Review: Spartacus-Melitta

Melitta
Melitta

Melitta adalah budak di House of Batiatus. Dia adalah orang kepercayaan Lucretia, sebelum Naevia. Kedudukan Melitta ini unik karena dia sangat terpercaya, sehingga ia dihormati oleh sesama budak, juga berpengaruh bagi tuannya: Lucretia dan Batiatus.

Selain seorang budak, Melitta juga istri dari Oenamaus. Doctore di Ludus Batiatus. Doctore beperan sebagai koordinator para gladiator. Dia juga melatih, mengontrol, memberikan penjelasan, saran, dan hal-hal lain yang diperlukan oleh para gladiator di Ludus.

Dengan demikian, baik Melitta, maupun Doctore adalah dua orang yang sangat dihormati oleh para budak dan gladiator. Dua orang ini punya sahabat, seorang gladiator bernama Gannicus. Nanti, akan terjadi kisah cinta di antara tiga orang ini.

Oenamaus dan Melitta

Semua berawal dari ambisi Batiatus untuk mendapatkan tempat di Primus–waktu khusus dalam rangkaian pertandingan gladiator di arena. Guna meraih cita-citanya ini, maka dia mengundang Senator Varrus ke villa-nya.

Di villa, Varrus ingin melihat sosok juara dari House of Batiatus, yaitu Gannicus. Diundanglah kemudian Gannicus ke villa. Tak dinyana, ternyata Varrus bukan ingin melihat sosok Gannicus, namun dia memiliki hobi yang aneh, terangsang hebat saat menyaksikan orang bercinta. Tak heran, dia kemudian menginginkan untuk melihat Gannicus bercinta.

Batiatus pun tak punya pilihan lain, demikian juga Lucretia selain menuruti keinginan Varrus. Nah, kebetulan di situ ada Melitta juga Gannicus. Tanpa pikir panjang, Varrus pun memasangkan kedua sahabat ini. Batiatus dan juga Lucretia pun terkesima pada awalnya, namun kemudian mereka berdua memerintahkan Melitta dan Gannicus untuk bersetubuh.

Mau tidak mau, suka tidak suka, perintah harus dijalankan oleh dua budak yang tak mungkin menolak ini. Gannicus pun menindih Melitta dan Varrus kegirangan melihat adegan itu semua.

Peristiwa itu adalah sebuah rahasia di House of Batiatus. Selain Batiatus, Lucretia, Gannicus, dan Melitta tak ada orang lain yang boleh tahu. Rahasia yang terlarang itu paling disimpan dari pengetahuan Oenamaus. Doctore di Ludus, tangan kanan Batiatus, mantan juara, dan paling penting sahabat Gannicus serta suami dari Melitta.

Anehnya, sentuhan dan hubungan badan di antara Gannicus serta Melitta justru menimbulkan geletar asmara di dada Gannicus berhari-hari sesudahnya. Kendati dia sadar itu adalah sebuah kekeliruan besar, bagaimanapun Melitta adalah istri dari Doctore. Namun, Gannicus tak bisa mengesampingkan perasaan itu.

Di sisi Melitta, bagaimanapun keras ia berusaha menolak kenangan bersama Gannicus yang hanya sekejap. Namun, seperti terpatri tak hendak pergi. Sentuhan Gannicus selalu dikenangnya. Sentuhan yang diam-diam dirahasiakan dari Oenamaus.

Oenamaus, Sang Doctore adalah pihak yang paling kasihan. Dia tak tahu apa-apa. Baik Gannicus maupun Melitta sama-sama pintar menjaga rahasia.

Perlahan-lahan, ketiganya tetap menjalani hari-hari seperti biasa. Kendati gelora di dada Gannicus berkecamuk hampir-hampir tak bisa ditahan. Melitta ternyata lebih dewasa, dia lebih bisa menahan meskipun menderita.

Biarpun begitu, namun keadaan itu menyiksa bagi mereka bertiga. Baik Oenamaus, Gannicus, maupun Melitta.

Satu waktu, ketika semua hampir tak tertanggungkan lagi. Gannicus menjadi juara di Arena entah kali ke berapa. Satu persaingan antara Batiatus dan musuhnya, Solonius telah memberi anugerah tak terkira bagi Gannicus. Dia memperoleh kemerdekaannya. Satu hal yang begitu dinanti-nantikan oleh setiap budak.

Namun, bagi Gannicus pribadi, ini adalah jalan keluar bagi masalahnya yang pelik dengan Oenamaus dan Melitta. Dia tak mungkin bisa hidup bersama dengan Oenamaus dan Melitta di bawah satu atap. Dia tak ingin terus menderita.

Melitta kemudian dalam posisi yang aneh. Antara sedih namun bahagia. Tapi, ini jenis kesedihan yang lain. Sedih yang dewasa. Ia sedih karena harus kehilangan seorang sahabatnya, Gannicus.

Sebagai perpisahan, Melitta pun datang ke pondok Gannicus. Waktu itu, Oenamaus sedang pergi menunaikan tugas dari Batiatus. Ia ke pondokan dengan membawa seguci arak yang akan dibagi dengan Gannicus, pertanda persahabatan, sebagai tanda perpisahan.

Tak dinyana, rupanya ada racun dalam arak itu. Racun yang secara jahat sebenarnya disiapkan oleh Lucretia untuk membunuh mertuanya, Titus. Entah bagaimana, namun Melitta justru yang membawa arak itu setelah Titus meminumnya. Arak beracun itu dibawa ke pondokan Gannicus.

Efek racun dalam arak secara paralel kemudian terjadi. Di Villa Titus mulai muntah darah dan terbatuk-batuk. Dia meregang nyawa sambil melotot ke Lucretia yang telah meracuninya. Di pondokan, Melitta pun terbatuk-batuk dan keluar darah dari mulutnya. Dia meregang nyawa dalam dekapan Gannicus yang kebingungan tak tahu ujung pangkal persoalan.

Gannicus kemudian membopong Melitta ke dalam Villa. Dia bertemu dengan Lucretia yang tak menyangka akan terjadi dua kematian dalam satu malam.

Rencana segera disusun agar rahasia tetap terjaga. Arak yang menjadi penyebab kematian pun diakui sebagai pemberian Solonius, musuh dari Batiatus. Kematian Titus dan Melitta adalah akibat dari arak beracun itu. Serta-merta, Batiatus dan Oenamaus pun mendendam pada Solonius yang tak tahu persoalan. Lucretia dan Gannicus di lain sisi tetap aman dalam rahasianya.

Kelak, ketika pemberontakan Spartacus melawan Roma terjadi rahasia itu akan terbongkar. Oenamaus marah luar biasa. Sahabat yang sudah dianggap seperti saudaranya ternyata menikam dari belakang. Hubungan antara Oenamaus dan Gannicus pun merenggang pada taraf yang mengkhawatirkan.

Hubungan itu baru membaik ketika keduanya bahu membahu dalam perjuangan Spartacus melawan Roma. Hubungan itu normal kembali setelah Gannicus berkata, “Melitta tak pernah menjadi milikku. Hatinya tetap untukmu, Oenamaus.”

Melitta hidup dalam kehormatan di antara budak dan majikan. Dia istri yang baik, sampai sebuah rahasia menjadikannya berubah. Ia hidup di balik bayang-bayang rahasia sampai ajal menjemputnya.

Sumber:

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: