Review: Spartacus-Ilithya

Ilithya
Ilithya

Putri dari Senator Albinius sekaligus istri dari Glaber. Ilithya adalah sosok bangsawan yang jahat. Dia memiliki kebiasaan bertindak sewenang-wenang terhadap para budak.

Hubungan Ilithya dengan Lucretia sungguh aneh. Keduanya saling mendukung dalam berbagai konspirasi jahat. Seperti teman, tapi saling mengincar untuk menikam punggung satu dengan yang lain.

Ilithya memerlukan Lucretia, begitu juga sebaliknya. Ilithya tak punya teman di Capua, suaminya, Legatus Glaber sibuk dengan urusan membasmi pemberontakan Spartacus dan ambisi menjadi anggota senat. Di sisi lain, Lucretia menginginkan peningkatan posisi di masyarakat yang lebih baik. Ilithya adalah tiket untuk meraih posisi itu.

Ilithya kerap datang ke Ludus Batiatus. Bahkan, dia seringkali menginap di sana.

Ilithya-lah yang menemukan pesona Crixus yang perkasa. Namun, dia terlalu pengecut untuk mencicipi kejantanan Crixus. Lain lagi Lucretia, dia sekehendak hati menikmati Crixus, manakala suaminya, Batiatus tak berada di rumah.

Anehnya, sudah tahu Crixus itu kegemaran Lucretia, Ilithya justru akhirnya menginginkannya.

Bersama dengan istri para bangsawan seperti Licinia dan kawan-kawannya yang lain, Ilithya meminta Lucretia untuk mengatur sebuah pesta. Ibu-ibu bangsawan ini menginginkan para gladiator.

Seperti sudah disebutkan, Ilithya memilih Crixus. Hal yang dia paham benar akan membuat Lucretia cemburu berat. Kawannya, Licinia pun memilih Champion of Capua, Spartacus untuk dinikmati.

Lucretia kemudian mengatur sebuah pertemuan. Semua orang memakai topeng, baik para nyonya bangsawan juga para gladiator.

Ilithya sudah tergolek menantang ketika seorang gladiator datang. Keduanya pun terlibat dalam pergumulan yang seru. Saling kejar, mendaki, hingga tiba-tiba….

Lucretia datang bersama dengan Licinia. Tentu saja Ilithya kaget setengah mati. Dibukanya topeng pun dengan gladiator yang menindihnya. Terpampanglah di sana wajah Spartacus.

Memang, Lucretia telah bertindak jahat sekali. Dia tak mau Crixus ‘dicicipi’ oleh Ilithya, maka disodorkanlah Spartacus. Sosok yang begitu dibenci oleh Ilithya karena telah membuat suaminya Glaber seperti orang bodoh. Glaber tak bisa menghukum mati Spartacus justru menjadi juara.

Dari sisi Spartacus sendiri jelas sebuah kekeliruan. Dalam kondisi normal, tentu saja dia tak mau melayani istri dari musuh besarnya: Glaber. Istri dari seseorang yang telah merenggut, Sura, belahan jiwa Spartacus sendiri.

Spartacus pun punya alasan lain yang juga kuat untuk membeci Ilithya. Perempuan inilah yang telah memerintahkan Spartacus untuk membunuh saudara gladiatornya sendiri sekaligus teman terdekat yang bernama Varro.

Saking marahnya, kemudian Ilithya tak kuasa menahan diri. Di sisi lain, Licinia pun menggodanya dan mengancam akan menyebarkan peristiwa itu.

Tak kuasa menahan marah, Ilithya pun kalap. Didorongnya Licinia sampai terbentur di tembok dan menemui ajalnya.

Satu peristiwa yang kemudian sangat disesali oleh Ilithya. Bagaimanapun juga, Licinia adalah bangsawan tinggi. Dia keponakan Crassus, bahkan kedudukannya lebih tinggi dari Ilithya sendiri. Peristiwa ini tentu haruslah segera ditutup-tutupi.

Lucretia melihat peluang di sini. Dia suka rela menyembunyikan rahasia Ilithya asalkan suami Ilithya bersedia menjadi pelindung House of Batiatus. Sungguh suatu permainan strategi yang sangat cerdik dari Lucretia, tapi kebodohan yang dalam bagi Ilithya.

Peristiwa itu pun telah dilupakan atau lebih tepat ditutupi agar tak pernah terbuka. House of Batiatus dengan ancaman akan membuka rahasia kecil itu pun kemudian mendapat perlindungan dari Glaber dan pasukannya.

Waktu terus berjalan dan Ilithya pun hamil. Di tengah kehamilannya ini pun dia masih saja bertindak serong.

Dia melihat suaminya sudah tak punya potensi lagi. Selalu gagal dalam pengejarannya terhadap Spartacus. Di sisi lain, ada sosok bangsawan yang menggodanya, Varinius.

Varinius sendiri adalah seorang bangsawan yang punya kedudukan di senat Roma. Tentu posisinya lebih hebat daripada Glaber. Dengan begitu, Ilithya pun terpesona seketika.

Ditetapkan, ia akan segera memutus hubungan pernikahannya dengan Glaber. Ayahnya, Senator Albinius yang tak suka kepada Glaber pun mendukung keputusan Ilithya ini. Rencana sudah disusun matang. Sayang, menjelang hari-hari pelaksanaannya, ketika hubungan Ilithya dan Glaber kian renggang sesuatu yang mencengangkan pun terjadi.

Di Arena, serombongan pemberontak yang dipimpin oleh Spartacus mengadakan perlawanan untuk membebaskan Crixus yang akan dihukum. Seluruh Arena dibumihanguskan oleh kelompok Spartacus.

Saat itu, Glabber, Albinius, Varinius, juga Lucretia dan Ilithya berada di podium kehormatan. Biar pun begitu, tetap saja tak lepas dari amukan kelompok Spartacus.

Kepanikan terjadi dan kemudian entah bagaimana Albinius terhimpit satu beton besar. Pada saat itu sebenarnya Glabber datang dan menemukan kondisi memprihatinkan ayah mertuanya itu. Namun, dia teringat agenda ayah mertua dan istrinya yang jahat, maka dibiarkan saja mertuanya itu dijemput Sang Maut.

Kematian Albinius kemudian menjadi pukulan telak bagi rencana Ilithya. Dia tak bisa lagi mematahkan ikatan pernikahannya dengan Glabber. Dia pun bingung kini harus merapat ke mana.

Mau tak mau, suka tidak suka, Ilithya pun harus rela kembali ke pelukan Glaber. Pelukan yang dulu hangat, namun sekarang telah dingin.

Glaber sendiri kini sudah menemukan ‘mainan’ baru, yaitu Seppia, yang muda nan menggoda.

Agar tak timbul konflik di Vila, tempat di mana Glaber, Ilithya, Seppia tinggal bersama, maka ibu hamil Ilithya pun akan dikirim ke Roma.

Sayangnya, di tengah perjalanan rombongan Ilithya ini dikalahkan oleh Gannicus. Ilithya pun ditawan dan dibawa kepada Spartacus.

Spartacus membawa Ilithya ke sebuah ruangan. Pada sebuah tiang, ibu hamil ini kemudian diikat, diinterogasi. Saat akhirnya Spartacus akan membunuh Ilithya, muncullah pengakuan yang mengejutkan dari mulutnya.

Janin yang ada di rahim Ilithya rupanya adalah anak dari benih Spartacus. Kenyataan ini telah membuat Spartacus mengurungkan niatnya untuk membunuh Ilithya.

Kekasih Spartacus, Mira-lah yang justru getol ingin menghabisi Ilithya. Mira tak sabar melihat Spartacus lemah hati menghadapi wanita hamil itu. Selain alasan kehamilan dan janin Ilithya, sejatinya Spartacus punya alasan tersendiri: Spartacus tak ingin kejahatan yang dulu dilakukan oleh tentara Roma kini dilakukannya sendiri. Dia tak ingin melakukan kejahatan yang dulu dikutuk-bencinya.

Kemudian, alih-alih dibunuh, Ilithya justru dibebaskan. Ia pun segera pulang ke Villa Glaber. Tapi, apa yang dilihatnya di sana sungguh membuatnya jengah. Seperti tak terjadi apa-apa, Glaber justru sedang berasyik-masyuk dengan Seppia.

Di satu kesempatan yang terencana, akhirnya Seppia terbunuh di tangan Ilithya. Saat itu, Seppia sedang menghunus pedang untuk membokong Glaber. Seppia ingin membalas kematian abangnya, yang telah dibunuh oleh Glaber.

Tindakan Ilithya ini kemudian bisa diterima dengan baik oleh Glaber. Keduanya pun kembali bersatu. Mereka kini memiliki musuh bersama. Musuh dalam selimut, yaitu Lucretia.

Glaber memerintahkan Ilithya untuk menghabisi nyawa Lucretia. Namun, sebelum tindakannya itu berhasil dilakukan, air ketuban Ilithya pecah. Secepat mungkin dia perlu pertolongan karena akan segera melahirkan.

Ilithya dan Lucretia

Tebak siapa yang kemudian menolong? Ya… Lucretia-lah yang kemudian menolong. Namun, pertolongan itu ternyata mengandung maksud lain. Ia ingin merampas bayi Ilithya, bayi yang telah begitu lama dinantikan oleh Lucretia dan Batiatus.

Sosok tak berdosa itu kemudian dibawa oleh Lucretia ke tebing. Dikejar dengan terseok-seok dan merangkak-rangkak oleh Ilithya yang baru melahirkan. Lucretia seperti orang gila, dia terjun ke tebing dengan bayi Ilithya, menyusul Batiatus ke afterlife.

Hidup Ilithya adalah rangkaian kekecewaan demi kekecewaan. Dia membuat sengsara hidupnya  karena berteman dengan orang yang keliru. Tapi, kekecewaan yang sebenarnya lebih disebabkan karena hasrat dan keinginannya sendiri. Ilithya mati, saat mengejar bayi.

Sumber:

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: