Kiat: Menjadi Blogger

Mena Trott adalah seorang blogger. Berikut ini paparannya mengenai blog, selamat menyimak.

Blogger bagi Anda barangkali adalah profesi yang berarti banyak hal. Blogger bisa sekelompok orang yang berhasil membobol satu merk kunci dan menyebarluaskan caranya. Mereka juga bisa beberapa orang yang sibuk mencari celah sebuah perangkat lunak, mengulas, dan membaginya dengan banyak orang.

Bisa jadi Anda mengira blog adalah satu tempat yang mengerikan. Sesuatu yang tidak bersahabat. Namun, blog juga telah mengubah cara kita membaca berita dan mengkonsumsi apa yang ditawarkan oleh media. Banyak contoh blog yang sangat menarik dan telah menjaring jutaan pembaca.

Beberapa blog juga menjadi sangat penting. Sebagai contoh adalah saat terjadinya badai, ketika itu MSNBC memposting tentang badai di blog mereka dan mengupdatenya secara rutin. Hal tersebut sangat mungkin dilakukan, karena perangkat (tools) di dalam blog sangatlah mudah. Ada pula teman saya yang memiliki blog, mendapatkan uang dengan memasang iklan dan bisa menghidupi keluarganya di Oregon. Itulah yang dilakukannya sekarang dan dengan blog memungkinkan untuk melakukan itu semua.

Contoh lain adalah Interplast, sebuah blog tentang orang dan dokter yang pergi ke negara berkembang dan menawarkan operasi plastik kepada mereka yang membutuhkan. Mereka kemudian akan mendokumentasikan ceritanya dan itu sangatlah berarti.

Saya tak sehebat itu. Seperti sudah saya bilang, “I am a blogger”. Saya mendefinisikan diri sebagai orang yang ahli pada sesuatu. Saya ahli pada diri sendiri, jadi saya tulis tentang diri sendiri.

Cerita blog saya dimulai di tahun 2001 saat saya berumur 23 tahun. Saat itu saya tak suka dengan pekerjaan, yaitu seorang designer. Sebuah profesi yang tak cocok dengan latar belakang pendidikan saya, yaitu Bahasa Inggris. Namun, saya rindu menulis, maka sebuah blog berhasil dibuat dan satu buah cerita pendek menjadi isinya yang pertama. Cerita tersebut adalah kisah mengenai keikutsertaan saya dalam kemah di YMCA pada usia 11 tahun. Di akhir dari kemah tersebut, saya buat teman-teman sangat membeci saya. Saat itu saya bersembunyi, tak ada yang bisa menemukan, bahkan ketika tim pencari dibentuk. Saya mendengar beberapa orang berharap saya bunuh diri dengan melompat dari Puncak Bible.

Saya memulai dengan kesadaran bahwa menjadi blogger tak menjamin seseorang terkenal ke seluruh dunia, namun saya bisa dikenal oleh orang-orang di internet. Kemudian saya pun membuat satu tujuan, yaitu memenangkan satu penghargaan karena sepanjang hidup, tak sekalipun penghargaan saya terima. Akhirnya saya menerima South by Southwest Weblog Award dan puluhan ribu orang membaca kisah blog saya setiap hari.

Kemudian saya menulis mengenai banjo yang ingin dibeli seharga 300 dolar, sebuah harga yang fantastis. Sementara saya tak memainkan alat musik, bahkan tak tahu sama sekali mengenai musik. Namun, saya suka musik dan juga suka banjo. Saya pun berkata kepada suami, “Ben, dapatkah aku membeli banjo?” Dia pun menjawab dengan singkat, “Tidak.” Lebih lanjut suami saya bilang, “Kamu tidak perlu membeli banjo, jangan seperti ayahmu yang mengoleksi instrumen musik.”

Saya pun menuliskan betapa marah kepada suami karena tak diizinkan membeli banjo. Dia seperti tiran yang melarang membeli banjo. Bagi mereka yang mengetahui saya, ini adalah lelucon. Itulah cara saya membuat candaan kepada seseorang. Mereka tahu, orang yang saya tulis tersebut sangat manis dan baik dan telah mengizinkan fotonya saya tampilkan di blog.

Namun, saya mendapat email dari orang yang berkata, “Oh Tuhan, suamimu benar-benar brengsek! Berapa banyak uang yang dihabiskannya untuk membeli beer selama setahun? Kamu bisa mengambil uang itu dan membeli banjo. Kenapa kamu tak membuat rekening terpisah?” Saya juga mendapat email yang bilang “Tinggalkan dia!”

Saya kemudian bertanya-tanya, siapa orang-orang ini dan kenapa mereka membaca tulisan saya? Kemudian saya pun sadar, saya tak ingin menulis untuk orang-orang ini, saya tak mau mereka menjadi pengunjung blog, sehingga perlahan-lahan saya pun menutup blog. Saya tak ingin menulis lagi.

Tak lama kemudian, saya menulis sesuatu yang lebih pribadi, yaitu tentang Einstein, binatang peliharaan yang meninggal dua tahun lalu. Barangkali Anda membaca blog mengenai politik, gosip, media atau apa pun itu. Namun, hal-hal yang personal, yang pribadi, mulai menarik minat saya. Inilah saya. Saya tertarik dengan blog yang berisi cerita pribadi seseorang.

Saya membaca blog mengenai seorang bayi bernama Odin yang memiliki ayah seorang blogger. Satu hari dia menulis di blognya tentang istrinya yang melahirkan bayi pada usia kandungan 25 minggu. Tentu saja dia tak pernah mengharapkan hal ini terjadi, dari hari-hari yang normal menjadi hari yang menyedihkan.

Odin adalah bayi dengan berat satu pound dan mulai didokumentasikan tiap hari. Fotonya diunggah secara berkala, hari pertama, hari kedua, dan seterusnya. Di hari ke sembilan dia mengalami apnea, pada hari ke 39 dia menderita pneumonia, bayinya begitu kecil, mungkin gambarnya sedikit mengganggu, namun juga menyentuh perasaan.

Anda membaca hal itu tepat ketika peristiwa tersebut terjadi. Kemudian di hari ke 55 semua orang membaca bahwa dia mengalami kegagalan pernafasan dan jantung. Semua melambat dan Anda tak tahu apa yang bisa diharapkan. Namun, kemudian semua membaik dan di hari ke 96 dia pulang ke rumah.

Apa yang diceritakan dalam blog tersebut bukanlah hal yang dapat Anda temukan di koran atau majalah. Ini sesuatu yang dirasakan oleh pemilik blog dan orang-orang menyukainya. Dua puluh delapan komentar bukan berarti dua puluh delapan pembaca, namun dua puluh delapan orang yang peduli. Saat ini, dia adalah seorang balita yang sehat, dan jika Anda membaca blog ayahnya di snowdeal.org, dia masih mengambil gambarnya, karena si kecil itu adalah putranya.

Blog kemudian adalah sebuah evolusi. Blog merekam siapa diri Anda secara pribadi. Saat Anda klik di google nama Anda sendiri, bisa ditemukan kisah hidup Anda, entah itu gembira atau sedih. Selanjutnya Anda juga menemukan blog orang lain, rekaman hidupnya, yang menulis tiap hari, bisa jadi bukan topik yang sama, namun hal-hal yang menarik perhatian mereka.

Saya menemukan bahwa rekaman hidup yang ada pada blog adalah sangat penting. Sangat menakjubkan ketika saya kembali ke satu masa dan kemudian saya tahu apa yang terjadi saat itu dengan tepat.

Kisah selanjutnya adalah tentang seorang wanita, Emma, yang juga seorang blogger. Dia adalah salah seorang yang pertama kali memanfaatkan layanan blog kami. Dia menulis tentang hidupnya yang harus berjuang melawan kanker. Dia terus menulis dan menulis. Saat itu masih sangat sedikit blogger yang menggunakan layanan kami, sehingga kami pun mulai membaca kisah Emma.

Satu hari dia menghilang, kemudian saudarinya datang dan berkata bahwa Emma telah meninggal. Mendengar berita tersebut semua orang di perusahaan yang membaca kisahnya menjadi sangat emosional. Saat itu menjadi hari yang berat bagi perusahaan kami. Saat itu saya baru menyadari, betapa hebat dampak blog bagi hubungan kami dan mendekatkan jarak antar manusia di dunia ini.

Satu hal yang begitu memengaruhi saya adalah saat saudarinya menulis di blog, bahwa menulis blog bagi Emma di beberapa bulan terakhir hidupnya adalah hal terbaik yang pernah terjadi padanya. Dapat bercerita pada orang lain, dapat berbagi apa yang terjadi pada dirinya, dapat menulis dan menerima komentar. Sangat menakjubkan bagaimana kami dapat membantu terlaksananya hal itu dan bahwa blogging menjadi satu aktivitas yang menyenangkan baginya. Sungguh menyenangkan ide bahwa blog tidaklah menakutkan, kita tak harus selalu menyerang blog, kita bisa menjadi pribadi yang terbuka, ingin menolong dan bicara pada orang lain.

Harapan saya bagi Anda adalah, pikirkan tentang blog, tentang blogger, siapa sih mereka itu, tentang pendapat Anda untuk mereka dan kemudian lakukanlah, jadilah blogger, karena ini benar-benar akan mengubah hidup kita.

Tulisan ini bersumber dari paparan Mena Trott berikut ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *