Kiat: Meraih Kemerdekaan Pribadi

Freedom

Apa arti kemerdekaan bagi Anda?

Adam Baker memiliki cerita dan tahap demi tahap untuk menggapai kemerdekaannya sendiri.

Malam itu, dia baru saja pulang dari rumah sakit paska kelahiran putri pertamanya. Sebagai seseorang yang masih muda dan serba kekurangan, maka kehadiran sebuah mulut lagi menjadi beban tersendiri.

Kesulitan tersebut Adam diskusikan dengan istrinya. Dari diskusi tersebut, barulah mereka menyadari arti penting untuk tahu terlebih dahulu apa yang benar-benar diinginkan. Selama ini, mereka tak pernah memikirkan hal tersebut. Mereka terutama tak paham mengenai bagaimana sejatinya kehidupan keuangan mereka.

Menurut Baker, hal itu terjadi karena sistem yang sudah terbentuk selama ini. Sistem itu mengajarkan, ketika sudah punya apartemen, maka saat ada tambahan anggota keluarga baru tentu akan perlu rumah yang lebih besar. Rumah baru tersebut tentu tak akan diisi dengan barang-barang lama dari rumah sebelumnya. Barang-barang baru segera dipesan untuk melengkapi apartemen yang baru.

Kembali kepada pertanyaan, ‘apa arti kemerdekaan bagi Anda’, sebisa mungkin haruslah dijawab sendiri. Bila Anda tak bisa menjawabnya, maka ada pihak lain yang akan membantu menjawab, yaitu toko, pengiklan, pemerintah dan lainnya. Pada ujungnya Anda kembali harus mengeluarkan uang untuk membayar semuanya itu.

Siklus yang terjadi pada seseorang kurang lebih adalah sebagai berikut: Anda bersekolah, kemudian memperoleh ijazah. Bermodalkan ijazah tersebut, kemudian Anda bekerja, berlanjut dengan membeli sebuah apartement. Tak lama, putra atau putri pertama Anda pun lahir, sehingga dirasa perlu untuk membeli aparteman lebih besar. Pada saat itu, Anda juga sudah sibuk berpikir barang apa yang diperlukan untuk mengisi apartemen baru. Begitulah siklus itu terus berputar.

Setelah diskusi selesai, Adam dan istri pun ingin lepas dari semua barang dan belenggu kenyamanan lain yang ada di aprtemennya. Mereka ingin bebas dari jebakan keinginan yang terus memerangkap. Keduanya kemudian memutuskan untuk menjadi backpacker ke Australia lengkap dengan bayinya yang baru lahir.

Sungguh tidak mudah untuk mengambil keputusan itu, ada ketakutan yang hinggap saat harus pergi dengan uang saku terbatas dan hanya dilengkapi dengan dua tas punggung. Akhirnya dengan setengah nekad mereka pun bisa sampai di Sydney.

Mereka memulai petualangannya mengunjungi tempat-tempat yang berbeda di Australia. Sambil terus berjalan, dia menyadari bahwa mereka harus hidup untuk memenuhi keinginan mereka sendiri.

Adam menyarankan agar kita memeriksa gudang dan mulai menjual menjual barang-barang yang tak lagi dipakai. Sebab, kebiasaan kita adalah menumpuk barang dan menjadikannya seperti sarang, terus menumpuk barang-barang yang sejatinya tidak kita perlukan.

Barang-barang itu bisa saja dititipkan di tempat penyimpanan dengan membayar sewa. Namun, setelah disimpan di tempat lain, kita pun akan mulai membeli barang lain untuk kembali mengisi rumah kita.

Adam bilang, semakin banyak barang bukan berarti semakin aman. Kita cenderung mengidentifikasi diri kita dengan barang-barang yang bersifat fisik. Padahal barang tersebut tidak selalu menjamin keamanan finansial kita meskipun barangkali menambah kenyamanan.

Bila Anda sudah bisa terbebas dari barang-barang tersebut, maka Anda mulai bisa terbebas dari kerakusan dan hobi membeli barang dan mengisi rumah.

Tak lupa, Adam mengingatkan, apa sebenarnya yang harus kita kumpulkan? Lebih banyak barang yang kemudian tidak kita pakai atau mengejar pengetahuan?

Dalam paparannya, dia juga menjelaskan mengenai lingkaran setan yang membelenggu kita. Lingkaran tersebut terdiri dari kerja, membeli barang, dan berhutang. Kita bekerja lebih keras untuk membayar hutang, sekaligus membeli barang, dan berhutang lagi.

Pada akhirnya selalu berujung pada bekerja lebih keras. Hal ini bukan menjadi masalah yang besar atau justru mengasyikkan bila kita menyukai bidang pekerjaan yang kita pilih. Sayangnya, tak jarang pekerjaan kita sekarang adalah profesi yang kita benci. Bila kita berada dalam kondisi seperti ini, maka tak jarang kita akan menderita stres.

Saat stres itu datang, maka kita mempunyai dua jalan keluar, yaitu: makan dan belanja. Kita membenarkan tindakan itu karena merasa kita sudah bekerja sangat keras dan layak untuk makan atau belanja. Namun, kadang kita tak punya uang sehingga harus kembali berhutang. Akhirnya menjadi bola salju yang mengulang dan memperhebat lingkaran setan.

Adam mengutip salah satu perkataan dari Nigel Marsh, “There are thousands and thousands of people out there living lives of quiet, screaming desperation who work long, hard hours, at jobst they hate, to enable them to buy things they don’t need to impress people they don’t like.” Sungguh benar pernyataan tersebut, karena memang banyak di antara kita yang bekerja sangat keras dengan jam kerja panjang pada bidang pekerjaan yang dibenci, hanya agar bisa membeli barang-barang yang tidak diperlukan agar memberi kesan pada orang yang tidak kita sukai.

Nah, jika Anda sudah memutuskan untuk mengumpulkan pengalaman dan bukannya barang-barang yang tidak kita perlukan, maka Anda bisa menggapai kemerdekaan yang Anda impikan. Berikut ini beberapa langkah yang Adam sarankan:
Menjual barang-barang yang tak terpakai
Bayar hutang Anda
Lakukan hal yang Anda sukai

Tiga langkah tersebut adalah jalan menuju keamanan finansial dan sekaligus kemerdekaan Anda. Setelah Anda bisa melakukan hal tersebut, mungkin Anda bisa menjawab pertanyaan, “Apa arti kemerdekaan bagi Anda?”

Guna melihat penampilan Adam Baker saat memberikan penjelasannya, Anda bisa mengakses video berikut ini:

Sumber gambar dari sini

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: