Kiat: Agar Kita Bahagia

Happiness-is-not-the-absensce-of-problems

Apakah bahagia itu ketika Anda memakan menu kegemaran seperti es krim atau coklat?

Bagaimana kalau kita lipat gandakan jumlah es krim atau coklat itu? Katakan saja Anda mesti menghabiskan satu kotak es krim atau sepuluh batang coklat di waktu yang sama. Di sini, barangkali Anda tak lagi bahagia.

Saya banyak membaca, mendengar, dan melihat presentasi tentang kebahagiaan. Secara umum, para penulis dan pembicara itu memberikan kiat-kiat atau tips bagaimana agar kita bisa bahagia.

Saya mencoba mempraktikkan beberapa di antaranya. Hasilnya memang saya bahagia. Berarti betul apa yang disarankan oleh para penulis dan pembicara itu.

Bagaimana kalau saya tidak melakukan kiat yang ada di sana, apakah kemudian menjadi sedih? Rupanya tidak demikian, sebab kadang kita bahagia karena satu hal dan di lain waktu hal yang sama tersebut tidak terasa membahagiakan. Di sini berarti kebahagiaan itu naik turun dan bergantung pada banyak hal.

Satu pelajaran yang saya ambil dari mempraktikkan semua kiat tentang kebahagiaan itu adalah, kita merasa bahagia bila berhasil melakukannya.

Bila Anda barangkali tertarik agar bisa bahagia, maka syaratnya adalah dengan melakukan apa yang disarankan. Anda tidak bisa sekadar mengetahui bagaimana menjadi bahagia tetapi tidak melakukan apa yang disarankan. Antara mengetahui dan melakukan adalah dua hal yang sangat berbeda.

Singkatnya, praktik hidup bahagia memegang peranan penting agar Anda ‘benar-benar’ bahagia.

Adakah di antara banyak tips mengenai kebahagiaan yang sudah Anda praktikkan?

Image credit: http://www.lifehack.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *