Kiat: Ketika Alasan Berdirinya Perusahaan Dilupakan

Perusahaan bahkan negara yang mengetahui dan terus merawat alasan serta tujuan dari pendirian dan kemerdekaannya akan dapat mempertahankan kesuksesan di masa depan, menciptakan inovasi, dan memungkinkan fleksibilitas. 

Namun, manakala alasan dan tujuan mulai kabur dan tidak jelas, maka perusahaan dan negara tersebut akan kesulitan untuk mempertahankan eksistensi atau sekadar perkembangannya. Lebih lanjut, kesetiaan dan inspirasi yang menjadi dasar dan bahan bakar kesuksesan di masa awal pun akan turut memudar. 

Kondisi ini kemudian memicu munculnya manipulasi. Contohnya adalah dengan mempermainkan harga, pemberian diskon, hadiah dan hukuman, serta metode manipulasi lainnya. 

Manipulasi ini berbahaya karena berbeda dengan inspirasi yang menimbulkan kesetiaan. Manipulasi justru menimbulkan berbagai persoalan. 

Manipulasi biasanya efektif untuk jangka waktu yang pendek, namun tidak untuk kurun waktu yang panjang. Justru upaya ini menimbulkan banyak biaya dan stres. 

Contohnya adalah sebuah perusahaan kereta dan rel di tahun 1800-an. Pada awalnya sangat sukses karena menjawab kebutuhan masyarakat akan satu sistem transportasi yang aman dan cepat menggantikan kereta kuda. 

Namun, lama kelamaan perusahaan tersebut melupakan alasan (why) dan lebih mengejar apa produk atau layanan (what). 

Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penyempitan pandangan yang memengaruhi pengambilan keputusan. Mereka justru melakukan investasi gila-gilaan pada rute (pembangunan rel baru) dan mesin-mesin kereta. 

Perusahaan itu lupa, satu ketika ada industri baru dan metode transportasi yang akan muncul. 

Beberapa saat kemudian, muncullah penemuan pesawat dan perusahaan penerbangan. Industri kereta api pun menghadapi hantaman telak dan bisnis mereka tak pernah sama lagi. 

Perusahaan kereta tidak sama dengan perusahaan transportasi publik. Seandainya perusahaan kereta tidak kehilangan alasannya untuk membantu transportasi masyarakat, mungkin mereka akan melihat peluang yang terlewat, yaitu dari industri dan penemuan baru. 

Dari peristiwa tersebut kita dapat melihat bahwa perusahaan-perusahaan kuno tidak dapat menyesuaikan diri dengan perilaku, keinginan, dan harapan konsumen karena adanya penemuan teknologi baru. 

Seandainya saja perusahaan tersebut memiliki dan tidak kehilangan pandangan, alasan dan tujuannya berdiri, maka beberapa hal dapat terjadi.  

Misalnya perusahaan tersebut akan terus melakukan inovasi dan tidak silau pada keberhasilan sesaat dari produk dan layanan yang dihasilkan. 

Satu hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan tersebut agar tidak kehilangan arah adalah dengan menelusuri kembali why, alasan dan tujuannya berdiri. 

Perusahaan itu juga tidak perlu mencari cara yang ampuh untuk berkompetisi. Namun, perusahaan itu harus menemukan alasan kenapa mereka memulai usahanya pada saat pendirian perusahaan tersebut. 

Kemudian mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk menunjukkan alasan dan mencapai tujuan pendirian tersebut di tengah perubahan dan perkembangan teknologi serta peluang pasar yang ada hari ini. 

Tulisan ini adalah terjemahan dengan perubahan dari Buku ‘Start With Why’ karya Simon Sinek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: