10+ Langkah Menjadi Penulis Buku

Menjadi Penulis Buku

Menjadi penulis buku seperti Pramoedya, Arswendo, atau Dewi Lestari  sangat membanggakan, bukan? Apakah Anda juga ingin menjadi penulis buku?

Saat ini siapa saja bisa menjadi penulis karena kehadiran internet membuka kesempatan itu kepada semua orang.

Hasilnya pun sungguh menggembirakan saat laman-laman baru di internet bermunculan bagaikan cendawan di musim penghujan.

Berbagai website tersebut bisa dimiliki oleh perseorangan, misalnya blog; sekelompok orang dengan ide yang sama dan mengusung tema tertentu, misalnya situs semacam mojok; atau berbagai situs berita online yang dikelola secara lebih serius dan melibatkan lebih banyak orang.

Barangkali Anda tertarik untuk berkecimpung dalam riuhnya dunia internet tersebut, atau bisa jadi Anda malah sudah bosan dengan segala dinamika di intenet dan ingin mencoba tantangan baru dalam menulis.

Hmmm…. Bagaimana dengan menulis buku? Apakah Anda tertarik melakukannya?

Continue reading “10+ Langkah Menjadi Penulis Buku”

Tips Fotografi Essay dengan Steller

Pertama kali mengetahui Steller adalah dari kawan-kawan di Twitter. Mereka heboh karena baru saja bergabung dengan layanan aplikasi ini. Agar kekinian, saya pun tak ingin ketinggalan untuk ikut serta dalam gempita Steller tersebut.

Bagi Anda yang suka dengan fotografi, maka sudah selayaknya ikut serta bermain-main dengan Steller. Di sana, tidak hanya menampilkan foto atau video, namun lebih dari itu. Anda bisa menggabungkan foto atau video yang dimiliki dengan cerita. Steller kemudian menjadi ‘photo essay’. Dari tulisan Ndoro Kakung photo essay adalah gabungan antara fotografi dan jurnalisme.

Lalu, bagaimana bermain-main dengan Steller?

Continue reading “Tips Fotografi Essay dengan Steller”

Tentang Jawaban Menunggu

Menunggu itu, seperti sebentuk tanya tanpa jawab.

Ini ellipsis penanda menunggu
Ellipsis

Dan jawaban, terkadang berupa berita yang berakhir dengan titik atau perintah yang ditutup dengan tanda seru. Ah, itu ternyata belum seberapa, karena satu ketika kamu akan bertemu dengan tanda tanya lagi, begitu berulang-ulang.

Namun, tahukah apa yang paling menyedihkan? Yaitu bila elipsis yang kamu jumpai, hanya bentukan sunyi yang harus kamu isi sendiri.


 

Review Buku: Taj

Novel Taj

“Bibirmu, terasa begitu manis.” Kata Shah Jahan

“Ini hanya manis untukmu, kekasihku, untuk orang lain: rasa pahit yang akan ditemui.” Arjumand Banu menjawab dengan mata yang berbinar.

Pasti semua pun tahu bahwa keduanya baru saja berciuman. Ciuman terlarang seperti juga cinta mereka yang tak direstui oleh Padishah, Sang Sultan. Jahangir, Sultan Mughal India ayah dari Shah Jahan berpikir jauh ke depan. Putranya adalah putra mahkota. Hidupnya bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun untuk seluruh bangsa, semua negeri di bawah panji-panji Mughal.

Perkawinan politik kemudian terjadi. Continue reading “Review Buku: Taj”

TED: Menikmati Awan

Fish in the sky

Di Facebook seringkali Anda temukan seseorang yang berbagi foto sedang piknik ke suatu tempat. Foto kawan Anda itu memiliki latar belakang bagus dan tidak akan ditemukan di tempat Anda.

Sekarang ini, bahkan teman-teman Anda sudah sangat girang dengan sekadar berbagi foto daerah-daerah tempat wisata dari satu website. Kesenangan itu makin meningkat saat tempat yang ditunjukkan adalah tempat asal, memilikii hubungan, atau sejarah dengan Anda.

Namun, sekadar berbagi foto tentu agak kurang menyenangkan untuk Anda, bukan? Bisa jadi Anda malah makin stres karena makin banyak berbagi foto tanpa pernah menginjakkan kaki ke sana.

Nah, bagaimana kalau Anda menerima tawaran berpiknik tanpa harus pergi jauh? Cukup di belakang rumah, di beranda, di parkiran kantor, atau di mana saja asal Anda masih bisa memandang langit.

Apakah Anda tertarik untuk melakukannya?

Continue reading “TED: Menikmati Awan”

Kenapa GIS Luar Biasa? 

Setiap orang membutuhkan informasi ‘di mana’. Pada satu berita, harus ada informasi ‘di mana’-nya. Saat ada diskon besar-besaran, perlu informasi ‘di mana’. Ketika ada tempat makan atau ngopi yang baru, maka ‘di mana’ itu pun akan menyeruak.

Setelah informasi ‘di mana’ didapat, maka orang kemudian akan bertanya ‘bagaimana menuju ke sana?’ Ini bisa saja dari rumah, kantor, atau di mana pun posisi Anda saat ini.

Kini, dengan adanya telepon pintar yang sudah dilengkapi dengan GPS, kedua pertanyaan di mana dan bagaimana itu bisa dengan mudah dijawab. GPS yang dibenamkan di telepon pintar sudah sama pentingnya dengan jaringan komunikasi yang ada pada telepon itu sendiri.

Semua hal itu, informasi di mana, bagaimana, begitu juga dengan GPS adalah contoh-contoh pemanfaatan GIS. Selain yang sudah disebutkan, masih banyak lagi penggunaan GIS dalam kehidupan sehari-hari dan di berbagai sektor.

Populasi penduduk

Sumber: www.petatematikindo.wordpress.com

Dengan GIS informasi persebaran penduduk dapat dengan mudah dilihat. Informasi ini sangat bermanfaat untuk berbagi bidang yang terkait, seperti bisnis, tata ruang, sosial kemasyarakatan, hingga penanggulangan bencana.

Bisnis

Sumber: http://www.franchiseopportunitiesjournal.com

Dengan bantuan berbagai perangkat, data, dan informasi yang tergabung dalam satu sistem GIS, maka bisa jadi bisnis Anda akan lebih berhasil. Ini berkaitan dengan poin sebelumnya mengenai populasi penduduk. Sebagai contoh, Anda membuka toko tentu harus memilih lokasi yang pasarnya bagus, misalnya lokasi dengan kepadatan penduduk tinggi. Sebaliknya, saat Anda membangun peternakan, tentu dipilih lokasi yang jauh dari permukiman, namun dekat dengan sungai atau jalan. Nah, GIS dapat membantu Anda dalam pemilihan lokasi semacam ini.

Perencanaan

Sumber: http://denpasarkota.go.id

Perencanaan di sini bisa berupa tata ruang, penggunaan lahan, atau pun infrastruktur. Barangkali Anda sering merasa ada yang keliru dengan penataan ruang di satu kota. Misalnya saja di bagian tertentu terlalu banyak pertokoan besar yang berdampingan dengan pasar tradisional dan terminal. Seandainya GIS digunakan dalam perencanaan kota, maka keruwetan semacam itu bisa dihindari. GIS akan memperlihatkan areal kota secara keseluruhan, kemudian menginformasikan di mana lokasi pasar, terminal, stasiun, pertokoan, dan lain-lain. Selanjutnya, perencana tinggal menentukan, mengarahkan, melarang, mengatur dan menata ruang-ruang lain di kota itu agar perkembangannya seimbang.

Penanggulangan Bencana

Sumber: http://geospasial.bnpb.go.id

GIS sangat membantu institusi yang berkepentingan untuk menyelenggarakan upaya penanggulangan bencana. Semua tahap dalam ‘lingkaran penanggulangan bencana’ yang terdiri dari tahap pra, saat, dan pasca bencana dapat medayagunakan kecanggihan GIS. Sistem ini membantu untuk melakukan monitoring (pengawasan) untuk mitigasi bencana, memetakan dampak bencana, hingga menghitung kerugian setelah bencana terjadi.

Selain berbagai manfaat GIS yang telah disebutkan di atas, masih banyak kegunaan lain dari sistem yang luar biasa ini. Sebagai contoh dalam bidang pertanian, kriminalitas, perhubungan, penelitian, dan masih banyak lagi.

Terjemahan: 12 Kebiasaan Pembunuh Produktivitas

Produktivitas
Productivity Source: http://www.lifehack.org/

Kebiasaan menentukan hidup kita. Agar hidup kita seimbang dalam jangka panjang atau memiliki karier yang bagus, maka kita perlu mengetahui beberapa kebiasaan yang tidak produktif.

Seringkali kita merasa sangat sibuk, namun sejatinya kita tidak mencapai banyak hal yang ingin kita gapai di awal tahun. Memang lebih mudah untuk terus berjalan daripada meluangkan beberapa menit untuk melakukan refleksi, mengevaluasi, dan merencanakan. Padahal apabila dapat melakukannya, maka akan diketahui beberapa hal yang perlu diubah untuk memperoleh produktivitas mingguan, bulanan, atau tahunan.

Ada satu masa yang tidak kita sadari sementara produktivitas kita begitu buruk. Ini menyangkut waktu yang diperlukan untuk memperhatikan beberapa kebiasaan yang dapat mengganggu produktivitas kita. Dua belas hal berikut ini, bisa jadi yang membunuh produktivitas tersebut.

1. Multi tasking

Multi-tasking berarti melakukan beberapa kerja berbeda pada waktu yang sama. Multi-tasking ini adalah kebiasaan yang buruk, namun sering terjadi, karena kurang disadari.

Bisa jadi dengan multi-tasking kita merasa lebih produktif, padahal kita bisa lebih berhasil di waktu yang singkat jika kita mengerjakan satu tugas dan fokus. Sebuah penelitian di Fast Company menunjukkan, bahwa diperlukan 23 menit 15 detik untuk kembali ke sebuah tugas setelah satu gangguan. Jadi, sebenarnya kita membutuhkan lebih banyak waktu dari yang seharusnya diperlukan.

Lebih banyak tidak selalu berarti lebih baik, bahkan pada banyak kasus kualitas seringkali mengalahkan kuantitas. Fokus pada satu hal menghasilkan lebih banyak capaian dan satu strategi yang baik.

2. Bekerja di antara inbox

Berapa kali kita mengecek email dalam sehari? Banyak sekali di antara kita yang sibuk membaca dan menjawab email sementara pekerjaan yang sebenarnya tidak kunjung selesai. Di samping itu, semakin banyak email yang kita kirim, semakin banyak pula yang akan kita terima. Tentukan batas dengan jumlah jam terbatas untuk membuka email dan taatlah pada ketentuan itu.

3. Tidak Mendelegasikan

Mencoba mengerjakan segalanya tidak baik untuk kita dan juga pekerjaan. Tidak perlu kita mengerjakan semuanya sendiri, carilah bantuan atau outsource jika mampu dan berkonsentrasilah pada apa yang paling mampu kita lakukan dalam satu hari.

4. Tidak tahu bagaimana berkata ‘tidak’

Warren Buffet satu kali berkata, “Kamu tidak bisa membiarkan orang lain menentukan agenda hidupmu.” Berkata ‘tidak’ berarti kita punya waktu untuk kebutuhan sendiri, ketimbang terus-menerus melayani orang lain.

5. Tidak mengevaluasi proses pekerjaan 

Jika perlu gunakan aplikasi di telepon pintar untuk mengetahui proses pekerjaan kita setiap harinya. Aplikasi-aplikasi tersebut membantu kita mengidentifikasi saat-saat kita tidak produktif dan diperlukan perubahan.

6. Bekerja terlalu lama tanpa istirahat

Satu saat, kita perlu beristirahat. Dengarkan suara dari tubuh kita dan lakukan penyegaran dari kelelahan. Sebab, kita hanya bisa fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu tertentu saja (maksimal 90 menit). Bagilah pekerjaan-pekerjaan yang panjang menjadi bagian-bagian kecil (20-30 menit).

7. Bekerja tanpa rutinitas

Bekerja rutin sangat penting agar pikiran kita senantiasa produktif. Tanpa rutinitas, kita akan membuang waktu untuk memulai sementara seharusnya kita sudah bekerja.

8. Mengisi ‘to-do list’ dengan terlalu banyak tugas

Jangan berlebihan dan mengisi ‘to-do list’ dengan begitu banyak tugas. Kita tak akan mampu menyelesaikan semua itu dalam satu hari kerja dan merasa tertekan karena seakan-akan tidak produktif. Manakala semuanya sudah berlebihan, maka kita berada dalam masalah, stress adalah satu di antaranya.

9. Kebiasaan selalu terkoneksi

Jika kita selalu terhubung dengan telepon pintar, email, Twitter, Facebook, LinkedIn, maka bisa jadi kita akan terganggu dengan berbagai notifikasi atau informasi dan lupa pada tujuan sendiri. Putuskan hubungan dengan semua media itu dan lihatlah produktivitas kita meningkat.

Telepon pintar barangkali adalah pembunuh produktivitas di semua waktu. Banyak orang tampaknya tidak bisa lepas dari telepon pintarnya. Jika kita selalu online, maka ada gairah untuk selalu update untuk hampir semua hal. Jika kita bisa meletakkan telepon pintar atau mematikannya di kantor untuk sejenak, lihatlah dampaknya pada diri dan pada level produktivitas kita.

10. Kebiasaan membaca berita

Batasi waktu untuk membaca atau menonton berita. Kritis dan berpikirlah pada apa yang kita lihat. Pilih media yang berkualitas, berhenti mengeklik judul yang heboh dan berita yang pendek. Bacalah tulisan yang berkualitas atau blog para ahli yang kita pilih.

11. Keraguan

Masalah yang biasanya terjadi adalah kita memiliki daftar pekerjaan (to-do) yang panjang, namun tidak tahu mana yang harus dikerjakan lebih dahulu selepas sebuah pertemuan. Prioritaskan pada apa yang harus benar-benar diselesaikan pada hari itu dan lakukan segera.

12. Tidak menggunakan metode terbaik

Selalu ada cara yang lebih baik dan lebih pintar untuk mengerjakan sesuatu. Jangan terlalu banyak berkreasi karena waktu adalah yang paling penting dan tidak seharusnya dibuang-buang. Temukan metode terbaik dan pakai terus!

Sumber dari sini

Terima kasih sudah membaca dan silakan dibagikan melalui jejaring sosial Anda, sehingga bisa bermanfaat untuk orang lain. Temukan informasi lain dari saya dengan berteman di facebook atau