Penanggulangan Bencana: Mengenal MERS

Unta_MERS

Sindrom Pernapasan Timur Tengah (Middle East Respiratory Syndrom Corona Virus/MERS) pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada September 2012. Pasien itu berusia 60 tahun yang juga menderita pneumonia dan gagal ginjal. MERS kian menyebar ke sejumlah negara di Timur Tengah di antaranya Jordania, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Mesir. Kemudian Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Inggris, Tunisia, Malaysia, Filipina, dan Amerika Serikat.

Tentang MERS

MERS adalah strain baru virus korona yang belum dikenal. Virus dari genus beta korona berbentuk bulan itu menyebar lewat udara. Belum diketahui pasti dari mana awalnya penularan MERS terhadap manusia. Sejumlah penelitian menyatakan, virus korona penyebab MERS ditemukan di unta dan kelelawar. Namun, hanya sebagian kecil pasien yang sebelum terinfeksi memiliki riwayat kontak dengan unta. Itu pun pada unta yang kontak dengan pasien tidak ditemukan virus korona.

Virus penyebab MERS mirip dengan SARS. Virus itu menyerang saluran napas bagian bawah sehingga menimbulkan gejala influenza, yakni pilek, batuk ringan, sesak napas karena menyerang organ paru-paru, hingga gagal ginjal. Semula virus itu hanya berada di hutan, jauh dari manusia. Dengan pertumbuhan jumlah penduduk, makin banyak manusia masuk ke kawasan hutan, atau sebaliknya makin banyak hewan bersentuhan atau kontak dengan manusia. Makin sering kontak dengan manusia, virus beradaptasi dan berkembang biak dalam tubuh manusia.

Seseorang menjadi terduga MERS jika suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam, batuk-batuk, penumonia, dan riwayat perjalanan ke Timur Tengah. Masa inkubasi virus korona pada MERSS 5-7 hari. Penderita MERS rata-rata berusia 50 tahun (14 bulan-94 tahun). Sebanyak 65 persen korban adalah laki-laki dan 63,4 persen menderita infeksi saluran pernapasan akut. Mereka juga dilaporkan mempunyai penyakit lain, seperti penyakit ginjal, diabetes melitus, dan jantung.

Virus korona belum dikenal tubuh. Hal ini menyebabkan sistem pertahanan tubuh belum mampu menangkalnya dengan baik sehingga jatuh korban jiwa. Virus akan masuk ke saluran pernapasan hingga ke kantong-kantong udara (alveoli) pada paru-paru. Kantung udara yang merupakan tempat di mana karbon dioksida dipertukarkan dengan oksigen akan kolaps. Volume oksigen yang dipasok ke dalam darah berkurang.

Ada tiga hal yang berpengaruh pada sejauh mana seseorang bisa terinveksi virus korona: jumlah virus yang masuk ke tubuh, tingkat keganasan atau virulensi virus, dan sistem pertahanan tubuh. Lalu, apakah MERS berpotensi menjadi pandemi? Ada empat hal yang menentukan apakah suatu kejadian jadi pandemi atau tidak, yaitu apakah virus bersangkutan baru atau tidak, berbahaya bagi manusia, menular antarbenua, dan sudah terjadi penularan dari manusia ke manusia.

Data dan Fakta MERS

Kasus MERS

  • Dunia 495 kasus, 141 di antaranya meninggal (30%)
  • Arab Saudi 411 kasus, 115 di antaranya meninggal (27%)

Gejala Utama

  • MERS-Cov menyerang saluran pernapasan bawah (paru). Pasien yang mengalami infeksi itu akan mengalami demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Pada paru terjadi radang paru akut (pneumonia) dan terjadi komplikasi pada ginjal.

Pencegahan

  • Tutup hidung dengan mulut dengan tisu ketika batuk ataupun bersin dan segera buang tisu tersebut ke tempat sampah.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
  • Hindari kontak secara dekat dengan penderita.
  • Menggunakan desinfektan.
  • Cuci tangan dengan sabun.
  • Memakai masker untuk menghindari percikan ludah.

Cara Penularan

  • Terjadi pada orang yang berada dekat dengan penderita. Sejauh ini sumber virus diyakini berasal dari unta.

Pencegahan MARS bagi Jamaah Umrah

  • Jemaah usia di atas 60 tahun dengan penyakit kronis dianjurkan tidak berangkat.
  • Jemaah dengan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) dianjurkan tidak berangkat.
  • Jemaah yang akan berangkat harus dalam keadaan sehat.
  • Selama berada di Arab Saudi selalu gunakan masker.
  • Selalu mencuci tangan pakai sabun.
  • Makan dan minum cukup serta mengonsumsi buah dan sayuran.
  • Tidur minimal enam jam sehari.
  • Menghindari makanan dan minuman manis, gorengan, dan minuman dingin.
  • Jika demam dan batuk, segera berobat ke RS

Sumber: Koran Kompas Cetak, Kamis, 8 Mei 2014

Sumber gambar dari sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: