Review: Spartacus-Mira

Spartacus_Mira

House of Batiatus akan kedatangan tamu agung, teman dari Lucretia yang bernama Licinia. Ia adalah keponakan dari Crassus, seorang jenderal perang di Roma. Kehadiran Licinia ini tentu saja disambut hangat. Ini berarti Ludus Batiatus akan semakin meningkat lagi posisinya dengan dukungan bangsawan-bangsawan terpandang Roma.

Licinia hadir, karena ia tertarik pada cerita yang santer beredar, bahwa House of Batiatus menawarkan berbagai kesenangan. Salah satu kesenangan tersebut adalah bisa bercinta dengan para jawara, para gladiator. Hmm….

Licinia pun segera memilih juara di antara para juara, dialah Spartacus.

Namun, keraguan diam-diam membuat khawatir Batiatus. Pasalnya, sudah lama Spartacus tak pernah bersama wanita. Batiatus pun kemudian memerintahkan istrinya, Lucretia untuk memberikan pemanasan pada Spartacus.

Mira, salah seorang budak di House of Batiatus yang jelita pun kemudian terpilih. Dikirim oleh Lucretia ke pondokan Spartacus dengan satu tugas: memuaskan sang gladiator.

Malam itu, Spartacus baru saja memenangkan sebuah pertarungan lagi di arena. Dia lelah dan masuk ke pondokannya. Serta-merta dia terkejut karena satu sosok tubuh telanjang telah tergolek di ranjangnya.

Spartacus_and_Mira

“Aku hadiah untukmu dari Domina.” Kata Mira, setelah Spartacus menanyakan siapa dirinya.

Alih-alih Spartacus tertarik pada Mira, dia justru tak menyentuh sedikit pun hadiahnya itu. Dilempar gaun Mira dan diberikan selimut untuk tidur di lantai, hahaha.

Mira kemudian selalu dikirimkan secara rutin oleh Domina ke pondokan Spartacus sebagai hadiah. Kendati keduanya tahu, Spartacus tak akan berpaling dari istrinya tercinta, Sura. Hati Spartacus seolah tertutup, bahkan oleh pesona yang ditawarkan oleh Mira.

Satu ketika, Spartacus terluka. Namun, di sampingnya tergolek musuh yang harus dibunuh. Musuh ini secara kebetulan adalah orang kepercayaan Batiatus. Di sana ada pula Mira yang merawat Spartacus dengan penuh kesabaran.

Diminta Mira untuk menjaga pintu dan memberi isyarat kalau ada seseorang yang datang. Bersamaan dengan itu, Spartacus membekap musuhnya sampai mati.

Bantuan dan rahasia yang disimpan oleh Mira ini kemudian sedikit demi sedikit memecah batu es, hati Spartacus. Dia mulai terbuka dan bersedia bercerita.

Mira kemudian terbukti sebagai pendukung Spartacus yang setia. Dia mengikuti ke mana pun Spartacus pergi dalam pemberontakan melawan Batiatus dan Roma. Lebih lagi, Mira kemudian berlatih memanah, sehingga kini ia pun menjadi prajurit yang gagah berani.

Spartacus_Mira_Arrow

Hubungan keduanya pun semakin dekat, tapi tak pernah lebih dari sekadar syahwat. Bagi Spartacus, Mira memberikan kenyamanan yang tak pernah lagi didapat. Bagi Mira, Spartacus adalah jantung hatinya, meski tak bisa juga didapat.

Satu ketika, Gannicus, sahabat Spartacus berhasil menawan Ilithya. Ia adalah istri dari Legatus Glaber, musuh bebuyutan Spartacus. Ilithya kemudian ditawan di pondok yang dikuasai oleh Spartacus.

Mira kemudian melihat ada keengganan di diri Spartacus untuk menghabisi nyawa Ilithya. Ini benar-benar membuatnya gusar. Atas inisiatifnya sendiri, kemudian ia pun berniat untuk membunuh Ilithya. Tindakan yang akhirnya dapat dicegah oleh Spartacus, namun menjadi awal renggangnya hubungan mereka berdua.

Mira kemudian hanya menjadi kawan seperjuangan bagi Spartacus. Tak pernah lagi keduanya berbagi ‘kenyamanan’. Lebih lagi, waktu itu Spartacus sedang sibuk menyiapkan kawan-kawannya para budak dan gladiator untuk melawan Glaber.

Satu strategi yang keliru telah memaksa rombongan pemberontak yang dipimpin oleh Spartacus hampir kalah. Beruntung, mereka memiliki jalur rahasia untuk melarikan diri. Di sisi lain, Gunung Vesuvius di kejauhan memberikan janji perlindungan.

Rombongan pemberontak ini pun kemudian naik ke gunung. Hanya tandus dan minim air yang kemudian mereka hadapi.

Putus asa kemudian mulai merongrong diam-diam dalam dada para pendukung Spartacus ini. Perpecahan tak dapat dihindari, antara kubu yang ngotot ingin melawan tentara Roma, yang berarti bunuh diri. Serta kubu lain, kubu Spartacus yang sedang mengatur dan merancang strategi perlawanan.

Satu kelompok yang tak sabar itu kemudian gagah berani sekaligus ceroboh turun gunung. Di bawah sana, pasukan Roma sudah siap menanti dengan segala kekuatannya. Tentu saja, sekelompok kecil ini sangat mudah dikalahkan.

Saat kondisi kelompok kecil yang membelot Spartacus itu hampir dikalahkan. Datanglah Spartacus, Gannicus, Crixus, dan kawan-kawannya membantu. Di dalam kelompok Spartacus ini, ada pula Mira.

Dia sebenarnya berdiri di belakang dengan bersenjatakan panah menyerang tentara Roma dari jarak yang jauh. Sayangnya, satu kapak yang diarahkan ke Spartacus berhasil dihindari dengan lincah, tapi justru kena dada Mira.

Dengan panik, seluruh pemberontak pun kembali naik ke atas gunung dengan Mira yang terluka digendong Spartacus.

Ah, rupanya luka yang diderita begitu parah. Nyawa Mira tak bisa diselamatkan. Dia meninggal dalam pelukan lengan kokoh Spartacus. Lengan yang memberinya kehangatan. Kepala Mira terkulai di dada Spartacus dekat dengan hati pria itu. Hati yang selamanya tak akan pernah dimiliki oleh Mira.

Mira hidup sebagai kawan Spartacus. Memberi sang juara kenyamanan. Mengharapkan hati sang gladiator. Namun, hanya kehampaan yang didapati.

Sumber

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: