Review: Kesederhanaan Rectoverso

rectoversoposter

“Cinta yang tak terucap.”

Itu adalah film Rectoverso dalam empat kata. Film ini mengenai beberapa kisah cinta yang menganut aliran kebatinan, alias tak terkatakan.

Barangkali sudah banyak yang bercerita mengenai betapa mengharu-birunya film ini sampai banyak yang menangis di dalam bioskop. Saya sendiri tak sampai berlinang air mata. Hanya, saya suka bagaimana hal sederhana bisa menjadi sebuah alasan seseorang jatuh cinta. Sesuatu yang sederhana itu menjadi satu cara bagi seseorang untuk menunjukkan cintanya.

Sabun

Rectoverso1Sebuah sabun, bagi orang normal tentu tak ada artinya selain salah satu perlengkapan mandi. Sebuah sabun bagi Abang lebih dari itu. Sabun itu ditumpuk menjadi semacam piramida sampai berjumlah seratus. Kemudian seseorang iseng dan mengambil sebuah sabun. Abang yang autis pun mengerahkan berbagai cara untuk mencari sebuah sabun yang hilang itu. Dia sampai seperti orang gila demi mencari sebuah sabun. Syukurlah Leia menolongnya, dia memberi sebuah sabun kepada Abang, menggenapi kembali piramidanya menjadi tepat 100 buah sabun.

Apa yang dilakukan Leia di mata Abang sangatlah berarti. Kata dia, “100 sabun adalah sempurna, kamu satu lebih dari sempurna.”

oOo

Air Putih

Rectoverso3Sebagai seorang tukang fotocopy, Regie sangat berdedikasi. Pun sebagai sahabat dari Amanda, dia sungguh kawan sejati.

Amanda sendiri, tak lebih dari seorang gadis labil yang sedang mencari cinta. Dia berganti-ganti pacar semudah bertukar tas. Pacarnya banyak, namun tak ada yang langgeng, yang bisa mengerti dirinya. Semua hubungannya selalu berujung pada sakit hati. Dan Regie, dia selalu ada di sana untuk mendengar keluh kesah Amanda.

Satu ketika Amanda jatuh sakit. Ia kemudian mencoba menghubungi pacarnya saat itu. Namun jawaban yang diterima justru sangat menyakiti hatinya. Pacarnya sama sekali tak peduli.

Kemudian, coba tebak siapa yang dengan susah payah datang, meninggalkan pekerjaannya sampai kehujanan. Seseorang itu datang dan sigap merawat Amanda, termasuk menyuguhkan segelas air putih. Siapakah orang itu?

oOo

Warna Bola Mata

Rectoverso2Al namanya. Dia pengelana yang kemudian bergabung dengan sekelompok petualang. Manakala yang lain berkumpul dan berbagi cerita, Al memilih duduk di sudut, diam dan hanya memerhatikan.

Seseorang dari kelompok petualang itu, Raga, telah menawan hati Al. Sayang, Al hanya bisa memandangi punggungnya. Sebuah keinginan yang begitu mendesak bagi Al adalah melihat warna mata Raga.

Warna mata Raga sudah cukup bagi Al, karena ia tak mungkin mengharap lebih dari itu. Raga telah menutup hatinya. Dia sedang mencari sesuatu yang lain, yang bukan Al.

Kata Al, “Sekarang aku tahu warna matanya, yaitu cokelat muda.” Al pun tersenyum, kembali duduk di sudutnya, kembali memandangi punggung lelaki yang mencari entah apa.

oOo

Itulah beberapa hal sederhana yang ada dalam Rectoverso.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *