Penanggulangan Bencana: 5 Konsep Dasar PB

Dalam buku berjudul Natural Hazards karya Keller dan DeVecchio ada lima konsep dasar penanggulangan bencana (PB) yang kiranya dapat bermanfaat untuk para pelaku penanggulangan bencana di Indonesia. Lima konsep dasar tersebut adalah sebagai berikut: 

1. Prediksi Bencana

Seiring kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, sebagian besar bencana dapat dimonitor, dipetakan, serta aktivitasnya di masa depan dapat diprediksi. 

Prediksi ini dilakukan berdasarkan frekuensi kejadiannya di masa lalu, pola kejadiannya, dan tipe-tipe kejadian bencana yang pernah melanda satu daerah. 

2. Analisis Risiko

Analisis risiko adalah kompenen penting dalam memahami dampak dan proses suatu kejadian bencana. 

Pada satu kejadian bencana dapat dilakukan analisis risiko berdasarkan kemungkinan kejadian bencana dan potensi atau kemungkinan dampak dari kejadian bencana tersebut. 

3. Hubungan Bencana dengan Faktor Lain

Terdapat hubungan antara berbagai kejadian bencana serta antara kejadian bencana dengan kondisi lingkungan. 

Proses terjadinya suatu bencana dapat saling berhubungan dengan berbaga cara. Suatu kejadian bencana dapat menjadi pemicu bencana lainnya. Contohnya bencana gempa bumi dapat menyebabkan tanah longsor dan tsunami. 

Sementara untuk hubungan antara kejadian bencana dengan lingkungan, maka contohnya adalah intensitas dan frekuensi banjir yang meningkat seiring berkembang dan makin padatnya wilayah perkotaan karena faktor urbanisasi. 

4. Meningkatnya Intensitas Bencana

Fenomena alam yang di masa lalu menyebabkan bencana dengan skala kecil saat ini menjelma menjadi satu peristiwa bencana dengan dampak yang masif. 

Hal ini terjadi karena kekuatan atau ukuran dari satu fenomena alam dan frekuensi kejadian satu jenis bencana terpengaruh oleh aktivitas manusia. 

Contoh untuk peristiwa ini adalah meningkatnya populasi manusia yang memicu penggunaan lahan yang tidak memerhatikan kelestarian lingkungan. 

Pada gilirannya, gabungan berbagai faktor baik fenomena alam dan aktivitas manusia telah menyebabkan bencana yang tadinya berdampak kecil menjadi satu prahara dengan dampak berlipat ganda. 

5. Mengurangi Dampak Bencana

Dampak suatu kejadian bencana dapat dikurangi. Namun, upaya untuk mengurangi dampak kejadian bencana memerlukan pendekatan yang terintegrasi. 

Integrasi di sini berarti suatu sistem yang mengalami pembauran dan kemudian menjadi suatu kesatuan yang utuh. 

Integrasi yang dimaksud meliputi pemahaman secara saintifik, perencanaan, peraturan penggunaan lahan, pengetahuan teknik, dan kesiapsiagaan bencana secara produktif. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: