Kepemimpinan: Politik Populis

Di berbagai negara, politik populis sedang naik daun. Sejatinya apa ciri-ciri politik populis, apa dampaknya, dan apa yang bisa kita lakukan untuk meresponnya?

Silakan disimak jawaban mengenai beberapa pertanyaan tersebut berdasarkan Opini Pak Abdillah Toha di Kompas Cetak, tanggal 29 Januari 2018:

Selamat membaca…. 

Ciri politk populis:
1. Bahasanya dibuat sesederhana mungkin agar bisa cepat ditangkap calon pemilih
2. Memecah pemilih ke dalam dua kubu, kawan dan lawan
3. Bisa cenderung ke ideologi kiri, bisa juga ke kanan
4. Berorientasi pada program/kebijakan jangka pendek, menghindari program jangka panjang
5. Mengobral janji tanpa perhitungan yang matang tentang kemampuan diri
6. Condong dan memenuhi keinginan mayoritas, sehingga abai kepentingan jangka panjang
7. Berdasarkan nilai-nilai moral, bukan rasional atau perhitungan ekonomi/sosial yang terencana
8. Memandang mereka yang menentang sebagai musuh yang harus dihentikan
9. Tidak jarang menggunakan sentimen agama dan ras
10. Seringkali berkolaborasi dengan politik uang

Dampak populisme
1. Adanya kontrak politik agar terpilih
2. Pemenuhan janji kepada pemilih dan mengabaikan kepentingan yang lebih besar
3. Terabaikannya program jangka panjang dan antisipasi terhadap kebutuhan masa datang
4. Menjadi beban bagi penggantinya nanti
5. Program penting yang sedang berjalan dan sudah dirancang rezim sebelumnya tidak jalan/ditinggalkan
6. Kesalahan alokasi anggaran, misal subsidi BBM yang bisa dipakai untuk kepentingan lain
7. Kejutan-kejutan yang sulit diantisipasi, tetapi mendapat protes dari pemilih jika mengatasinya
8. Membahayakan kelangsungan demokrasi

Apa yang bisa kita dilakukan?
1. Masyarakat madani, cendekiawan, dan pers membantu pemilih menjatuhkan pilihan kepada calon yang tepat.
2. Menyampaikan masukan tentang integritas, rekam jejak, dan karakter calon kepala daerah/anggota legislatif
3. Membantu memastikan bahwa aturan main dipatuhi semua pihak
4. Pers mempromosikan calon yang terbaik di antara yang buruk, yaitu yang tidak memecah belah, memiliki niat yang tulus, pandangan visioner jangka panjang yang konstruktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: