Penanggulangan Bencana: Video dan Poster untuk Diseminasi Informasi Kebencanaan

Upaya penanggulangan bencana terdiri dari paling tidak tiga fase, yaitu fase prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Dalam setiap fase, perlu dilakukan diseminasi informasi untuk menyampaikan berbagai capaian, kendala, dan kebutuhan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan upaya penanggulangan bencana.

Kali ini kita beruntung karena Toto Satrio, seorang desain grafis dan videografer dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana berkenan membagikan pengalamannya dalam menggunakan video dan poster untuk mendesiminasikan berbagai informasi terkait kebencanaan.

Saya bertanya kepada Toto dan kemudian dia menjawab secara panjang lebar pertanyaan saya tersebut.

Peran Poster dalam PB
Poster untuk Mendukung PB (Toto Satrio)

1. Kenapa video dan poster efektif untuk menyebarluaskan informasi, pesan, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana?

Poster sangat efektif karena dapat memberikan informasi dan pesan terkait bencana kepada khalayak di daerah rawan bencana atau di sekitar poster itu dipasang. Khalayak dapat melihat dan membaca poster tersebut, baik sengaja maupun tidak disengaja.

Sementara itu, video yang dapat menampilkan gambar bergerak dan audio sangat efektif karena dapat disebarluaskan secara digital ke segala penjuru untuk memberi penjelasan, informasi, dan pesan yang lebih lengkap dan detail.

2. Bagaimana caranya video dan poster dapat efektif untuk menyebarluaskan informasi, pesan, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana?

Poster efektif bila tampilan visualnya dapat menarik perhatian publik untuk berhenti atau menyempatkan diri untuk membaca. Untuk mencapai hal itu, maka informasi yang disampaikan harus mudah diingat dengan cara dikemas sesingkat mungkin.

Video tersebut akan efektif bila audio visual dapat mengaduk emosi penontonnya untuk terus menyaksikan hingga selesai dan informasi yang disampaikan dapat dengan mudah diingat. Agar mudah diingat, maka informasi ini biasanya jelas dan mudah dipahami.

3. Siapa yang dapat memproduksi video dan poster?

Semua orang, pihak, dan institusi saat ini dapat membuat video dan poster. Khusus informasi kebencanaan, maka poster dan video biasanya dibuat oleh pemerintah, lembaga sosial, NGO, dan perusahaan yang terkait atau peduli dengan bencana.

4. Siapa yang dapat memanfaatkan video dan poster?

Poster biasanya diperuntukkan untuk warga desa, sekolah, wisatawan, dan gedung atau bangunan yang berada di kawasan bencana.

Sementara itu untuk video, umumnya diperuntukkan bagi masyarakat umum pengguna televisi, kalangan muda pengguna gawai, dan anak-anak saat sosialisasi bencana.

5. Bagaimana proses dan prosedur untuk menghasilkan video dan poster yang efektif bagi penyebarluasan informasi, pesan, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana? (bahan-bahan, software, dan penyebarluasannya)

Pertama memerlukan bahan informasi atau pesan yang ingin disampaikan, misalnya apa saja permasalahan yang ada dan solusi yang mungkin dilakukan.

Selanjutnya mencari materi visual atau audio yang dapat memperjelas dan mendukung informasi yang ingin disampaikan.

Jika semua bahan tersebut sudah didapat, maka langkah selanjutnya adalah pembuatan desain tampilan poster dengan perangkat lunak, seperti Adobe, Corel, Final Cut, dan lainnya. Kemudian hasil akhir (output) dibuat dalam bentuk digital atau cetak.

Khusus untuk video, maka perlu dibuat dalam bentuk digital, flashdisk, DVD, dan lainnya. Distribusi poster dan video dapat dilakukan melalui nternet atau atau pengiriman materi ke lokasi tayang.

6. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan video dan poster yang efektif bagi penyebarluasan informasi, pesan, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana?

Pertama adalah bahan materi dan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua, informasi disampaikan dengan bahasa dan desain yang sesuai dan mudah dipahami dengan latar belakang target audiens. Desain dan informasi haruslah menarik, tetapi tidak boleh berlebihan, mengandung bias, atau menyimpang dari maksud semula.

Ketiga, sebaiknya pesan disampaikan sesingkat mungkin, jelas, mudah dipahami, dan fokus kepada tujuan penyampaian pesan.

7. Apa saja hasil video dan poster yang efektif bagi penyebarluasan informasi, pesan, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana?

Hasil video dan poster dalam format digital memudahkan proses penyebaran materi video dan poster tersebut melalui internet dan gawai.

Durasi video sebaiknya tidak lebih dari 15 menit. Tulisan pada video dan poster tidak bertele-tele atau terlalu banyak.

Jika ada banyak informasi yang ingin disampaikan, maka tautan ke informasi tersebut dapat dimasukkan ke poster atau video. Oleh sebab itu, poster harus mampu memancing pembacanya untuk mencari tahu lebih detail lagi.

Pesan poster dan video yang tayang di tempat umum harus mudah dipahami dalam waktu singkat oleh pembaca yang melihat sambil berjalan atau lewat.

Hasil cetak dan pemasangan poster serta pemutaran video dapat ditempel dan ditampilkan pada daerah ramai, misalnya papan pengumuman, gedung pemerintah, sekolah, pusat kesehatan, halte, persimpangan lalu-lintas, transportasi umum, dan lainnya.

8. Apa kelebihan dan kekurangan menggunakan video dan poster untuk penyebarluasan informasi, pesan, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana?

Poster dapat menampilkan informasi kepada masyarakat banyak di suatu areasecara langsung tanpa memerlukan daya listrik. Oleh karena itu, poster fleksibel ditempatkan di tempat umum. Informasi yang disampaikan dalam poster pun mudah diterima oleh masyarakat karena seluruh informasi terpampang dalam satu halaman.

Kelemahan poster adalah dimensinya yang terbatas pada satu halaman, sehingga tidak mampu memberikan keseluruhan informasi secara detail. Poster juga membutuhkan biaya saat proses mencetaknya dan rentan rusak karena faktor cuaca bila dipasang di ruang terbuka.

Di sisi lain, video dapat menampilkan informasi yang lebih detail dan realistis. Hal ini terjadi karena tampilan video merupakan visual bergerak dan dapat dibantu audio. Kelemahannya adalah tidak semua orang mampu mengakses video dan diperlukan waktu luang baik untuk memproduksi atau menyaksikan video hingga selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: