Kepemimpinan: Tiga Hal Terpenting Bagi Pemimpin

Apakah tiga hal yang paling penting bagi seorang pemimpin?

Dalam tulisan berikut ini, Guy Kawasaki menjawab pertanyaan tersebut.

Menurut Kawasaki, tiga hal paling penting yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin adalah:

  • Empathy
  • Honesty
  • Humility

Empathy
Diartikan sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi atau memahami situasi yang harus dihadapi oleh orang lain, termasuk juga perasaan mereka. Empati adalah kemampuan khas yang dimiliki oleh seorang manusia.

Seorang pemimpin perlu mengetahui kebutuhan mereka yang dipimpin agar tercipta efektivitas.

Beliau juga harus dapat membedakan antara empati dan simpati. Empati dalam hal ini berarti bahwa seorang pemimpin dapat mengapresiasi, menghormati, dan memahami berbagai hal yang dialami oleh orang lain.

Sifat empati sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin karena saat Anda benar-benar paham kebutuhan orang lain, maka Anda dapat menyediakan dukungan yang mereka perlukan dalam mencapai kesuksesan. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan produktivitas dan kerja sama.

Honesty
Pengertian dari honesty sangatlah sederhana, ini adalah kemampuan untuk berlaku jujur pada diri sendiri dan orang lain.

Saat ini, sangat sulit menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Berbagai informasi dapat dengan mudah diakses dan tersaji dalam jaringan (online). Tak ada lagi rahasia, saat ini kita hidup dalam dunia yang transparan.

Berlaku jujur dan terbuka, terutama pada kondisi yang sulit adalah langkah yang penting untuk membangun kepercayaan, kredibilitas dan reputasi yang positif sebagai seorang pemimpin. Sebagai pemimpin, Anda membutuhkan kepercayaan mereka yang di belakang Anda. Bila kepercayaan itu tak didapat, maka semua hal yang Anda lakukan menjadi tak berarti.

Humility
Seorang pemimpin hendaknya memiliki atau menunjukkan kesadaran pada kelemahan atau kekuarangan orang lain, tidak sombong, tidak egois, dan terutama adalah sosok yang sederhana.

Humility atau sifat rendah hati sangat penting bagi seorang pemimpin karena orang-orang akan mengikuti pribadi yang mereka sukai. Seorang pemimpin yang narsistis akan dapat memperoleh pengikut, namun pemimpin yang tetap bersahaja dan membumi adalah mereka yang dicintai dan dielu-elukan.

Seorang pemimpin hendaknya berfokus pada umpan balik dan pemenuhan kebutuhan orang lain. Anda harus dapat menerima masukan dan kritik, Anda pun harus bisa mengakui bahwa Anda tak sempurna dan sangat mungkin membuat kekeliruan.

Tulisan ini adalah hasil terjemahan dari paparan di slideshare yang dapat Anda lihat pada tautan berikut ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *