Kuliah: Melakukan Penelitian Ekologi Politik

Para peneliti ekologi politik mengembangkan metodologi untuk mengarahkan proses penelitian mereka yang meliputi:

  • Pertanyaan penelitian (contohnya: apa yang ingin saya ketahui?)
  • Asumsi yang mendasari sebuah penelitian (apakah seorang pemilik lahan adalah seorang pria?)
  • Jenis informasi untuk menjawab pertanyaan penelitian (data penginderaan jauh atau cerita lisan)
  • Metode terbaik untuk memperoleh informasi (perhitungan vegetasi atau wawancara)
  • Lokasi penelitian dan skala yang digunakan (di laboratorium atau bersama pemilik lahan di lapangan).

Semua pertanyaan tersebut adalah politis karena setiap pilihan akan membentuk pengetahuan yang dihasilkan dan pilihan-pilihan terebut berakar dari pengalaman kita sebagai makhluk geopolitik.

Kekuatan terbesar dari ekologi politik adalah perhatiannya pada metodologi politik yang digunakan. Sebagai contoh, metode yang digunakan seringkali melibatkan aktor lokal guna menghindari asumsi dan kategori akademis yang berasal dari tempat dan waktu berbeda. Asumsi dan kategorisasi tersebut seringkali justru menghilangkan pengetahuan lokal dan cara hidup yang khas dari masyarakat lokal.

Oleh sebab itu, metode seperti pemetaan partisipatif dengan melibatkan masyarakat lokal dan menggunakan teknik serta alat sederhana adalah cara yang efektif untuk memproduksi pengetahuan akademis yang menghargai pengalaman dan pengetahuan orang lain, dalam hal ini adalah masyarakat lokal.

Ekologi politik mencoba memahami bagaimana hubungan kekuasaan membentuk satu proyek sosial-lingkungan tertentu. Guna mengetahui kekuatan kekuasaan dalam ekologi politik, maka seorang peneliti, Paul Robins membandingkan antara ekologi politik dan ekologi apolitik.

Ekologi apolitik (apolitical ecology) berfokus pada fenomena tertentu sebagai penyebab isu lingkungan atau konflik, seperti kebiasaan aktor-aktor lokal dalam aktivitas hariannya seperti bertani. Dalam melakukannya, ekologi apolitik mengesampingkan hubungan kekuasan (power relations) dalam satu kebijakan berkaitan dengan petani seperti pasar bebas dan hukum tanah yang memengaruhi keputusan para petani dalam melaksanakan aktivitasnya.

Sebagai contoh, penerapan ekologi apolitik adalah manakala menghubungkan populasi penduduk berlebih dan berkurangnya keanekaragaman hayati yang menyebabkan kepunahan spesies tertentu. Menurut pandangan ekologi apolitik, maka yang digarisbawahi adalah pertumbuhan penduduk dan perluasan lahan untuk bertani ke area yang semula adalah hutan. Dengan demikian, penerapan ekologi apolitik menyalahkan penduduk lokal sebagai penyebab penurunan populasi hewan-hewan liar.

Kendati pandangan tersebut benar, namun hanya betul sebagian. Pertumbuhan penduduk bukan faktor tunggal yang harus dipertimbangkan dalam isu langkanya hewan-hewan tertentu. Faktor lain yang turut memegang peranan penting adalah kepemilikan lahan yang meningkat di lahan yang tadinya adalah hutan-hutan tempat habitat hewan liar, atau perubahan hutan menjadi lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan ekspor seperti kelapa sawit.

Kebijakan kepemilikan lahan dan peruntukannya tersebut tentu saja bukan kapasitas dari penduduk lokal. Kebijakan tersebut berasal dari pemerintah satu negara atau daerah dan tidak jarang didukung oleh lembaga internasional.

Secara singkat, berfokus pada peran masyarakat lokal hanya akan mengungkap sebagian cerita. Bahkan, pada banyak kasus tindakan menyalahkan warga lokal ini dilakukan tanpa melibatkan mereka.

Di sisi lain, ekologi politik mempertimbangkan hal-hal yang tidak diperhitungkan oleh ekologi apolitik, seperti hubungan kekuasaan, struktur kebijakan, kondisi dan permintaan pasar. Hal ini mengindikasikan bahwa pendekatan ekologi politik memerlukan metodologi untuk menelisik satu fenomena yang seringkali sangat kompleks dan sulit diteliti secara menyeluruh seperti kolonialisme, globalisasi, rasisme, sexisme yang meninggalkan pengaruh pada berbagai hal seperti jiwa dan badan seseorang hingga bentang lahan dan tanah di suatu daerah.

Oleh sebab itu, maka ekologi politik seringkali menggunakan metode gabungan untuk menelusuri hubungan antara perubahan ekologis dan dinamika sosial politik. Sebagai contoh, seorang peneliti Andrea Nightingale menggabungkan antara interpretasi foto udara dengan cerita lisan guna menganalisis efektivitas dan keberlanjutan program pengelolaan hutan oleh komunitas.

Kedua metode tersebut biasanya akan menghasilkan hasil penelitian yang sangat berbeda. Namun, peneliti menggunakan foto udara untuk melihat berbagai hal yang kasat mata seperti perubahan tutupan vegetasi. Dengan demikian, karena penelitian berfokus pada interpretasi fenomena yang dapat dilihat, maka cenderung dipandang lebih obyektif. Di sisi lain, cerita lisan warga lokal yang lebih subyektif digunakan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan berdasarkan pengalaman mereka selama beberapa waktu yang berbeda.

Dengan menggabungkan dua metode ini, maka pengetahuan yang dihasilkan diharapkan mampu menjelaskan fenomena secara lebih utuh dengan cara menggabungkan apa yang terlihat dan tidak terlihat mata. Metode ini juga dapat memberikan gambaran secara lebih komplit ketimbang sekadar narasi yang dikembangkan oleh pihak berwenang. Pengetahuan dari mereka yang tinggal di lokasi, meskipun sering berselisih dengan penguasa karena miskin, tidak bisa membaca, dan dipandang memiliki kepentingan tertentu atas hutan.

Dalam penelitiannya, Nightingale memisahkan hasil interpretasi foto udara dengan cerita lisan dan kemudian menempatkan mereka berdua seolah-olah sedang saling berbicara untuk menghasilkan satu pandangan baru mengenai laju perubahan dan lokasi regenerasi hutan. Dengan cara ini dapat ditelisik pula bagaimana dan kenapa masyarakat lokal menganggap program pengelolaan hutan oleh komunitas ini berhasil. Lebih lanjut, peneliti juga membingkai masyarakat lokal sebagai pihak yang berwenang untuk memproduksi pengetahuan mengenai lingkungannya.

Daftar Pustaka:
Cloke, P. J., Crang, P., & Goodwin, M. A. (Eds.). (2005). Introducing human geographies. Routledge.

Sumber gambar: Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: