Wisata: Mengajak Keluarga ke Belitung

Saksikan fenomena Danau Kaolin
Danau Kaolin adalah salah satu obyek wisata di Belitung

Beberapa hari yang lalu, kami sekeluarga berkesempatan untuk mengunjungi Pulau Belitung. Kesempatan ini sangat istimewa karena pertama kali bagi kami untuk berwisata yang lumayan jauh sambil membawa Si Kembar. Bagi mereka, ini juga menjadi pengalaman perdana naik pesawat.

Bagaimana bisa kami sekeluarga berwisata ke Belitung dengan pesawat?

Pertama, terima kasih kepada Garuda Indonesia yang memiliki sistem sangat baik berupa hadiah kepada para pelanggannya yang sudah terdaftar dalam Garuda Frequent Flyer (GFF). Sebagai anggota GFF, maka tiap kali terbang kita bisa mendapatkan poin, yang dinamakan miles. Suatu saat, manakala miles yang kita peroleh sudah cukup, maka bisa ditukarkan dengan berbagai bonus menarik, salah satunya dengan tiket pesawat.

Tempo hari, miles istri saya yang ditukar dengan lima tiket pesawat ke Belitung. Alhasil, kami tidak perlu lagi membeli tiket pesawat ke sana dan cukup dengan menukar miles, serta membayar biaya administrasi yang sangat murah.

Dengan cara demikian, maka kami bisa menghemat anggaran untuk transportasi. Sebab, pos anggaran untuk transportasi biasanya menjadi satu hambatan bagi mereka yang ingin berwisata karena tingginya harga tiket terutama ke berbagai tujuan wisata menarik di Indonesia. Karena anggaran untuk transport bisa ditekan, maka kami dapat memanfaatkan dana yang tersedia untuk berbagai keperluan lain seperti akomodasi, transportasi lokal di lokasi tujuan wisata, dan juga keperluan lain seperti membeli oleh-oleh.

Bagaimana akomodasi di Belitung?

Poin anggaran kedua yang juga cukup besar adalah untuk akomodasi. Bagi para backpacker, mungkin bisa menggunakan fasilitas sederhana yang cukup murah. Namun, untuk berwisata dengan keluarga, maka memerlukan ruangan yang lebih besar dan fasilitas yang lebih lengkap.

Beruntunglah, istri yang memegang peran sebagai tour leader sudah merancang semua hal termasuk untuk akomodasi. Dia memesan hotel melalui situs Traveloka dan mendapatkan promo, sehingga harganya pun lebih murah untuk kamar yang sangat bagus. Pada liburan kemarin, kami menginap di Hotel Lor In, Tanjung Tinggi, Belitung.

Hotel Lor In ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang menyukai wisata pantai dan laut. Letaknya sangat strategis tepat di pinggir laut dan hanya perlu berjalan sekitar 30 meter untuk menginjakkan kaki di pasir pantai Tanjung Tinggi. Apabila Anda ingin menuju ke pantai yang lain seperti Tanjung Selayang, maka jaraknya pun tidak terlalu jauh dari hotel ini.

Semua kamar pun menghadap ke laut dan dilengkapi fasilitas pendingin udara serta shower air hangat. Dengan begitu, saat Anda bangun dan keluar dari kamar bisa langsung menikmati pemandangan laut serta buaian angin samudera. Pada saat yang sama, maka privacy Anda pun terjamin karena format kamarnya adalah bungalow, sehingga Anda mendapatkan satu bangunan tersendiri yang terpisah dengan tamu hotel lainnya.

Fasilitas lain yang tersedia di hotel adalah kolam renang. Bagi kami sekeluarga, maka fasilitas ini sangat penting karena anak-anak belum berani berenang di laut, sehingga kami mengajaknya untuk bermain air di kolam renang.

Bagaimana transportasi di Belitung?

Kemarin kami menyewa mobil untuk berkeliling pulau. Sebuah Avanza manual berwarna putih dapat kami sewa dengan harga 250 ribu rupiah per hari. Saya menyetir sendiri ke mana-mana dibantu oleh Google Maps. Mengingat luas pulau yang relatif kecil, maka cukup menyenangkan berkendara di Belitung.

Jalanan yang kami lalui mulus seperti baru saja dibuat dan terutama sangat sepi tanpa kemacetan. Kendati begitu, saya tak berani injak gas terlalu dalam dan mengebut. Selain untuk menikmati keindahan alam, rupanya jalanan yang sepi, lurus, dan bagus, justru membuat mata mudah mengantuk. Oh iya, ada juga pilihan transportasi yang lebih murah, yaitu menggunakan sepeda motor. Seorang kawan saya bercerita bahwa dia dapat menyewa sepeda motor di Belitung dengan harga 70 ribu rupiah per hari.

Apa yang menarik dan tidak menarik di Belitung?

SD-nya Laskar Pelangi
MI Muhammadiyah yang menjadi replika sekolah di Novel Laskar Pelangi

Saya kira Anda dapat dengan mudah mencari berbagai informasi mengenai Belitung dari Google, seperti keberadaan replika sekolah MI yang ada di Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Selain itu, novel ini juga menjelma menjadi satu kehidupan baru di sisi timur Belitung ditandai dengan adanya kampung Laskar Pelangi dan Museum Kata Andrea Hirata.

Sebuah menu spesial dari Belitung yang perlu dicoba.
Gangan dan bahan-bahan membuatnya.

Bagi penyuka masakah laut, Belitung akan memanjakan lidah Anda. Ikan kakap merah yang dimasak dengan berbagai rempah sungguh nikmat tiada terkira. Masakan ini dinamakan gangan dengan salah satu bumbunya adalah kunir, sehingga kadang-kadang dinamakan juga ikan kuah kuning. Sebagai kawan nasi, maka selain gangan disajikan pula sayuran, mentimun, sambal, dan ikan bulus goreng. Meskipun namanya bulus, ini bukan penyu, namun semacam wader kalau di Jawa, hanya ini ikan laut.

Selain itu, Belitung juga terkenal dengan wisata bahari dengan berbagai obyek wisata yang menarik meliputi pantai yang berombak tenang dan berbatu besar seperti di Tanjung Tinggi. Anda pun dapat menyeberang ke Pulau Lengkuas menggunakan perahu. Sayangnya, kemarin kami tak sempat melakukan itu karena angin barat yang bertiup kencang membuat kami khawatir kalau terdampar di sana sambil membawa anak-anak.

Belitung mungkin kurang menarik bagi Anda yang biasa tinggal di daerah dingin. Barangkali karena letaknya yang dekat dengan garis khatulistiwa, maka Belitung terasa begitu panas dan lembab sekaligus. Keringat mudah sekali mengucur dan membasahi kaus. Pada kondisi ini, Anda tak boleh lupa banyak-banyak mengkonsumsi air minum tanpa menunggu haus agar tidak dehidrasi.

Apa pengalaman yang bisa dipetik dari perjalanan kali ini?

1. Memanfaatkan Miles dan Promo

Keuntungan memanfaatkan Garuda miles dan promo hotel adalah kami berwisata ketika kebanyakan orang tidak berwisata. Hal ini terjadi karena ketersediaan tiket yang dapat ditukar dengan miles sangat bergantung pada pihak Garuda. Umumnya, Garuda tidak akan membolehkan penukaran miles pada kondisi puncak (peak season) seperti pada musim liburan.

Berwisata bukan pada musim wisata juga menghindarkan kami dari kemacetan di jalan, antrian untuk mendapatkan tiket masuk, hingga mendapatkan private hotel. Hal terakhir yang disebutkan itu terjadi karena kami menjadi satu-satunya tamu yang menginap di hotel.

Jika ada kelemahan yang bisa disebutkan barangkali adalah pada musim ini angin barat sedang tinggi-tingginya, ditandai dengan angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga kami tidak bisa menyeberang ke pulau lain. Selain itu, obyek wisata yang sepi menjadikan pengelola dan penjaja makanan dan penjual berbagai suvenir pun tak lengkap.

2. Liburan Bersama Anak

Berbeda dengan bepergiannya orang dewasa, Si Kembar yang baru mau memasuki usia tiga tahun tentunya memerlukan persiapan yang lebih. Semua kebutuhan mereka mulai dari pakaian yang jumlahnya dua kali orang dewasa, pampers, susu, hingga botol susu tidak boleh lupa dibawa. Selain itu juga obat-obatan mulai dari penurun panas hingga obat merah untuk luka yang ternyata terpakai juga oleh kami kemarin ini.

Mengajak anak berlibur menuntut kita untuk lebih bersabar dan fleksibel. Artinya kita tak melulu harus mengikuti jadwal perjalanan yang sudah direncanakan. Lebih penting adalah melihat kondisi anak-anak, misalnya kemarin kami seharian lebih banyak berdiam diri di hotel untuk memberikan kesempatan istirahat bagi mereka.

Kira-kira itu sekelumit catatan dari perjalanan kami kemarin, barangkali ada yang ingin ditanyakan silakan dituliskan di kolom komentar.

Terima kasih sudah membaca dan “Jangan lupa piknik, Guys!”

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: