Menulis: Kiat Menulis dari William Zinsser

williamzinsser

William Zinsser adalah seorang jurnalis dan penulis non fiksi. Dia memulai kariernya di New York Herald Tribune pada 1946. Selain penulis, dirinya juga dikenal sebagai seorang guru. Karyanya yang terkenal adalah On Writing Well, rujukan yang handal bagi tiga generasi penulis, wartawan, editor, guru dan juga para murid.

Berikut ini adalah beberapa kutipan dari On Writing Well yang barangkali dapat bermanfaat bagi Anda. Selamat membaca.

Rahasia menulis yang bagus adalah dengan mencopot setiap kalimat hingga tinggal komponen utamanya saja. Hal ini berarti menghilangkan setiap kata yang tak berarti, setiap frasa yang panjang menjadi pendek, kata keterangan yang tak perlu semuanya adalah beberapa hal yang justru melemahkan kalimat.

Menulis adalah kerja keras karena kalimat yang bagus tidak timbul dari satu kebetulan. Sangat sedikit kalimat yang pertama kali keluar langsung benar, bahkan bisa jadi hingga tiga kali pun masih dirasa kurang tepat. Jika Anda merasa bahwa menulis itu satu pekerjaan yang berat, memang begitulah kenyataannya.

Penulis akan menjadi sangat natural bila menggunakan sudut pandang orang pertama. Sebab menulis adalah proses yang sangat intim antara dua orang, dibantu media kertas–atau apa pun itu–dan akan sangat bagus bila tetap mempertahankan sisi kemanusiaan penulisnya.

Menulis merupakan proyek percontohan. Jika seseorang bertanya bagaimana saya belajar menulis, maka saya akan menjawab dengan cara membaca karya pria atau wanita yang telah menulis dengan gaya seperti yang ingin saya lakukan dan mencoba mencari tahu bagaimana mereka melakukan itu.

Harap juga diingat, manakala Anda memilih kata dan menggabungkannya, perhatikan bunyi yang timbul bila kalimat itu dibaca. Memang terdengar aneh, karena para pembaca menggunakan mata. Namun, pada saat yang sama mereka juga mendengar apa yang mereka baca.

Anda belajar menulis melalui menulis. Satu-satunya jalan saat belajar menulis adalah memaksa diri Anda untuk memproduksi serangkaian kata secara teratur dan konsisten.

Satu karya non fiksi yang sukses ditandai oleh pembaca yang terprovokasi pada satu pengetahuan atau pemikiran baru yang belum pernah dimiliki mereka sebelumnya. Ingat, bukan dua, tiga, hingga lima pemikiran, namun hanya satu. Jadi, tentukan satu saja pesan yang ingin Anda sampaikan ke benak pembaca.

Kalimat yang paling penting dalam satu artikel adalah kalimat pertama. Jika kalimat tersebut tidak membuat pembaca melanjutkan ke kalimat berikutnya, maka matilah Anda. Pun jika kalimat kedua tidak membuat pembaca melanjutkan ke kalimat ketiga, hal yang sama pun akan terjadi pada Anda.

Manakala Anda siap untuk berhenti, maka berhentilah menulis. Saat Anda sudah menyampaikan seluruh fakta dan juga selesai dengan poin-poin yang ingin disampaikan, segeralah cari jalan keluar untuk mengakhiri tulisan tersebut.

Banyak penulis yang lelah dengan pemikiran adanya kompetisi dengan orang lain yang juga mencoba menulis bahkan mungkin lebih baik. Lupakan kompetisi tersebut dan teruslah melangkah, Anda hanya berlomba dengan diri sendiri.

Menulis ulang adalah esensi dari menulis yang baik. Inilah titik penting di mana satu pertandingan dapat dimenangkan atau dikalahkan. Ide tersebut memang susah diterima sebab kita selalu merasa sayang dengan draft pertama, kita sulit menerima karya tersebut tak sempurna. Padahal sejatinya memang karya tersebut tak 100% sempurna.

Tak ada satu topik tulisan yang tak boleh Anda tuliskan. Para murid acap kali menghindari topik yang berkaitan dengan hati karena mereka berprasangka bahwa para guru akan menganggap itu sebagai topik yang bodoh. Sesungguhnya tak ada wilayah dalam hidup yang bodoh bila seseorang menganggapnya serius. Jika Anda mengikuti perasaan Anda, maka akan menjadi tulisan yang bagus dan menarik minat para pembaca.

Undanglah orang untuk bicara, belajarlah membuat pertanyaan yang akan mengungkap sisi apa yang paling menarik atau paling jelas dalam hidup mereka. Tak ada yang begitu nyata dibandingkan saat seseorang menceritakan apa yang mereka pikirkan atau lakukan dengan bahasa mereka sendiri. Kata atau kalimat mereka akan selalu lebih bagus daripada kalimat Anda.

Komoditas yang saya miliki sebagai seorang penulis adalah diri saya sendiri. Pun demikian dengan Anda, komoditas itu adalah diri Anda sendiri. Jangan ubah nada Anda agar sesuai dengan subjek tulisan. Kembangkanlah satu suara yang akan membuat pembaca mengenali diri Anda saat mereka ‘mendengar’ di tiap halaman.

Ingatlah bahwa penghayatan terjadi pada arus yang dalam. Hal itu menggerakkan kita dengan berbagai hal yang tak terungkapkan, menyentuh sisi-sisi terdalam yang sudah kita ketahui melalui bacaan, agama, adat-istiadat kita.

Menulis adalah pekerjaan yang sepi sehingga saya harus tetap ceria. Jika saya menemukan hal yang lucu saat menulis, saya tuliskan untuk menyenangkan diri sendiri. Jika satu hal saya anggap lucu, maka dugaan saya orang lain pun akan menganggapnya lucu dan itulah hari yang baik untuk bekerja.

Seluruh kalimat Anda yang telah jelas dan menyenangkan akan berantakan manakala Anda lupa bahwa menulis adalah proses yang linear dan berurutan. Logika tersebut ibarat lem yang mengikat seluruh bagian. Oleh karena itu, maka ikatan tersebut harus senantiasa terjaga antar kalimat, antar paragraf, bahkan antar bab. Narasi yang tersaji kemudian niscaya akan menarik para pembaca ke dalam pusaran cerita tanpa ada kejutan yang berarti.

Berpikirlah sederhana. Jangan mengacak-acak masa lalu Anda atau keluarga untuk mencari episode yang Anda pikir penting untuk ditampilkan dalam tulisan. Lihatlah pada satu kejadian kecil yang masih terekam jelas dalam ingatan. Jika Anda masih teringat, maka itu terjadi karena peristiwa tersebut mengandung kebenaran universal yang akan dikenali oleh pembaca dari pengalaman mereka sendiri.

Carilah cara untuk meringankan tulisan Anda sehingga dapat menghibur. Biasanya ini berarti memberikan pembaca satu kejutan yang menyenangkan. Banyak cara untuk melakukan hal itu, bahkan bisa jadi nanti menjadi gaya Anda. Manakala seseorang menyukai gaya seorang penulis, sejatinya dia sedang menyukai pribadi penulis yang tersaji di kertas.

Jika Anda ingin menulis lebih baik daripada orang lain, pertama kali Anda harus INGIN menulis lebih baik daripada orang lain. Anda harus bangga pada tiap detil yang ada pada hasil karya Anda. Selanjutnya, Anda pun harus bersedia untuk mempertahankan hal itu dan tidak berkompromi dengan para editor, agen, dan penerbit yang sudut pandanganya barangkali berbeda dengan Anda, yang standardnya tak setinggi Anda.

Sumber tulisan dari sini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: