Refleksi: Waisak, Kebencian, dan Kedamaian

Trisuci Waisak adalah peringatan tiga peristiwa suci bagi umat Buddha, yaitu kelahiran Siddhartha Gautama, pencapaian pencerahan sempurna, dan kemangkatan Buddha.

Kemarin (28/05) saya membaca uraian dari Bhikkhu Subhapannyo, Mahathera Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia di Harian Kompas untuk memperingati Waisak tahun 2018 ini.

Beberapa poin yang saya kira penting bagi kita adalah:

Saat ini terjadi pertengkaran, perdebatan, pertikaian, dan masyarakat yang terbelah karena berbagai perbedaan.

Pertengkaran biasanya terjadi karena ketidaktahuan dan dilakukan karena tidak melihat bahaya dari pertengkaran. Bahaya tersebut adalah kebinasaan manusia, budaya, dan bangsa karena saling bertikai.

Pertikaian itu sendiri terjadi karena orang memendam kebencian yang kemudian berurat dan berakar hingga sulit dihilangkan dari benak.

Kebencian itu awal mulanya adalah kemenangan dan kekalahan. Kebencian muncul dari kemenangan, sementara mereka yang kalah mengalami penderitaan.

Apa yang dapat melenyapkan kebencian?

Kebencian hanya dapat dilenyapkan dengan cinta kasih yang berpasangan dengan welas asih. Ini adalah sifat luhur yang membuat orang baik turut merasakan penderitaan yang dialami orang lain.

Saat KEBENCIAN membatasi, menimbulkan penyesalan, menghasut, dan memecah belah, CINTA KASIH membebaskan, mendamaikan, menenteramkan, melembutkan, dan menyejukkan hati nurani.

Dengan lebih mengembangkan cinta kasih, maka akan tercipta kerukunan dan kedamaian hidup. Hidup yang damai terjadi karena musuh terbesar dalam diri telah ditaklukkan, yaitu keserakahan, kebencian, dan keegoisan.

Dalam agama lain, musuh terbesar dalam diri itu dinamakan hawa nafsu yang biasanya dikendalikan dan ditundukkan dengan laku ibadah seperti puasa.

Umat Buddha tahun ini diajak untuk mencapai kedamaian hidup dengan bertindak, berucap, dan berpikir baik. Inilah yang menjadi tema peringatan Waisak tahun ini.

Saat kebencian dilenyapkan, pertikaian dikurangi, maka kerukunan dan kedamaian hidup pun tercipta. Jika sudah tercipta, maka Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, semoga semua makhluk berbahagia.

Selamat Hari Trisuci Waisak 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: