Review: Spartacus-Naevia

Spartacus: Gods of the Arena 2011; Gallery

Budak dan pelayan pribadi Lucretia, dialah Naevia. Tugasnya memenuhi semua kebutuhan Domina Lucretia. Tentu saja termasuk di dalamnya adalah memanggil Crixus untuk memuaskan hasrat liar dan terpendam Sang Domina. Naevia pun sering mendampingi Lucretia menonton pertandingan gladiator di arena atau menyaksikan mereka berlatih di Ludus.

Intensitas pertemuan dan pesona kejantanan Crixus pun menawan hati Naevia. Satu hal yang ia tahu benar adalah sebuah kekeliruan dan pelanggaran besar. Crixus, bagaimana pun juga adalah ‘kekasih’ Domina-nya.

Satu waktu, saat Crixus dan Naevia berasyik masyuk diam-diam, Ashur, Sang Gladiator penghianat mengintip. Kemudian, dia pun serta merta merencanakan sebuah tindakan.

Ashur sejatinya adalah seorang gladiator, namun gladiator abal-abal yang tak pernah dianggap oleh saudara-saudaranya sesama gladiator. Kemampuan bertarungnya minim, namun dibekali otak super licik. Kecerdikan Ashur-lah yang kemudian membawanya ke posisi tinggi sebagai orang kepercayaan Batiatus.

Pada satu kesempatan, dia berhasil melaksanakan tugas dari Batiatus dengan gemilang. Dominus Batiatus pun kemudian menjanjikan sebuah hadiah berupa apa saja yang diminta oleh Ashur.

Di titik ini, dia teringat pada Naevia dan kelembutan kulitnya. Serta-merta dia pun meminta pada Batiatus untuk memberikan Naevia.

Penuh kebencian, malu, dan terpaksa, bagaimanapun juga Naevia harus mematuhi perintah Dominusnya. Dia menjadi boneka Ashur, pemuas nafsu bejatnya. Naevia kemudian merahasiakan dalam-dalam hal ini dari Crixus agar tak timbul pertumpahan darah. Dia tahu, Crixus tentu akan marah besar.

Naevia memang telah menyembunyikan dalam-dalam apa yang dilakukan Ashur. Namun, gemetar, takut dan marah yang dipendamnya tak bisa disembunyikan sepenuhnya dari Crixus. Kecurigaan Crixus pun memuncak dan kemarahan diam-diam menyelinap di balik dadanya.

Kemarahan itu seakan-akan menemukan jalannya ketika di satu kesempatan, semua gladiator dipanggil naik ke villa. Di sana gladiator dan para budak wanita saling bertemu untuk membantu dan mendukung perhelatan yang diselenggarakan oleh House of Batiatus.

Ashur yang sudah mengetahui hubungan Naevia dan Crixus pun dengan cerdik memanfaatkan situasi ini. Crixus yang sejatinya sudah curiga pada perubahan-perubahan di diri Naevia seperti disiram minyak saat melihat Ashur menggoda Naevia.

Kini Crixus tahu, siapa yang telah menyebabkan Naevia berubah. Seperti macan yang kelaparan, dia pun segera menerkam Ashur. Untung bagi Ashur dan malang bagi Crixus pun Naevia.

Saudara-saudara Gladiator menahan Crixus, namun mereka tak kuasa menyembunyikan rahasia yang kini terbuka. Rahasia antara Crixus dan Naevia dari pandangan dan pengetahuan Lucretia.

Kemarahan kini berganti ada pada Sang Domina, Lucretia. Ia tak terima seorang yang sangat dipercaya sebagai budak pribadinya justru telah menohok dari belakang. Diam-diam mengambil ‘kekasih’-nya.

Lucretia semakin marah ketika tahu, Crixus ternyata tak secuil pun menaruh hati padanya. Seperti wanita yang patah hati. Dia kemudian membenci dan sangat cemburu pada Naevia, cinta sejati Crixus.

Hidup Naevia pun berubah setelah peristiwa ini. Dia dirusak wajahnya, dipotong rambutnya, paling tragis dia dibuang. Naevia diberikan kepada bangsawan satu ke yang lain, para kolega Batiatus sebagai persembahan. Pada ujungnya, Naevia mesti hidup menderita di lokasi tambang, di mana para budak menerima penderitaannya yang tak tertanggungkan.

Sebenarnya Naevia sudah tak ingin hidup ketika Crixus dibantu Spartacus menemukan dan kemudian mengevakuasinya dari tambang. Dia seperti manusia tanpa jiwa, linglung, dan tak sadar.

Banyak hal yang telah dilewati Naevia di sepanjang perjalanan dari Ludus Batiatus sampai ke lokasi tambang. Ada beberapa yang tak terkatakan saking menderitanya. Duka ini perlahan-lahan menjadi kebencian yang dalam di dada Naevia.

Crixus paham benar hal itu dan sudah menjadi tugasnya untuk membalaskan dendam Naevia. Dari sisi Naevia sendiri, dia sangat ingin membalas kemarahannya kepada semua orang Roma. Dia tak peduli apakah itu bangsawan, rakyat biasa, prajurit, semua orang Roma adalah musuhnya.

Dorongan dendam ini yang kemudian perlahan-lahan menguatkan Naevia. Ditempuhnya jalan berat menjadi seorang ksatria. Di bawah bimbingan gladiator paling tangguh seperti Crixus yang tak terkalahkan dia pun berlatih bertempur.

Spartacus: War Of The Damned 2013

Nanti, Crixus dan Naevia dikenal sebagai duo yang membasmi banyak orang Roma. Membabi buta membunuh semua orang dengan label Roma.

Sikap keduanya ternyata tak sejalan dengan Spartacus dan gladiator lain, Gannicus. Bagi Crixus dan Naevia, semua orang Roma halal darahnya. Bagi Spartacus dan Gannicus, tak semua orang Roma boleh dibunuh. Mereka berdua tak ingin menjadi seperti orang jahat dari Roma yang telah memperbudak dan membunuh dengan enteng. Mereka tak ingin menjadi orang-orang yang selama ini dibenci mati-matian.

Crixus bersama Naevia pun kemudian pecah kongsi dengan Spartacus dan Gannicus.

Tujuan dua sejoli ini tak main-main, mereka akan meluluh-lantakkan Kota Roma. Hal yang terjadi kemudian seakan-akan mendukung keduanya. Banyak kota dan bangsawan Roma yang telah dikalahkan dalam perjalanannya ke Roma.

Kemudian, ketika sudah mendekati Roma dan gerbang kotanya sudah terlihat, Crixus dan Naevia pun sudah berhasil berhasil membinasakan pasukan penjaga Roma. Mereka berdua tinggal mengetuk pintu Roma.

Sayangnya, kengototan duo ini tak dibarengi dengan strategi yang apik. Pasukan terakhir yang menjaga Roma tadi memang dikorbankan oleh Crassus, jenderal yang selama ini mengejar Spartacus dan Crixus.

Pasukan Crixus sudah terlalu lelah karena pertempuran pertama. Kini, mereka harus menghadapi pasukan Crassus yang segar bugar. Tak kuasa melawan, Crixus pun tertangkap.

Naevia masih mencoba melawan, namun kemudian dia pun mesti tertangkap, tak jauh dari Crixus. Naevia kemudian harus tetap membuka mata ketika kepala dipisahkan dari tubuh Crixus oleh Tiberius.

Dalam duka yang mendalam, Naevia akhirnya kembali bergabung dengan pasukan Spartacus. Dia datang membawa kepala Crixus sebagai pesan dari Crassus. Pesan agar Spartacus tak macam-macam pada Crassus.

Naevia hidup sebagai pasangan Crixus. Bahu membahu keduanya melawan Roma. Kepahitan dan penderitaan yang pernah dialaminya sebagian telah bisa dibalaskan. Namun, sepertinya memang penderitaan adalah pasangan sejati bagi Naevia. Dia hidup lebih lama bersama penderitaan.

Sumber:

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

2 Responses

  1. I think Liam did a great job too in the premiere. I will ayawls miss Andy Whitfield’s Spartacus, but having Liam continiue in the role is the next best thing. I think with 2 years between episodes with Spartacus making an appearance helped me get past seeing another actor play Spartacus but I also ayawls had faith in the shows writers, creators, producers, & crew to make it a smooth transition to a new actor in the role. I thought it was a great first episode back except for 1 thing, but I won’t say now so I don’t spoil anything for anyone. The rest of the cast also did a great job, as usual. Viva Bianca & Lucy Lawless are so much fun to watch together. I can’t wait to see what happens to Ilythia & Lucretia.

  2. Color me confused. I had the imorsesipn that Doctore lived. On a business level, I’m not surprised that Lucy Lawless will be back. She’s the show’s biggest star. But those wounds look pretty darned serious. Although I think the last shot of her and Batiatus was of her caressing his fingers while he died?Maybe Lucy will be part of the prequel said to be in the making?I’m one of many who wishes Whitfield well. May he have as good luck with his treatment as Michael C. Hall, who starts or already has begun shooting Dexter’s fifth season.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: