Kiat: Seni Memberikan Kritik oleh Dale Carnagie

Sebuah peringatan yang semestinya dilakukan dengan cara yang baik.

Dari peristiwa kartu kuning kepada Presiden Jokowi oleh Ketua BEM UI dan berbagai diskusi yang terjadi kemudian, kita dapat mengambil beberapa pelajaran bagaimana melakukan atau memberikan kritik.

Kenapa sebenarnya kritik sangat berbahaya dan bagaimana anjuran untuk melakukannya?

Dale Carnagie, penulis buku ‘How to win friends and influence people’ yang terbit pada medio 1930-an telah menjelaskan potensi bahaya saat memberikan kritik kepada orang lain dan cara untuk memberikan kritik.

Beliau menulis, “Ambillah madu tanpa merusak sarang lebahnya.” Hal ini berarti, berilah kritik, tanpa melukai orang yang dikritik. Bahkan, kalau bisa orang yang dikritik tidak sadar kalau dirinya sedang dikritik.

Hal ini terjadi karena setiap orang, betapa pun salah, tidak akan pernah bersedia mengkritik dirinya sendiri.

Menurut Dale, kritik adalah tindakan sia-sia karena menempatkan seseorang pada posisi mempertahankan diri. Akibatnya, orang tersebut akan berjuang sekeras-kerasnya untuk melakukan pembenaran atas berbagai tindakan yang dia lakukan.

Di samping itu, kritik juga berbahaya, karena melukai kebanggaan seseorang, mencederai perasaan penting yang dimilikinya, dan meningkatkan kebencian.

Kebanggaan seseorang atas hal yang telah dilakukan dapat dengan mudah hilang karena satu kritik. Bisa jadi, kebanggaan tersebut adalah satu-satunya hal yang dimiliki. Jika kebanggaan yang sangat penting itu dilucuti, maka alih-alih menerima kritik, orang tersebut justru akan membenci siapa saja yang mengkritik.

Semua hal tersebut dapat terjadi karena fitrah dasar manusia, bahkan termasuk mereka yang salah untuk menyalahkan orang lain, kecuali dirinya sendiri.

Abraham Lincoln, presiden Amerika ke 16, pernah berkata, “Jangan menghakimi orang lain, sehingga Anda pun tidak akan dihakimi.” Menurut dia, janganlah kita mengkritik orang lain, sebab kita pun akan melakukan tindakan yang sama jika berada pada situasi yang mereka hadapi.

Sejatinya, ketika berhubungan dengan manusia, kita tidak sedang berhubungan dengan makhluk yang punya pikiran logis. Namun, kita berhubungan dengan makhluk yang memiliki emosi, penuh dengan prasangka, termotivasi oleh kebanggan dan kesombongan.

Dale menambahkan bahwa setiap orang bodoh dapat memberikan kritik, kutukan, dan keluhan. Oleh sebab itu, barangkali ada baiknya selain memberikan kritik, kita juga perlu menyampaikan saran atau masukan.

Daripada mengutuk dan mengkritik orang, Dale menyarankan agar kita memahami mereka, mencari tahu kenapa mereka melakukan apa yang mereka perbuat. Hal ini lebih menguntungkan daripada sekadar kritik, ini membuahkan simpati, toleransi, dan kebaikan.

Satu kutipan yang sangat menarik adalah, “Bahkan Tuhan sendiri tidak menghukum hambanya sampai dengan hari penghabisan.”

Lalu, kenapa Anda tidak?

Sebagai tambahan, jika Anda muslim dan ingin memberikan kritik, maka ada panduan yang diberikan oleh akun Twitter @sabdarasul sebagai berikut:

Siapapun yang ingin menasihati pemimpin, jangan dengan terang-terangan. Akan tetapi, nasihatilah di tempat sepi. Jika menerima nasihat, itu sangat baik.

Dan bila tidak menerimanya, maka kamu telah menyampaikan kewajiban menasihatinya [Ahmad].

Gambar pinjam dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: