Refleksi: Wajah

Kenali dua wajah setiap aksi
Seringkali hanya sebagian wajah yang benar-benar kita lihat (Pexels)

Tertangkapnya gerombolan penyebar hoax dan kebencian yang menggunakan nama Muslim Cyber Army menyadarkan kita betapa pentingnya mengenali beberapa tipe WAJAH keburukan.

Ada tiga wajah keburukan:

Pertama mereka yang jahat punya wajah yang tampak menakutkan, misalnya setan untuk menakut-nakuti anak kecil.

Kedua yang jahat berdandan agar punya wajah yang tampak baik, indah, dan luhur, misalnya nazisme.

Ketiga yang jahat berdandan agar punya wajah yang saleh, seperti menggunakan istilah ‘Muslim pada kasus MCA’.

Sepertinya kelompok terakhir paling berbahaya. Mereka mengecoh banyak orang seolah-oleh melakukan kesalehan dengan menggunakan apa saja yang terdengar sebagai seruan kepada Tuhan atau atas nama Tuhan.

Kemudian mereka mewujudkannya ke dalam tindakan yang sesungguhnya jahat seperti menebarkan fitnah dan kabar bohong yang ujungnya menimbulkan kebencian. Mereka membungkus tindakan itu seolah-olah sebagai kebaikan dengan bumbu ayat-ayat, iming-iming surga, dan ancaman neraka.

Pada proses mencapai tujuannya, mereka juga boleh mengorbankan siapa saja.

Saya kira, ketika Anda menebarkan kebencian dan orang lain turut serta, maka Anda seharusnya turut bertanggung jawab jika kemudian terjadi kejahatan karena kebencian itu.

Bagi yang tertarik membaca lebih jauh, barangkali beberapa tautan berita berikut bisa menjadi panduan. Sengaja dipilih dari berbagai media, sebab siapa tahu Anda seperti MCA yang sudah mengkotak-kotakkan media menjadi yang disukai karena mendukung ide-ide Anda dan tidak disukai karena berseberangan dengan Anda.

1. https://news.detik.com/…/anggota-mca-ditangkap-polisi-ketum…
2. https://www.cnnindonesia.com/…/jonru-kami-adalah-muslim-cyb…
3. http://news.liputan6.com/…/mui-mca-rusak-dan-nodai-ajaran-i…
4. https://nasional.kompas.com/…/mui-mencatut-nama-muslim-mca-…
5. http://bt.suaramerdeka.com/…/Ketum-MUI-MCA-Tak-Mencerminkan…
6. http://www.republika.co.id/…/p4x19w377-waketum-mui-apresias…
7. http://en.republika.co.id/…/p4y7mp414-mca-abuses-the-name-o…

Bacaan Lebih Lanjut:
1. Opini Kompas, 12 Januari 2017, ‘Bangsa Lupa Diri’, oleh B Herry Priyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: