Refleksi: Munggahan dan Pesan Sutopo Purwo Nugroho

Munggahan dari kata ‘munggah’ yang artinya naik.

Saya kurang tahu mulainya kapan, tetapi munggahan mulai marak dilakukan menjelang masuknya bulan Ramadhan.

Kemarin, Selasa (15/05) kami menyelenggarakan pula acara munggahan ini.

Munggah atau naik dimaksudkan sebagai pengingat, bahwa puasa Ramadhan adalah sarana bagi manusia untuk naik derajatnya dari hewan pemakan segala ke insan mulia; dari pemeluk nafsu angkara murka yang tega membenci dan membunuh sesama ke pemangku nafsu menenangkan yang mampu menguarkan kebaikan dan manfaat bagi sesama.

Dalam acara munggahan tersebut, pertama-tama seluruh peserta saling bersalaman dan bermaafan. Kemudian makan bersama dengan menu nasi kuning, kluban, ayam goreng, perkedel, rendang, lengkap dengan kerupuk dan sambalnya.

Setelah asupan jasmani terpenuhi, selanjutnya kami pun mendapatkan tambahan gizi rohani dari Dr. Sutopo Purwo Nugroho.

Bagi yang belum tahu, Dr. Sutopo pada medio Januari lalu divonis menderita kanker paru stadium IV.

Siang kemarin, beliau membagikan pengalaman spiritual saat menghadapi kanker tersebut.

Tepat setelah mendengar vonis kanker dari dokter, Sutopo mempertanyakan, ‘kenapa saya?’ Sebab, beliau tidak pernah merokok dan makanan serta gaya hidupnya pun sehat.

Periode ini kemudian diikuti dengan masa-masa stres luar biasa. Bagaimana tidak stres jika mendengar info dari dokter yang memeriksanya di Malaysia, bahwa kanker yang dideritanya tidak bisa disembuhkan dan usianya tinggal satu hingga tiga tahun lagi.

Periode stres kemudian diikuti lagi dengan masa-masa penerimaan. Menurut Sutopo, NIKMAT kanker yang dideritanya adalah cara Tuhan menegurnya. Bisa jadi, selama ini beliau telah melakukan banyak kesalahan dan dosa.

Sutopo menyebut kanker sebagai nikmat, karena itu wujud kasih dan sayang Tuhan. Sebab, bisa jadi selain kesalahan dan dosa, di masa lalu ada juga kebaikan yang pernah dilakukannya.

Nikmat juga mengandung maksud, kanker itu sebagai titik balik bagi Sutopo untuk bertaubat. Dengan demikian, kanker menjadi kesempatan untuk lebih mendalami agama dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Hal itulah, yaitu agar meningkatkan takwa, memperbanyak ibadah, bersabar, dan selalu hidup sehat adalah beberapa hal lain yang menjadi inti pesan dari Sutopo.

Akhirnya, selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin jika ada kekeliruan dan kesalahan yang disengaja atau tidak.

Tabik!

Oiya, sebagai tambahan barangkali ada yang ingin membaca lebih jauh mengenai enzim Endorphin yang juga disebut-sebut oleh Sutopo di acara kemarin, zat ini mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi rasa sakit, sila klik tautan berikut:

Mengenal Zat Endorphin

Pak Topo juga menyebutkan zat stres, misalnya saat kita mengeluh yang menyebabkan makin sakit, zat tersebut dinamakan kortisol, sila klik link ini untuk informasi zat kortisol ini:

Mengenal Zat Kortisol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: