Kiat: Menikmati Awan

Di Facebook seringkali Anda temukan seseorang yang berbagi foto sedang piknik ke suatu tempat. Foto kawan Anda itu memiliki latar belakang bagus dan tidak akan ditemukan di tempat Anda.

Sekarang ini, bahkan teman-teman Anda sudah sangat girang dengan sekadar berbagi foto daerah-daerah tempat wisata dari satu website. Kesenangan itu makin meningkat saat tempat yang ditunjukkan adalah tempat asal, memilikii hubungan, atau sejarah dengan Anda.

Namun, sekadar berbagi foto tentu agak kurang menyenangkan untuk Anda, bukan? Bisa jadi Anda malah makin stres karena makin banyak berbagi foto tanpa pernah menginjakkan kaki ke sana.

Nah, bagaimana kalau Anda menerima tawaran berpiknik tanpa harus pergi jauh? Cukup di belakang rumah, di beranda, di parkiran kantor, atau di mana saja asal Anda masih bisa memandang langit.

Apakah Anda tertarik untuk melakukannya?

===

Adalah Awan di langit sana dan ini kisah tentangnya.

Awan seringkali dipandang dengan benci. Dihubungkan dengan mendung dan kemudian hujan. Sehingga manakala seseorang bersedih, istilah ‘wajahnya bak tertutup awan’ pun muncul.

Sejatinya awan begitu cantik.

Namun, karena awan bisa dijumpai di mana-mana, maka seringkali orang mengabaikannya. Mengabaikan kecantikan awan, kecuali manakala awan itu menutup cahaya matahari.

Kemudian orang pun memandang awan sebagai pengganggu, penghalang cahaya matahari, dan cacat pada langit biru yang indah.

Namun, ada pula yang memandang awan dengan mesra. Sebentuk nostalgia yang mengingatkan mereka pada masa muda. Saat mereka masih kanak-kanak dan sibuk memandang awan, menghubungkannya dengan berbagai bentuk yang telah dikenal.

Namun, setelah dewasa, kebanyakan mulai kehilangan imajinasi itu. Mereka mulai mengekang angan-angan itu.

Padahal, bisa saja mereka menemukan awan yang menarik dan kemudian menghubungkannya dengan berbagai bentukan yang menarik. Bisa juga mereka sedang mengalami peristiwa tertentu, jatuh cinta misalnya, dan bentukan awan pun mulai berubah sesuai dengan selera itu.

Konotasi buruk pada awan sangatlah tidak adil.

Awan adalah hal yang paling banyak mengalami perubahan dan puitis dari alam. Jika saja lebih banyak orang melihat ke awan, maka itu membantu menjaga mereka agar tetap membumi.

Di atas sana awan itu bergerak dengan sangat cepat hingga ratusan kilometer per jam. Namun, dari bumi manusia melihat pergerakannya perlahan-lahan, selayaknya awan.

Melihat awan berarti memperlambat ritme, menenangkan, seperti meditasi.

Berbagai bentuk awan akan ditemukan di langit sana. Melihat awan adalah hiburan paling egaliter yang pernah ada. Hampir semua orang dapat menikmatinya, gratis.

Awan dengan bentuk yang indah itu mengingatkan kepada kita, bahwa keindahan dapat ditemukan dalam hal sehari-hari yang sederhana.

Tak perlu berlari ke ujung dunia untuk menemukan bentukan yang indah ini. Cukup melangkah keluar, ke tempat favorit di sekitar rumah dan memandang awan. Memerhatikan kesederhanaannya, kesehariannya, kebiasaannya, yang bisa jadi banyak orang melewatkannya.

Cloudspotting, aktivitas melihat awan ini memang tanpa tujuan tertentu. Namun, justru di sinilah menariknya. Tanpa tujuan dan kepentingan tertentu ini menjadi sangat penting.

Dunia yang ada dan apa yang disaksikan sekarang ini barangkali terbatas pada layar-layar monitor. Namun demikian, terasa begitu sibuknya, begitu menekan, dan terkadang membingungkan.

Manakala seseorang disibukkan dengan berbagai hal biasa seperti mencari nafkah, menulis email, mengupdate facebook, atau menulis twitter, maka melihat awan sama saja dengan tidak melakukan sesuatu.

Kadang, seseorang perlu alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Dia perlu melambatkan ritme dan merasakan waktu berjalan. Tidak perlu memikirkan apa yang harus dan akan dilakukan.

Melihat awan berarti ‘di sini’ dan ’saat ini’ membiarkan fantasi mengembara, melarikan diri dari kesibukan sehari-hari.

Kegiatan ini bagus untuk kita, perasaan kita, kreativitas kita, dan jiwa kita.

====

Anda dapat menyaksikan paparan Gavin Pretor-Pinney di sini:

====

Anda bisa melihat foto berbagai awan yang sangat indah dan bergabung menjadi anggota Cloud Appreciation Society yang memiliki ribuan anggota di lebih dari 100 negara di dunia. Mereka mengirimkan dan berbagi foto tentang awan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *