Wrap Up Discussion 3: Bagaimana Menentukan Sumber Berita?

Selain sandang, pangan, dan papan, maka informasi kini juga menjadi kebutuhan primer. Informasi berperan untuk, beberapa di antaranya, menentukan perilaku dan tindakan kita. Sebagai satu sistem, maka manakala informasi yang diterima keliru, tindakan dan keputusan yang diambil pun tak jarang salah. Dari sini kita bisa melihat bahwa sumber informasi sangatlah penting.

Persoalannya, di tengah badai informasi di internet karena menjamurnya berbagai situs berita, mencari sumber informasi yang terpercaya menjadi satu tantangan tersendiri. Tulisan ini ingin menunjukkan bahwa sumber atau situs berita dengan awak media yang telah lebih dulu dikenal dapat meningkatkan tingkat kepercayaan pembacanya. Guna mengidentifikasi persoalan tersebut, maka saya membuat survei kecil-kecilan di Facebook. Cara yang ditempuh yaitu dengan menyebutkan beberapa situs berita alternatif dan menanyakan mana situs yang lebih sering dibaca serta apa alasannya. Di antara berbagai alasan tersebut, maka berikut ini dicoba diurutkan berdasarkan jawaban para narasumber.

Kedekatan dengan orang-orang di belakang satu situs berita

Beberapa narasumber menyebutkan bahwa mengenal punggawa di balik satu situs berita meningkatkan kepercayaan dan keinginan membaca situs tersebut. Hal ini disebutkan oleh Sya’rani, Almascatie, Aulia, Ratri, Hardi, Pamungkas, dan Dewayanto.

Isi

Beberapa narasumber menyebutkan mengenai isi satu situs dengan beberapa variasi. Sebagai contoh, Sya’rani menyinggung mengenai infografik, isi yang singkat, dan padat. Sementara itu, Bangsari mengemukakan alasan mengenai berita yang tidak biasa, artinya bukan arus utama. Sebagai contoh tulisan seperti masa kecil Indro Warkop.

Narasumber yang lain menekankan analisis dan kedalaman informasi. Sebagai contoh manakala Ratri mengungkapkan bahwa satu situs menggunakan referensi yang valid serta pemberitaannya objektif. Sementara itu Gunawan menyukai satu situs hobi sebab analisis dan opini disajikan dengan lebih dalam. Hal ini mirip dengan Rahmayanti yang menyukai indepth interview dan investigasi.

Beberapa narasumber juga menyukai situs yang menyajikan info-info ringan atau info serius, namun disajikan secara ringan dan ada unsur humor. Isu ini disebutkan oleh Dewayanto, Sya’rani, Sadhar, Rizkika, dan Hardi.

Share

Saat satu berita dibagikan di media sosial, maka jangkauan pembacanya menjadi lebih luas. Hal ini terbukti manakala beberapa narasumber mengakui membaca satu situs setelah dibagikan oleh orang lain melalui media sosial.

Situs Lain

Situs-situs berita yang telah mapan masih menjadi rujukan beberapa narasumber kendati trennya sepertinya mulai menurun. Sementara itu, situs yang mengutamakan kecepatan mulai ditinggalkan. Beberapa narasumber mengunjungi situs ini karena ingin mengetahui garis besar informasi atau peristiwa aktual apa yang terjadi. Namun, ada pula keluhan mengenai kuota yang cepat habis, berita yang terlalu cepat sehingga kurang akurat, tidak ada kedalaman, dan korporasi di belakang suatu media.

Penutup

Bagi saya, berbagai pendapat yang didapatkan dari beberapa narasumber tersebut sangat berharga untuk menentukan situs apa yang akan saya baca.

Sejujurnya, saya kurang suka membaca berita. Saya lebih memilih opini, sebab di sana sudah merangkum berita, ada analisis, dan bisa jadi menawarkan solusi. Memperoleh opini yang bagus agak rumit, namun bisa diawali dengan menentukan situs berita yang bagus pula.

Tidak lupa, saya pun selalu membaca halaman ‘about’ atau ‘tentang’ dari sebuah situs, bahkan terkadang membaca siapa saja orang-orang di belakang satu situs berita. Memang agak merepotkan, tetapi dari situ kepercayaan didapatkan.

Bagi situs berita, barangkali berbagai pendapat dari para narasumber itu bisa menjadi masukan. Sekadar merangkum, maka satu situs berita hendaknya tidak lupa untuk membagikan di sosial media, menulis dengan gaya tertentu, memasukkan unsur humor, menayangkan infografik, menyajikan kedalaman dan analisis, serta merekrut mereka yang telah dikenal luas oleh warganet di Indonesia.

Narasumber:

  • Rd Sya’rani – Blogger – Jogjakarta
  • Almascatie Al – Blogger – Ambon
  • Syaeful Bangsari – Blogger – Jakarta
  • Wenny Aulia – Blogger – Melbourne
  • Christin Rina Ratri – Blogger – Manchester
  • Anandita Puspitasari – Blogger – Bogor
  • Rudy Gunawan – Mantan Blogger – Jogja
  • Yudistira Mustikaning Bawana – Blogger – Jakarta
  • Ahmad Faisal Abdullah Hardi – Blogger – Tangerang
  • Kimi Rizkika – Blogger – Bandar Lampung
  • Ainun Nazieb – Blogger – Jakarta
  • Ajar Pamungkas – Blogger – Yogyakarta
  • Dewi K Rahmayanti – Blogger – Jakarta
  • Alexander Arie Sadhar – Penulis di mojok.co
  • Nugroho Dewayanto – Mantan Blogger – Malaysia

Picture: Pixabay


 

2 Replies to “Wrap Up Discussion 3: Bagaimana Menentukan Sumber Berita?”

  1. Beberapa narasumber juga menyukai situs yang menyajikan info-info ringan atau info serius, namun disajikan secara ringan dan ada unsur humor.

    Nah, ini maksudku. Sudah disimpulkan dengan baik. Halah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *