Kiat: BerKomunikasi Agar Orang Lain Paham

96265234-680A-4D2E-8666-2326958E83F4

Dalam berkomunikasi, seringkali kita kesulitan memberikan pemahaman kepada orang lain. Misalnya saja saat kita membicarakan sebuah pohon A, orang lain menerima informasi tersebut   sebagai pohon B.

Terkadang, situasi tersebut benar-benar menyebalkan, bukan?

Guna memberikan pemahaman kepada orang lain, ada baiknya kita mengetahui bagaimana diri kita mengubah satu informasi mulai dari menerima informsi tersebut hingga menyampaikannya.

Pada awalnya adalah dunia di luar kita dan berbagai kejadian yang terjadi di sana. Menggunakan indera, terutama penglihatan dan digabung dengan berbagai indera lain kita menerima informasi awal dari luar tersebut.

Diam-diam, dari informasi itu kemudian otak atau diri kita melakukan penyaringan (filter). Akan disaring informasi tersebut menjadi diterima, dikelompok-kelompokkan atau dibuang. Semua ini dilakukan dengan berdasarkan pada nilai-nilai, pengalaman, kepercayaan, ingatan, dan berbagai hal lain yang sudah kita miliki sebelumnya.

Satu informasi yang lolos dari penyaringan ini akan diolah lagi menjadi pemahaman internal dan menjadi satu pernyataan. Perlahan-lahan, informasi tersebut akan terus mengendap dan menjadi satu sikap atau perilaku.

Dengan melihat proses tersebut di atas, maka sangat penting untuk menyampaikan satu hal sesuai dengan pemahaman lawan bicara kita. Agar apa yang kita sampaikan itu cocok dan sesuai dengan pemahaman yang sudah terlebih dahulu ada pada diri lawan bicara.

Memahami semua proses ini sangat penting apabila Anda adalah seorang pembicara, pengajar, penulis atau apa pun yang sering harus berada dalam situasi untuk berbagi ide dengan orang lain.

Bukan hanya itu, dengan memahami proses ini diharapkan Anda akan bersabar manakala menemui orang yang sangat sulit diberi pemahaman. Barangkali bukan informasi yang Anda sampaikan keliru, namun karena nilai-nilai yang ada dalam diri orang itu tidak sesuai dengan informasi baru tersebut dan kemudian ia akan mencoba untuk menyaring, bahkan menolaknya.

Pada akhirnya komunikasi rasa-rasanya adalah proses yang tidak mudah dan perlu kesabaran.

Selamat berkomunikasi dan jangan lupa untuk bersabar ya. Hehe

Sumber gambar dari sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *