Review: Drama Manis di Keluarga Cemara

Source: IMDB

Dalam film ini tidak akan Anda temukan kisah yang penuh drama dan konflik. Namun, apabila mengharapkan kisah keluarga yang manis, maka Anda akan menemukannya. 

Seingat saya konflik yang paling intens adalah ketika Euis berseteru dengan Abah karena tidak diizinkan ke kota untuk bertemu dengan teman-temannya. 

Selain itu, kita disodorkan cerita bagaimana seorang Abah tetap berusaha mengayuh biduk rumah tangganya di tengah hantaman badai yang silih berganti datang mendera. Kemudian bagaimana Emak, Euis, dan Ara bahu-membahu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam keluarga mereka. 

Melalui film ini, kembali kita diingatkan apa arti keluarga. Sebuah tempat untuk kembali setelah seharian bekerja, ketika mereka berkumpul di meja makan, manakala kebersamaan mampu menguatkan satu sama lain dalam jalinan yang memungkinkan keluarga tersebut melalui berbagai cobaan. 

Barangkali film ini menjadi cobaan bagi Ringgo Agus Rahman sebagai Abah dan Nirina Zubir sebagai Emak. Cobaan itu datang ketika mereka harus memerankan sosok lain dari yang selam aini kita kenal, yaitu mengambil peran lucu/komedi/jenaka. Di Keluarga Cemara, Ringgo yang berakting marah, bagi saya tampak lucu. Pun saat Nirina mencoba sedih, lagi-lagi menurut saya malah terlihat jenaka. 

Apresiasi patut diberikan kepada Adhisty Zara sebagai Euis dan Widuri Sasono sebagai Cemara yang mencuri perhatian dengan penjiwaan mereka pada karakter yang dibawakan. Oiya, Yasamin Jasem yang memerankan Rindu juga cantik sekali. 

Omong-omong, secara keseluruhan, menurut saya Keluarga Cemara cocok ditonton bersama seluruh anggota keluarga. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: