Kiat: Sukses Wawancara Kerja

Apakah Anda sudah bosan di kantor dan mulai berpikir untuk pindah kerja?

Sah-sah saja bila pikiran itu muncul, namun perlu dipersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin.

Katakanlah Anda sudah berhasil melewati tes awal. Setelah itu masih ada wawancara, satu tahap yang menurut banyak pelamar amat sulit dilewati.

Apa yang membuat seseorang sukses untuk menggapai impiannya?

Tampil beda dan memiliki keunggulan komparatif mungkin beberapa hal yang membuat Anda selalu berada di posisi terdepan. Hal ini termasuk dalam meraih karier dan mengungguli orang lain dalam mencari pekerjaan yang sesuai.

Ada beberapa trik atau strategi yang perlu dipersiapkan agar Anda sukses dalam melewati tahapan untuk mengejar karier yang diidam-idamkan, terutama untuk lolos wawancara kerja. Anda tidak bisa hanya bermodal nekat saja. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk menyimak beberapa kiat dari tim Jooble berikut ini.

Kesan pertama sangat menentukan

Ketika dipanggil untuk wawancara, seorang pewawancara dapat membuat keputusan mengenai diterima atau tidaknya Anda hanya dengan melihat sikap dan antusias saja. Pewawancara melihat mimik muka, cara menjawab pertanyaan, dan bagaimana mempersiapkan kelengkapan surat-surat yang dibutuhkan. Semua hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan layak atau tidaknya Anda untuk diterima. Oleh sebab itu, Anda perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Jangan berdusta

Biasanya, pewawancara akan menguji apa yang Anda cantumkan dalam CV, tapi informasi tersebut bisa saja dimanipulasi. Namun, membongkar manipulasi itu cukup mudah bagi pewawancara, misalnya dengan satu pertanyaan seperti kesuksesan terbesar apa yang pernah diraih atau kegagalan terburuk apa yang pernah dialami. Dari pertanyaan ini dan jawaban Anda, seorang pewawancara bisa mengetahui apakah Anda berbohong atau tidak.

Siasati pertanyaan sepele

Kadangkala pewawancara suka menanyakan sesuatu yang sepele dan tak berhubungan sama sekali dengan pekerjaan yang Anda inginkan. Kenapa hal ini ditanyakan? Pewawancara biasanya ingin melihat kepintaran dan kecerdasan Anda melalui hal-hal yang tampaknya sepele. Sebagai contoh pada pertanyaan berikut ini, ‘Apakah lukisan itu cocok terpajang di ruang ini?’ Jawaban Anda akan memberi petunjuk kepada pewawancara mengenai tingkat kecerdasan Anda.

Mengetahui sedikit profil perusahaan

Mengetahui serba sedikit informasi tentang perusahaan yang Anda lamar bisa menjadi langkah yang menentukan. Akibatnya, manakala Anda ditanya tentang perusahaan itu, Anda mampu memberikan jawaban yang memuaskan.

Menjawab dengan plesetan ringan

Tidak semua pertanyaan harus dijawab secara serius. Kesan akrab dan cair yang Anda harapkan akan hilang apabila terlalu tegang. Namun, hal ini perlu dicermati dan berhati-hati dalam melakukannya. Sebab, apabila Anda melakukannya dengan benar bisa menjadi nilai lebih. Namun di sisi lain, bila terlalu santai atau penuh dengan plesetan akan menimbulkan kesan bahwa Anda tidak serius.

  1. Hati-hati dengan jebakan

Terkadang pewawancara memberikan pertanyaan jebakan. Apabila Anda keliru dalam melakukan gerakan atau menjawab pertanyaan jebakan, maka akibatnya bisa fatal. Hal ini memang terlihat sepele, namun bagi pewawancara yang cermat dan teliti, hal tersebut bisa menentukan layak atau tidaknya Anda diterima di perusahaan. Oleh sebab itu, Anda harus memperhatikan dan dan memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat.

  1. Atur bahasa tubuh

Menurut pakar komunikasi, lima puluh lima persen kesuksesan wawancara tergantung pada bahasa tubuh Anda. Rerefleksi diri Anda yang sebenarnya dapat tampak melalui beberapa hal seperti memelihara kontak mata, tersenyum, serta mengatur posisi tubuh dan tangan. Anda pun mesti memerhatikan busana dan aksesori yang dipergunakan. Sebisa mungkin Anda perlu menjaga agar tidak terlihat terlalu santai dan mencolok, disarankan untuk memakai busana formal sekaligus tidak terlalu funky.

  1. Jangan terpengaruh oleh sikap pewawancara

Anda perlu berhati-hati dengan tipuan bahasa tubuh atau kesan yang ditimbulkan oleh pewawancara. Terkadang mereka akan berlaku sok hebat, bermuka sangar, atau memberi kesan dingin. Anda perlu mencoba untuk bersikap optimis dan berusaha menjawab semua pertanyaan dengan baik. Kesan pertama memang sangat penting, tapi yakinlah bahwa dengan berempati, maka semuanya akan berjalan lancar.

  1. Buat tindak lanjut setelah wawancara

Kebanyakan pelamar seringkali lupa untuk menanyakan tindak lanjut hasil wawancara yang baru dilakukan. Beberapa pertanyaan seperti meminta kepastian diterima atau tidak, kapan bisa mulai bekerja, atau cukup dengan mengirimkan sepucuk surat sebagai tanda terima kasih setelah diwawancara adalah beberapa hal yang bisa dilakukan. Apabila Anda melakukan hal ini, maka tentunya akan lebih menghargai perasaan pewawancara.


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *