Refleksi: Hukuman Bagi yang Rakus

Pennytown_Ponds_-_geograph.org.uk_-_228152

Pada suatu masa, tersebutlah sebuah kolam yang ditinggali banyak ikan.

Siang itu pemancing datang dan mulai memancing sambil membaca buku. Duduk memancing dari siang sampai sore dan tanpa susah payah dia memperoleh banyak sekali ikan. Senanglah hatinya dan sudah dibayangkan senyum mengembang di bibir istrinya juga tawa di wajah anak-anaknya saat nanti menatap ikan goreng di meja makan terhidang bersama sambal kegemaran.

Keesokan harinya pemancing itu datang lagi bersama dengan adiknya. Mereka berdua sibuk memancing dan pulangnya mendapatkan banyak sekali ikan.

Di rumah, ikan yang kemarin belum lagi habis dan kini sudah mendapatkan tangkapan baru lagi. Agar tidak mubazir, maka dibagi-bagikan ikan itu ke para tetangga.

Ada seseorang yang penasaran dan ingin mendapatkan ikan sendiri agar bisa terpuaskan hatinya. Maka, orang itu pun memohon kepada pemancing pertama untuk ikut pergi ke kolam. Rupa-rupanya bukan hanya seorang yang ingin ikut memancing, namun banyak sekali yang berminat.

Kolam itu kini menjadi ramai dengan para pemancing yang sibuk berharap umpannya dimakan oleh ikan. Mereka duduk terpisah, setiap orang memiliki area pancing sendiri-sendiri.

Tapi ikan tidak bisa diatur, dia berenang ke sana dan kemari. Sekali waktu satu lokasi mendapatkan banyak ikan, di masa yang lain lokasi itu pun sepi tak ada ikan.

Para pemancing di kolam itu pun mulai sibuk memperebutkan area favorit. Banyak usul disampaikan, ada yang setuju tapi ada pula yang enggan berpindah. Di sini konflik mulai timbul di antara mereka.

Ikan di kolam lama kelamaan pun menipis jumlahnya karena tiap hari dipancing. Semakin banyak pemancing yang datang justru semakin sedikit ikan yang tersedia. Ujungnya konflik di antara para pemancing semakin sering terjadi.

Kelangkaan ikan pula yang menyebabkan para pemancing gelap mata. Tanpa pandang bulu mereka memancing apa saja mulai dari yang besar sampai dengan anakan ikan yang masih kecil. Hingga akhirnya tak ada satu pun ikan yang bisa dipancing. Ikan di kolam itu sudah habis karena tak ada yang sempat bertelur sebab semua berpindah ke penggorengan dan piring di atas meja makan para pemancing.

Anda masih ingat pemancing yang pertama tadi?

Apa yang ada dalam benaknya sekarang?

Credit picture: https://commons.wikimedia.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *