Review: Spartacus-Sura

Sebenarnya, apa yang menjadi alasan Spartacus memberontak pada pemerintahan Roma?

Apakah hasratnya pada kekuasaan? Atau keinginannya yang kuat untuk mengakhiri perbudakan?

Jawabannya bukan itu semua.

Spartacus memberontak karena dendam dan hasrat pelampiasannya pada Roma yang telah mencuri istrinya.

Sura

Spartacus 2010 Gallery

Wanita yang jelita ini adalah istri Spartacus di Thracian. Pada saat Spartacus diminta mendukung pemimpin tentara Roma: Legatus Claudius Glabber, Sura sudah menahannya. Namun, karena keselamatan kampung halaman, termasuk di dalamnya ada Sura, maka Spartacus pun sukarela mendukung Glabber.

Kongsi kedua jagoan ini tak berlangsung mulus. Glabber berselisih paham dengan Spartacus pada suatu permasalahan. Mereka pun pisah jalan.

Spartacus kembali ke Thracian. Di tengah jalan dia bertemu dengan Sura yang sedang dikeroyok musuh Spartacus dan Roma. Dengan mudahnya, musuh-musuh ini bisa dibinasakan oleh Spartacus.

 

Suami istri ini pun segera kembali pulang ke desanya. Apa daya, ternyata wilayah Thracian sudah dibumihanguskan oleh musuh-musuh Spartacus dan Roma.

Keduanya kemudian menjadi orang pelarian.

Biarpun sudah berpisah jalan, namun rupanya Glabber masih menyimpan amarah pada Spartacus. Pasalnya, karena Spartacus pergi, maka wilayah Roma di Thracian berhasil dikuasai oleh musuh.

Glabber bersama pasukannya kemudian mencari-cari di mana Spartacus berada.

Di tengah sebuah gurun, ditemukanlah Spartacus hidup berdua dengan Sura. Tanpa basa-basi, segera saja Sura direbut paksa dari Spartacus. Nantinya, Sura akan menjadi seorang budak. Spartacus sendiri ditangkap, dijadikan budak, diperjual-belikan, namun nasib berkata lain, dia justru menjadi seorang gladiator yang perkasa.

Sedianya Spartacus akan dihukum di arena. Tetapi, para penghukumnya tak kuasa menandingi kedigdayaan Spartacus. Alih-alih menerima hukuman, dia justru memberikan hukuman.

Dalam hidupnya, misi Spartacus satu-satunya adalah untuk menemukan kembali Sura. Menjadi seorang gladiator bukanlah cita-citanya. Namun, ketika sebuah Ludus atau sekolah gladiator milik Quintus Lentulus Batiatus menjanjikan akan membantu Spartacus mencari dan menemukan istrinya, dia pun bersemangat menjadi gladiator.

Motivasi satu-satunya Spartacus ini dimanfaatkan benar oleh Batiatus. Dia terus mendorong Spartacus menjadi juara dengan janji Sura akan segera ditemukan. Janji yang kemudian hari memang ditepati oleh Batiatus, namun Sura sudah dalam kondisi sekarat.

 

Tak lama, setelah bertemu dengan Spartacus, Sura pun menghembuskan napas terakhirnya.

Spartacus dirundung duka yang dalam. Alasan satu-satunya dia hidup sudah pergi ke afterlife. Kini, seperti banteng ketaton, misinya adalah menghancurkan Roma. Sengaja dia memilih Roma menjadi musuh karena pihak inilah yang telah mengambil istri dari pelukannya, termasuk penyebab istrinya pergi untuk selama-lamanya.

Sura hidup tak lama, namun ia adalah hati dan jantung Spartacus yang terus hidup menjadi bara yang membakar api dendam di dada Spartacus, yang membuat Republik Roma pun gemetar jeri.

Sumber

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: