Kiat: Tiga Langkah Agar Terlihat Lebih Pintar

Seorang teman bertanya, “Bagaimana caranya agar terlihat pintar, Mas?”

Pertanyaan ini muncul dari teman setelah saya memandu tamu di museum dan menerangkan berbagai hal yang ada di sana dengan lancar dalam Bahasa Inggris. 

Menurut teman itu, saya terlihat lancar saat berbicara dan mampu menerangkan berbagai hal dengan baik. 

Bisa jadi teman saya itu benar kalau saya terlihat lancar dan menguasai materi dengan baik, tetapi ada banyak tahapan yang harus saya lalui sebelum ke sana. 

Paling tidak ada tiga hal yang harus dilakukan agar bisa terlihat lancar dan menguasai tersebut: 

Langkah Pertama adalah BERANI 

“Lakukan hal yang membuatmu takut dan kamu akan jauh berkembang saat berhasil melewatinya.” 

“Hal yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat.” 

Dua ujaran inilah yang saya pegang saat mendapatkan tugas itu. Saat memandu tamu dan di sana hadir juga bos besar, tentu saja muncul perasaan takut dan khawatir akan keliru atau gagal menjalankan tugas. 

Menghadapi ketakutan dan kekhawatiran ini, menurut saya keberanian adalah langkah pertama yang harus dimiliki. 

Saat kita berani, maka setidaknya kita sudah memiliki modal untuk melaksanakan tugas, menghadapi tantangan, dan mengatasi rasa takut. 

Langkah Kedua adalah BERLATIH 

Keberanian saja tidaklah cukup untuk mengatasi rasa takut. Selain berani, kita juga perlu strategi yang jitu. 

Jika kita diminta untuk menerangkan sesuatu, maka strategi yang ditempuh adalah dengan mempelajari obyek tersebut dengan baik. 

Langkah ini kemudian diikuti dengan latihan dan memvisualisasikan seolah-oleh kita sedang benar-benar menerangkan obyek yang ada di museum kepada tamu. 

Hal yang tidak diketahui banyak orang dan juga teman saya itu adalah manakala saya berkeliling seorang diri sebelum tamu dan bos besar datang. 

Saya melihat-lihat setiap sudut museum dan mempelajari obyek-obyek yang nanti akan diterangkan kepada tamu. 

Pada saat yang sama, saya juga membuat catatan kecil berisi obyek yang akan diterangkan dan aspek apa yang menonjol sehingga nanti layak disebutkan kepada tamu. 

Langkah Ketiga adalah BERSERAH

Ini adalah langkah paling pungkasan, yaitu menyerahkan segala sesuatunya kepada pengatur kehidupan setelah kita melalui tahap berani dan berlatih.

Dengan menyerahkan diri tersebut, maka kita akan lebih mudah menghadapi persoalan pada saat tugas yang sebenarnya kita laksanakan. 

Pada saat kita mendampingi tamu dan berjalan sambil menerangkan obyek, maka hampir pasti kita akan melakukan kesalahan. 

Jika itu terjadi, karena kita sudah berserah, maka hendaknya jangan panik dan tetap santai.

JIka itu terjadi, kita dapat segera membetulkan kesalahan atau melupakan dan kemudian beranjak ke obyek lain. 

Ingat, tak ada satu orang pun yang sempurna, sehingga kesalahan, lupa, dan kehilangan kata pun dapat saja terjadi pada setiap orang. 

Semua itu adalah manusiawi dan normal terjadi. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan.

Jika kita berserah, maka siapa tahu ada jalan keluar. 

Sebab, kuncinya adalah bagaimana mengubah tugas, tantangan, dan kesalahan menjadi peluang, mengubah takut menjadi berani, dan melakukan persiapan yang baik dengan banyak melakukan latihan. 

Selamat mencoba. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: