos, kan?

Konten dan Citra Kita

Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya.

Saat kita menulis status atau konten, perlu dipikirkan apakah konten tersebut nantinya akan bermanfaat untuk reputasi atau personal branding atau citra diri kita.

Contohnya, saya ingin dikenal sebagai blogger, tentu saja saya akan membangun citra dan memposting konten yang sesuai dengan citra diri tersebut.

Penyajian

Jika kita membuat status, konten di blog, meme, dan lainnya, maka penyajian juga sangat penting untuk diperhatikan.

Terkadang karena saking bersemangat kita lupa dengan aspek penyajian. 

Misalnya, karena semangat ingin bercerita tentang hape yang baru saja dibeli, maka kita tulis begitu saja tanpa memerhatikan struktur, tata bahasa, kaidah penulisan dan lainnya.

Contohnya, saya sering melihat status panjang teman yang ditulis di Facebook dan tidak menggunakan spasi. Membaca status yang sangat panjang tanpa spasi sungguh melelahkan bagi kebanyakan orang. 

Oleh sebab itu, sebagus apa pun konten, tapi jika penyajiannya tidak menarik, maka akan ditinggalkan para pembaca.

Demikian kurang lebih tips dari Hanny yang saya modifikasi dan tambahkan informasi sepengetahuan saya sendiri.

Apakah Anda punya tips yang lain?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: