Kiat: Mengenali Enam Teknik bagi Produsen untuk Memanipulasi Konsumen

Bagaimana Perusahaan Memanipulasi Konsumen? (Pixabay)

Bagaimana sebuah perusahaan, organisasi, dan partai politik memengaruhi orang?

Menurut Simon Sinek, penulis buku ‘Start With Why’, terdapat dua cara untuk memberikan pengaruh kepada seseorang. Pertama, yaitu dengan memberikan inspirasi. Kedua, yaitu dengan melakukan manipulasi.

Simon berpendapat, bahwa perusahaan yang tidak memiliki kejelasan ‘why’, yaitu alasan dan tujuan yang ingin dicapai cenderung memanfaatkan manipulasi. Kabar baik untuk perusahaan tersebut adalah manipulasi biasanya berhasil. Kabar buruknya, keberhasilan manipulasi biasanya terjadi dalam waktu singkat dan tidak menimbulkan kepercayaan dan kesetiaan konsumen kepada perusahaan.

Apa saja manipulasi yang biasanya dilakukan oleh perusahaan agar Anda membeli produk mereka? Bagaimana cara partai politik memanipulasi pemilih untuk mendulang suara?

Pertama adalah dengan melakukan permainan harga.

Teknik ini sangat efektif untuk memanipulasi konsumen. Oleh sebab itu, permainan harga kerap dilakukan oleh berbagai perusahaan.

Metode yang digunakan adalah dengan menurunkan harga serendah mungkin, sehingga orang dengan senang hati akan membeli produk perusahaan tersebut.

Sayangnya, teknik ini dapat menyebabkan kerugian dan dilema serta menimbulkan kecanduan seperti heroin atau sabu.

Dalam waktu singkat, hasil dari teknik ini sangat fantastis. Namun, seiring berjalannya waktu, maka semakin sulit untuk ‘memaksa’ konsumen membayar lebih.

Menghadapi kondisi tersebut, maka perusahaan biasanya akan mengambil beberapa langkah yang perlu dilakukan agar penjualan tetap berlangsung.

Perusahaan akan berusaha untuk menjual lebih banyak barang. Dalam melakukannya, maka cara tercepat yang bisa dilakukan adalah dengan kembali menurunkan harga. Manakala harga turun, maka konsumen pun akan sukarela membeli barang.

Kondisi seperti inilah yang dinamakan kecanduan. Perusahaan mencandu untuk menjual lebih banyak barang. Konsumen kecanduan harga yang murah. Cara satu-satunya yang bisa ditempuh adalah dengan memanipulasi harga yang makin lama semakin murah.

Dengan demikian, tantangan yang dihadapi perusahaan adalah bagaimana agar tetap mendapatkan keuntungan, namun dengan harga serendah-rendahnya.

Harga selalu menyebabkan kerugian, baik bagi perusahaan maupun konsumen.

Pertanyaan yang muncul adalah sampai seberapa jauh Anda bersedia membayar untuk uang yang nantinya akan Anda dapatkan?

Teknik kedua untuk melakukan manipulasi adalah dengan melakukan promosi.

Ini adalah metode yang umum dilakukan perusahaan untuk mendongkrak penjualan. Sasaran utamanya adalah agar konsumen lupa kalau mereka telah dimanipulasi.

Dengan memberikan sedikit tambahan pada produk yang dijual adalah salah satu contoh teknik yang biasa digunakan.

Sebagai contoh, saat Anda ingin membeli sepeda motor dengan kualitas, spesifikasi, dan harga yang tidak jauh berbeda, namun salah satu memberikan bonus tambahan seperti jaket atau handphone, maka pikiran Anda pun akan mulai berubah. Dengan cepat, Anda bisa mengambil keputusan karena sedikit bonus yang ditawarkan tersebut.

Promosi ini sudah dilakukan sejak dulu karena hasilnya memang menguntungkan. Namun, jika semua perusahaan memberikan promosi dalam bentuk bonus tambahan, maka persaingan menjadi kian sulit. Perusahaan-perusahaan tersebut harus memutar otak untuk memberikan bonus-bonus lain yang lebih dari yang lain. Akibatnya, makin banyak promosi, makin banyak bonus, makin sedikit margin keuntungan yang bisa didapatkan.

Metode ketiga untuk memanipulasi adalah dengan menyebarkan ketakutan.

Rasa takut, baik itu nyata atau dimanipulasi, adalah salah satu cara yang ampuh untuk menentukan keputusan konsumen.

Ide yang mendasari metode ini adalah jika Anda tidak membeli satu produk perusahaan tertentu, maka hal yang buruk dapat terjadi pada Anda.

Terorisme adalah salah satu contoh penggunaan metode ini. Penyebar teror menyebarluaskan ketakukan bahwa peristiwa ini dapat terjadi pada Anda. Mereka merasa berhasil ketika aksi yang dilakukan menjadi pemberitaan dan makin menyebabkan ketakukan di masyarakat, kendati secara statistik aksi yang dilakukan cukup sedikit.

Cara keempat untuk melakukan manipulasi adalah dengan mengusik aspirasi atau cita-cita konsumen.

Berbeda dengan metode sebelumnya, yaitu menyebarkan ketakukan. Aspirasi adalah metode manipulasi dengan menghembuskan harapan atau cita-cita terhadap satu kondisi yang diinginkan oleh konsumen.

Dengan metode ini, perusahaan menggoda konsumen dengan barang yang mereka inginkan. Teknik ini juga memanipulasi konsumen yang ingin mengubah dirinya menjadi sosok yang lebih ideal.

Kondisi yang dicita-citakan tersebut dapat tercapai jika Anda membeli produk tertentu dari perusahaan. Sebagai contoh, produk kecantikan yang diklaim dapat memutihkan kulit Anda, makanan suplemen yang dapat membantu Anda lebih kurus dan sehat serta berbagai produk yang akan membantu Anda lebih dekat ke kondisi yang diinginkan.

Metode aspirasi sangat efektif untuk mereka yang kurang disiplin dan ingin cara singkat atau instan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Teknik ini juga memanfaatkan ketakutan konsumen yang khawatir tidak dapat mencapai apa yang mereka harapkan. Sebagai contoh, teknik ini sangat efektif pada mereka yang malas mengurangi makan dan bergaya hidup sehat, tetapi ingin kurus.

Teknik ini dapat memengaruhi perilaku seseorang, namun biasanya hanya berhasil untuk waktu yang singkat.

Cara kelima yang ditempuh oleh perusahaan untuk memanipulasi konsumen adalah tekanan dari ahli atau kawan (peer pressure).

Perusahaan biasanya akan memanfaatkan pendapat para ahli, misalnya produk pasta gigi yang menggandeng mesra para dokter gigi untuk menawarkan produknya. Mereka juga tak lupa meminta bantuan tokoh-tokoh, baik itu artis, atlet, atau pun dari dunia politik untuk menawarkan produk.

Teknik ini pada dasarnya didesain untuk memaksa Anda membeli. Sebab, jika Anda tidak melakukan pembelian produk, maka Anda akan ketinggalan mode, tidak sesuai dengan artis atau atlet idola, atau tidak sesuai dengan pendapat ahli yang dihadirkan untuk memanipulasi Anda.

Teknik keenam yang dilakukan untuk memanipulasi konsumen adalah inovasi yang sebenarnya sekadar kebaruan.

Dalam Bahasa Inggris, dikenal istilah inovation yang diterjemahkan menjadi inovasi dan novelty yang diterjemahkan sebagai kebaruan, sesuatu yang baru, atau kesenangan yang baru.

Perusahaan seringkali mengklaim bahwa produk mereka telah melakukan inovasi, padahal sejatinya hanya sekadar novelty.

Di antara inovation dan novelty, terdapat perbedaan yang cukup besar. Inovasi mampu mengubah arah industri dan masyarakat. Sebagai contoh, manakala Apple memperkenalkan iPhone dunia sedang disilaukan oleh Blackberry dengan tombol-tombolnya yang banyak. Apple kemudian datang dengan layar sentuh dan cukup menghadirkan satu tombol. Sejak itu, maka hanphone dengan banyak tombol pun mulai ditinggalkan konsumennya.

Di sisi lain, novelty hanyalah satu upaya perusahaan untuk memberikan kesenangan yang lebih kepada konsumen. Hal-hal yang sedikit saja ditambahkan oleh mereka untuk menarik minat pembeli. Misalnya, perusahaan membuat handphone dengan daya baterai yang lebih besar, layar lebih lebar, atau kapasitas memori yang lebih besar. Semua ini tidak mengubah apa pun, kecuali sedikit melakukan perubahan sesuai permintaan konsumen.

Dengan melakukan hal ini, maka novelty memang mampu mendongkrak penjualan sedikit, namun tidak pernah menghasilkan kesetiaan dari konsumen. Dengan mudah, pembeli dapat mencari produk yang menawarkan berbagai kesenangan lebih dari sebelumnya dan tak sungkan, mereka pun akan mengganti produk yang lama dengan yang baru.

Inovasi di sisi lain mampu menimbulkan kesetiaan, misalnya banyak orang rela antri berjam-jam setiap kali produk Apple terbaru muncul. Mereka ingin mendapatkan produk itu dan menjadi yang pertama memiliki keluaran terbaru tersebut. Hal ini terjadi karena kesetiaan mereka pada Apple telah tumbuh sebelumnya.

Itulah enam teknik yang biasa dilakukan perusahaan untuk mendongkrak penjualan dengan cara melakukan manipulasi kepada konsumen. Setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam waktu singkat, memang mampu menaikkan keuntungan perusahaan, namun tidak untuk jangka panjang.

Konsumen lambat laun akan menyadari telah dimanipulasi oleh perusahaan. Mereka kemudian tidak percaya dan setia kepada satu perusahaan atau jenama tertentu.

Di sisi lain, perusahaan yang melakukan manipulasi akan menderita karena harus terus memutar otak untuk melakukan teknik yang lain lagi agar penjualan terus terjadi. Mereka pun tak jarang kecanduan pada satu teknik dan terjebak dalam lingkaran setan untuk menurunkan harga, mencari ahli, atlet atau artis yang sedang terkenal, menyebarkan ketakutan, dan menerapkan berbagai teknik lainnya yang ujung-ujungnya menguras dana mereka sendiri.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: