Selamat Menempuh Hidup Baru

Ucapan ‘Selamat Menempuh Hidup Baru’ biasanya kita tuliskan kepada sepasang pengantin yang akan melangsungkan pernikahan. Namun, dari pengalaman menunjukkan bahwa ucapan tersebut tidak terbatas kepada peristiwa pernikahan semata, melainkan bisa juga disampaikan manakala setiap manusia mengalami peristiwa penting dalam hidupnya. Sebagai contoh, pada saat kelahiran, kematian, dan bahkan saat hari baru tiba pun ucapan tersebut layak untuk disampaikan.

Bulan Desember 2016 saya menjadi saksi dua peristiwa penting, yaitu pernikahan dan kematian yang kejadiannya tidak berselang terlalu lama. Pertama, pada 17 Desember, adik bungsu mengucapkan akad nikah untuk meminang seorang gadis menjadi istrinya. Kedua, pada 25 Desember, bapak mertua menghembuskan napasnya yang terakhir.

Kedua peristiwa tersebut menimbulkan kesadaran, bahwa ‘Selamat Menempuh Hidup Baru’ bukanlah monopoli peristiwa pernikahan saja. Sekali lagi, ucapan tersebut bisa disampaikan untuk berbagai keadaan dari yang penting hingga yang biasa saja.

Pernikahan

Saya dan adik bungsu terpaut sepuluh tahun, namun kami melakukan pernikahan pada usia yang berbeda. Rentang umur yang jauh dengan adik bungsu, menjadikan dia tetap seorang adik kecil bagi saya. Masih jelas di ingatan, saya ikut momong manakala dia masih bayi. Sekitar delapan tahun lalu pun, saya mencatat satu peristiwa penting manakala dia masuk ke SMA. Beberapa fakta ini membuat saya cukup terkejut manakala dia memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya. Sekadar perbandingan, saya berani menikah saat usia 27 tahun, sementara dia melakukannya empat tahun lebih muda. Keputusan ini layak mendapatkan apresiasi untuk keberaniannya memutuskan menikah di usia yang masih sangat muda.

Setiap pernikahan adalah pintu gerbang ke satu kehidupan baru. Oleh sebab itu, ‘Selamat Menempuh Hidup Baru’ pun saya sampaikan untuk adik saya.

Kini bersama dengan istrinya dia sudah dan akan menjalani hidup berumah tangga yang jauh berbeda jika dibandingkan kehidupannya saat masih bujang. Dia menghadapi tanggung jawab dan tugas berat untuk membina rumah tangganya.  Kewajiban yang semoga akan dirasa menyenangkan untuk dilakukan. Good luck!

Kematian

Sekitar seminggu setelah pernikahan adik bungsu, bapak mertua yang sakit selama satu bulan terakhir pun dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kematian sesuai dengan kepercayaan kami adalah pintu gerbang ke satu kehidupan yang baru, yaitu dari alam dunia ke alam kubur. Oleh sebab itu, meskipun terasa janggal, namun ‘Selamat Menempuh Hidup Baru’ pun saya sampaikan kepada Bapak Mertua.

Kini, tugas beliau di dunia telah selesai. Semoga diterima amalnya dan diampuni dosa-dosanya.

Setelah kematian, kehidupan baru pun harus dijalani oleh mereka yang ditinggalkan. Tak lagi memiliki Bapak, Papah, dan Kakung adalah yang saya, istri, dan anak-anak kami rasakan. Tidak ada lagi petuah bijak, tempat bertanya, bercerita hingga mengadu. Kini semua tinggal kenangan untuk diingat dan pesan-pesan untuk dijalankan. Sekali lagi, meskipun terasa aneh, namun ‘Selamat Menempuh Hidup Baru’ pun layak ditujukan kepada kami yang ditinggalkan. Diiringi dengan harapan semoga selalu tabah dan sabar menjalani kehidupan baru ini.

Peristiwa lain

Dua peristiwa penting itu telah menunjukkan bahwa ucapan ‘Selamat Menempuh Hidup Baru’ bisa diterapkan untuk hal-hal yang berbeda. Berikut ini, contoh lain bagaimana ucapan itu diterapkan untuk berbagai peristiwa.

Manakala seorang bayi lahir, maka yang lebih banyak mendapatkan ucapan adalah orang tuanya, misalnya ‘Selamat atas kelahiran putra/putrinya, semoga menjadi anak yang berguna.’ Sementara itu, si bayi yang lahir itu tak pernah mendapat ucapan. Jika ada ucapan untuknya, maka saya kira yang paling tepat adalah ‘Selamat Menempuh Hidup Baru’.

Ucapan ‘Selamat Menempuh Hidup Baru’ dengan demikian bisa menjadi ucapan sapu jagat. Sebagai contoh, manakala seseorang berulang tahun, berpindah kerja, berganti atasan, berganti kendaraan, bahkan menjalani hari baru adalah peristiwa kehidupan yang baru. Pada semua peristiwa tersebut, ucapan ‘Selamat Menempuh Hidup Baru’ cocok diterapkan.


 

One Reply to “Selamat Menempuh Hidup Baru”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *