Refleksi: Qanun

Dalam sebuah penerbangan dari Simeulue ke Medan, seorang perwakilan dari ulama di Simeulue bertanya kepada saya, “Bagaimana tanggapannya mengenai Simeulue, Mas?”

Bagi saya, pertanyaan tersebut kurang jelas. Tanggapan yang bagaimana maksudnya?

Singkat cerita, beliau ingin mengetahui pendapat orang dari luar Aceh mengenai Simeulue, Aceh, dan pelaksanaan Qanun.

Saya bilang, luar biasa, Ustadz. Jika Aceh berhasil menerapkan Qanun dengan baik, maka bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin menerapkan peraturan serupa.

Terlihat puas, beliau kemudian manggut-manggut sambil mengelus jenggotnya.

Saya kurang tahu bagaimana perasaannya hari-hari ini ketika Gubernurnya baru saja tercydux dalam operasi tangkap tangan. Mungkin beliau ingin menerapkan Qanun juga kepada para pelaku yang tertangkap tersebut.

Bisa jadi, beliau sedang teringat pada seorang gadis yang gantung diri setelah ditangkap polisi khusus di sana atau seorang wanita yang dicambuk setelah diperkosa 8 orang pria….

Bagaimana tanggapan Anda sendiri mengenai fenomena yang terjadi di Aceh tersebut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: