Diary: Masalah Pencernaan di Rantau

Gluten Intolerance

Sebagai seorang pelajar di rantau saya sering mengalami kesulitan mengenai makanan. Sebagai contoh menentukan menu makanan, belanja, memasak, kemudian makan. Argh, merepotkan sekali.

Jalan keluar yang biasa diambil adalah dengan memakan makanan yang itu-itu saja. Kriteria makanan itu adalah murah, cepat dan mudah penyajiannya.

Atas dasar kriteria itu, maka pilihan menu sehari-hari adalah:

Pagi: oat/porridge dicampur susu dan madu serta ditambah dengan telur goreng minumnya teh

Siang: burger yang isinya slice chicken, tomat, bayam, keju minumnya air putih

Malam: bebas, kebanyakan mi

Setelah menerapkan pola makan tersebut selama beberapa minggu, akibatnya adalah gluten intolerance. Ini adalah satu kondisi manakala jejaring usus dan sistem pencernaan kita sudah bosan dengan berbagai makanan yang mengandung gluten seperti oat dan burger.

Kembung dan perasaan tidak nyaman di perut adalah gejala yang paling umum dirasakan oleh penderita gluten intolerance. Selain itu, intensitas buang angin pun meningkat dan buang air besar yang tidak lancar. Sungguh merepotkan manakala Anda berada di lingkungan yang hening atau bersama dengan orang banyak hahaha.

Cara mengatasinya pun mudah, yaitu menghentikan memakan semua makanan yang mengandung gluten. Sebagai contoh yaitu dengan memakan nasi.

Konstipasi

Setelah memakan nasi, maka persoalan gluten intolerance pun teratasi. Namun, kini muncul masalah pencernaan yang lain, yaitu konstipasi alias susah buang air besar.

Penyebabnya karena kurangnya asupan serat di dalam makanan.

Semua ini terjadi karena saya jarang berganti menu makanan. Apabila satu jenis makanan dirasa enak serta cepat dalam penyajian, maka menu inilah yang saya pilih.

Sebagai contoh:

Pagi: nasi, telur ceplok, brokoli dan teh panas manis

Siang: nasi, sayur oseng kentang, wortel, jamur

Malam: mi, ayam, kentang goreng.

Cara mengatasinya mudah, yaitu dengan menambahkan serat di dalam makanan. Contohnya adalah dengan memakan muesli yang tidak mengandung gluten, mengganti telur ceplok dengan telur rebus, memakan lebih banyak sayuran dan buah.

Saat saya bercerita mengenai beberapa persoalan pencernaan yang terjadi kepada seorang kawan, dia bilang kamu sudah tua, hahaha.

Saya kira ada benarnya juga kata kawan saya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: