Kiat: Menceritakan Ide

“Ide adalah mata uang di abad 21”

The Storyteller’s Secret

Saat ini semua orang bertukar informasi mengenai ide dan gagasan. Semua saling berebut perhatian agar ide mereka yang diterima. Bahkan, seringkali hal itu dilakukan dengan perdebatan menggunakan nada tinggi dan saling teriak. Fenomena itu terjadi agar ide mereka didengar oleh orang lain.

Namun, tahukah Anda bahwa sehebat apapun ide yang disampaikan tidak akan sampai ke pendengar jika caranya keliru. Anda bisa saja menyusun dan kemudian menampilkan ratusan halaman power point tanpa ada hasil. Semua halaman itu hanya lewat begitu saja di hadapan pendengar, apa yang Anda sampaikan tidak ada yang mereka ingat. Itu seperti masuk telinga kiri keluar telinga kanan.

Dalam kondisi tersebut kemudian muncul pertanyaan, apa yang harus Anda lakukan untuk merebut perhatian pendengar?

Dari buku The Storyteller’s Secret, disampaikan bahwa story telling atau berkisah adalah cara untuk mengemas ide menjadi satu cerita yang memberikan informasi, mencerahkan, dan menginspirasi.

Saat Anda ingin menawarkan sebuah produk, maka perlu dikemas dalam sebuah cerita. Ini bukan sembarang cerita tentu saja. Sebab, Anda harus mampu mengemasnya sejelas mungkin dan tak jarang melibatkan emosi.

Dengan cerita tersebut, maka perhatian pendengar dapat Anda rebut. Manakala sudah mampu mendapatkan perhatian, maka tercipta satu hubungan antara Anda dengan pendengar.

Sebagai contoh, cerita yang menggambarkan perasaan pelanggan saat menggunakan produk yang Anda tawarkan seringkali lebih mampu merebut perhatian pendengar. Pelanggan yang bercerita tersebut seakan-akan menjadi perwakilan para pendengar Anda. Di sisi lain, para pendengar pun tidak merasa digurui, tetapi seakan-akan Mendengar cerita dari sesamanya.

Sebuah cerita yang jelas dan melibatkan emosi akan lebih didengar ketimbang ratusan halaman power point yang sudah Anda sajikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: