Kiat: Belanja di Awul-awul

Seingat saya, terakhir kali mencari barang awul-awul adalah ketika SMA. Kawan, tahukah kau apa itu awul-awul?

Awul-awul atau owol kalau di tempat saya adalah toko pakaian impor entah dari mana. Toko yang menjual pakaian ini tak terlalu repot dengan dekorasi atau ornamen. Tokonya sangat sederhana, hanya berisikan deretan baju, jaket, atau celana yang digantung di tembok atau di tengah toko tersebut.

Di awul-awul jangan harap bertemu baju yang disetlika licin dan wangi, haha. Baik baju, jaket atau pun celana penuh dengan lipatan di sana-sini. Satu hal yang wajar mengingat baju, celana, dan jaket itu baru dikeluarkan dari karung. Barangkali saat memasukkannya pun tak diatur dengan rapi, hanya dimasuk-masukkan begitu saja. Apabila toko yang ada tak terlalu besar, bahkan karung-karung berisi baju itu masih ada ditumpuk di pinggir.

Zaman dulu, ketika masih SMA main ke awul-awul dilakukan demi untuk mencari jaket, jumper, sweater yang bermerk. Saat itu, uang saku dari Bapak tak seberapa. Tak terbayang untuk membeli barang-barang itu di mall yang harganya tentu tak terjangkau oleh saya.

Namanya anak SMA, tentu ingin ikut gaul dan bergaya dengan barang bermerk. Sayangnya saat itu uang tak mencukupi, maka cara lain harus ditempuh. Misalnya, ya itu tadi dengan membeli barang di awul-awul.

Bukan hal mudah untuk mencari barang bermerk, namun masih bagus kondisinya. Kalau merk sudah didapat, belum tentu barangnya dalam kondisi bagus. Nah, satu saat lain, kalau barang yang didapat bagus, belum tentu bermerk. Haha, merepotkan, bukan?

Ketelatenan menjadi kunci saat mencari barang di toko awul-awul. Saat kita datang, kemudian menemukan barang yang bagus hendaknya jangan langsung diambil. Kelilingi dulu tokonya, terus cari, dan barangkali bisa ditemukan barang lain yang lebih bagus.

Jangan segan untuk mencobanya, meski sepulang nanti dari toko perlu segera mandi. Nah, selanjutnya bila sudah menemukan barang yang dicari, jangan lupa untuk memeriksanya dengan saksama. Periksa kancing, resluiting, karet-karet pergelangan tangan dan lainnya. Pastikan barang terbaik yang dibawa pulang.

Pada saat membayar, cobalah untuk menawar. Lumayan, kan, dapat barang bagus dengan harga yang lebih murah.

Setelah barang ditemukan, dibayar, maka tiba saatnya untuk membawa pulang. Mestinya, sih, jangan langsung dipakai. Saudara saya mengajarkan agar barang itu direndam dulu pakai air panas untuk menghilangkan kuman-kuman. Barulah nanti setelah proses ini selesai dilanjutkan dengan mencucinya seperti biasa.

Setelah sekian lama, akhirnya kemarin saya menyambangi lagi toko awul-awul. Lumayan, saya dapat jaket hahaha….

One Response

  1. terakhir ke awul-awul pas sekatenan kemarin di alun-alun utara.. lumayaaaan dapet beberapa kemeja yang masih oke banget, juga dapat celana olahraga dan rompi lucu dengan harga total gak sampe 80 ribu rupiah :))))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: