Kiat: Tujuh Kebiasaan Orang yang Super Produktif

“Mas, kok kamu bisa produktif banget, sih?” Tanya seorang teman satu ketika…. 

Mungkin maksud teman saya itu produktif menulis di blog dan status di Facebook, hahaha. 

Saya juga penasaran sebenarnya, kenapa bisa produktif? 

Saya sendiri memiliki banyak motivasi dari dalam diri untuk menulis di Blog atau status di Facebook. 

Pertama karena saya pelupa kalau tidak ditulis, sehingga jika ada ilmu baru setelah membaca sesuatu atau ada peristiwa tertentu yang ingin dikomentari, maka untuk membantu mengingatnya dan melanggengkan pendapat, saya biasanya akan membuat tulisan. 

Kedua, menurut penulis dan motivator idola saya, Simon Sinek, kita harus memiliki alasan dan tujuan (why) dalam menjalani kehidupan setiap hari. Pada saat kita bangun alasan dan tujuan itulah yang kita kejar-kejar.

Tujuan dan alasan saya sendiri adalah untuk memberikan inspirasi dan manfaat untuk orang lain. 

Berdasarkan tujuan dan alasan pribadi tersebut, saya lihat di luar sana banyak sekali tulisan yang bermanfaat dan menginspirasi, tetapi mungkin ada teman yang tidak sempat mengaksesnya. 

Di situlah saya menemukan peran untuk meluaskan tulisan, inspirasi, pesan, dan kebermanfaatan itu melalui berbagai tulisan di Blog dan juga status Facebook agar teman-teman saya dapat turut serta merasakan manfaat. 

Nah, kembali ke pokok persoalan tulisan ini mengenai produktivitas, maka saya juga menemukan tulisan yang membahas hal itu. 

Di sana ada tujuh kebiasaan seseorang yang bisa dilatih agar lebih produktif. Kurang lebih, berikut ini ringkasannya: 

Pertama adalah menentukan tujuan. 

Misalnya kita memiliki satu proyek yang besar, kita harus memahami apa tujuan dari proyek tersebut dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya. 

Setelah itu ditemukan, kemudian kita menentukan irama kerja agar proyek tersebut bisa selesai tepat waktu. 

Hal yang sering menghambat penyelesaian sebuah proyek adalah adanya gangguan (distractions). Oleh karenanya, maka berbagai gangguan ini harus dihilangkan. 

Anda pun perlu membuat ‘menentukan tujuan’ itu sebagai sebuah kebiasaan. Ini adalah kompas yang menuntun langkah kita. 

Kedua adalah menunjukkan konsistensi. 

Langkah ini harus diawali dari komitmen bahwa proyek yang kita kerjakan akan selesai dan harus selesai. 

Tuntutannya adalah menghilangkan berbagai hal yang menjadi pengalih perhatian (proscrascinate). 

Orang-orang produktif berfokus pada penyelesaian hasil yang tepat waktu dan mereka konsisten untuk melakukan hal ini. 

Selanjutnya adalah menentukan irama yang mendukung terwujudnya konsistensi penyelesaian sebuah proyek. 

Contoh yang bisa saya tawarkan adalah saya memiliki proyek menulis satu tulisan setiap hari. Entah bagaimana caranya, maka saya akan berusaha untuk menulis dan menghasilkan satu tulisan setiap hari di Blog. 

Ketiga adalah memiliki pengetahuan dan keahlian teknis. 

Pembunuh produktivitas adalah ketiadaan pengetahuan dan keahlian teknis. 

Saat Anda mengetahui sesuatu, maka Anda tidak perlu mengorbankan kualitas untuk kecepatan. 

Orang yang produktif memiliki pengetahuan dan juga keahlian teknis, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang berkualitas dan juga cepat. 

Mereka juga tidak suka bertanya karena lebih suka mencari tahu sendiri. Namun, bertanya juga bukan hal yang aneh untuk mereka jika memang diperlukan. 

Orang yang produktif memiliki kecenderungan untuk memperoleh dan mencari keterampilan-keterampilan baru dan mereka bekerja keras untuk menambah keahlian. 

Selanjutnya orang yang produktif jago dalam eksekusi yang dilakukan dengan penuh keahlian, tepat, dan juga cepat. 

Keempat adalah dorongan hasil. 

Orang yang produktif meraih hasil yang diharapkan dengan penuh tanggung jawab dan bekerja dengan irama yang pas. 

Bekerja secara cepat dan lebih awal ini hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. 

Mereka yang produktif menyenangi pemisahan kerja menjadi deretan hal yang harus dilakukan (to do list). Selanjutnya mereka sangat bersemangat untuk menyelesaikan setiap tugas dari daftar pekerjaan tersebut. 

Selain itu, mereka juga sangat kompetitif baik dengan orang lain atau pun dirinya sendiri. 

Orang produktif senang membuat rekor-rekor yang baru dan mereka berusaha mengalahkan rekor itu sendiri. 

Kelima adalah mengatisipasi dan menyelesaikan permasalahan.

Mereka yang produktif dengan senang hati menghadapi persoalan besar dengan memberikan solusi yang inovatif dan bekerja lebih efisien. 

Mereka mengantisipasi tantangan yang mungkin terjadi dengan mencari solusi terlebih dahulu, bahkan sebelum persoalan itu terjadi. 

Mereka juga tidak menghindari tantangan yang biasanya dihindari oleh orang lain. 

Semua hal itu dilakukan oleh mereka yang produktif karena mereka memiliki kejelasan ke mana tujuannya melangkah dan apa kira-kira hambatan yang akan dihadapi untuk kemudian mencari solusi jika hambatan itu benar-benar terjadi. 

Keenam adalah mengambil inisiatif.

Hal yang paling sulit adalah memulai. 

Orang produktif memulai dengan cepat dan tidak pernah menunggu diingatkan untuk sekadar memulai. 

Mereka meminta kemakluman dan memohon maaf karena berjalan lebih dulu. Namun, mereka tidak merasa perlu untuk sekadar permisi atau meminta izin. 

Sayangnya, karena sering terlalu cepat memulai, aksi mereka terkadang membuat masalah saat bos atau orang yang lebih berkuasa tidak berkenan. Itulah saat ketika mereka kemudian meminta maaf. 

Hal yang cukup menyenangkan adalah bos mereka jarang sekali memberikan komplain atau keluhan karena hasil pekerjaan mereka luar biasa dan membuat bos puas. 

Ketujuh adalah bekerja sama. 

Mereka yang produktif menyadari bahwa di sebuah organisasi yang kompleks tidak mungkin melakukan pekerjaan seorang diri. Bekerja sama menjadi satu keniscayaan bagi mereka. 

Mereka juga mempunyai kesadaran bahwa semua orang yang menjadi bagian dari tim memiliki saling ketergantungan. 

Kesadaran itu kemudian menuntun mereka untuk mampu bekerja sama dengan orang lain secara maksimal. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: