Review: Troy

The-City-book-616x399

Novel Troy karya David Gemmel sangat menyenangkan dibaca. Keingintahuan yang muncul di tiap lembar halamannya membuat pembaca enggan berhenti. Lama sekali saya tidak membaca novel dengan penuh semangat seperti saat menikmati Harry Potter atau saat pertama kali membaca novelnya Dan Brown.

Kendati demikian, Troy menawarkan kelindan persoalan yang berbeda melalui garis besar cerita yang barangkali sudah akrab dengan para pembaca. Cerita mengenai kepahlawanan dari para tokohnya untuk mempertahankan sebuah kota ‘Troy’ dari serbuan musuh. Tokoh-tokoh yang terlibat diperkenalkan satu demi satu dan konflik di antara mereka pun dibangun perlahan-lahan. Namun, semua itu berkaitan dengan ancaman penyerbuan dan upaya mempertahankan Troy.

David Gemmel sungguh piawai dalam membangun cerita, namun yang menarik adalah bagaimana dia membingkai tiap tokoh yang terlibat. Tokoh-tokoh itu selain lengkap dengan berbagai prestasi, keberanian, pengorbanan, kepemimpinan dan kebesaran-kebesaran yang lain, masing-masing juga memiliki latar belakang, cerita sedih, ambisi, dan emosi yang dipendam-pendam. Tiap tokoh dalam Troy memiliki kisahnya sendiri yang membuat mereka bukan super hero yang tidak bisa diindera, mereka hanya manusia biasa lengkap dengan segala kejayaan dan penderitaannya.

troy_trilogy

Beberapa sosok di Troy hidup dengan membawa beban masa lalu. Ada yang disepelekan oleh ayahnya dan ada pula yang mengalami kekerasan seksual dari orang terdekat. Sosok lain seakan-akan hidup dari kenangan buruk saat melihat saudarinya diperkosa. Tokoh lain lagi ingin mengubah citra, dari raja perampas kota nan kejam menjadi sosok yang netral dan tak punya musuh.

Di sisi lain, banyak pula sosok yang khawatir dengan masa depan. Seorang raja yang menghadapi senja kala, namun berlagak seolah-olah masih mampu menggenggam dunia. Kekasih yang mengejar cintanya agar kenangan masa lalu bisa terulang kembali. Permaisuri yang sakit-sakitan dan terus-menerus mengenang masa kejayaannya.

Di tengah itu semua, ada satu tokoh yang istimewa. Dia mampu meramalkan apa yang akan terjadi dan biasanya akan memberikan peringatan sehingga orang lain akan bersiap-siap. Namun, kemampuannya tersebut justru diragukan oleh orang-orang terdekatnya dan itu sungguh menyakiti hatinya.

Semua tokoh di Troy memiliki perannya masing-masing. Tidak peduli dia raja, prajurit, atau pelayan. Banyak raja yang justru diingatkan oleh tingkah laku para prajurit dan pelayannya. Di tengah manusia sederhana itu, seperti biasa kejujuran, keberanian, dan kerelaan untuk berkorban justru dirawat.

Apakah Anda sudah mulai tertarik dengan para tokoh tersebut? Sengaja memang saya tidak menyebutkan nama dari para tokoh untuk membuat Anda penasaran. Namun, bila Anda sudah pernah membacanya, dapatkah Anda menebak siapa sosok-sosok yang saya maksud di atas?

Dan… selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: