Penginderaan Jauh: Apa itu Penginderaan Jauh?

Tujuan ilmu pengetahuan adalah untuk menemukan kebenaran universal yang sama/ajeg baik itu kemarin, hari ini, dan di masa yang akan datang.

Pengetahuan tersebut kemudian diharapkan mampu melindungi lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

Untuk mendapatkan kebenaran universal ini seorang ilmuwan melakukan beberapa hal, yaitu:

  • Pengukuran atau pengamatan pada kondisi fisik (atmosfer, air, udara, tanah, batuan).
  • Pengamatan pada makhluk hidup yang tinggal di suatu lingkungan (homo sapiens, flora, fauna, dan lain-lain).
  • Proses-proses yang bekerja (deforestasi).

Ilmuwan membuat hipotesis, kemudian berusaha untuk menerima atau menolak hipotesis tersebut secara sistematik dan tidak bias.

Guna melakukan metode hipotesis, maka diperlukan data yang diperoleh langsung dari lapangan.

Proses ini sering disebut proses pengumpulan data in-situ.

Kelemahan metode ini adalah membutuhkan banyak waktu, mahal, dan kurang akurat.

Menghadapi kelemahan tersebut, kita kemudian mengenal ‘Penginderaan Jauh’ untuk lingkungan.

Penginderaan Jauh sendiri adalah satu upaya untuk memperoleh data tanpa kontak langsung dengan objek penelitian dan dilakukan dari jauh.

Metode yang dilakukan adalah dengan menepatkan sensor pada satu platform atau wahana seperti pesawat udara, satelit, atau drone.

Sensor tersebut dapat berupa kamera, detektor, atau scanner.

Data Penginderaan Jauh dapat disimpan dalam format analog, misalnya hardcopy atau dalam format digital seperti citra landsat yang datanya terdiri dari tujuh saluran yang memiliki tingkat kecerahan berbeda.

Baik data analog dan digital dapat dianalisis secara analog visual dan menggunakan metode pemrosesan citra digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: