Kepemimpinan: Delapan Ajaran Asta Bratha

Setelah Rahwana Sang Raja Alengka meninggal dunia, maka tampuk kekuasaan berpindah kepada Wibisana.

Dalam wisudanya, dia menerima delapan ajaran kepemimpinan dari Sri Rama yang disebut Asta Bratha.

Bagi para pemimpin atau calon pemimpin, maka ajaran kepemimpinan Asta Bratha sangat bermanfaat.

Bisa jadi, Anda adalah orang yang tepat untuk menjadi seorang pemimpin.

Berikut ini Asta Bratha yang diajarkan Rama kepada Wibisana:

Bumi

Seorang pemimpin hendaknya meniru perilaku Bumi.

Dia bisa mewadahi apa saja, baik itu mereka yang melakukan kebaikan atau yang berbuat jahat.

Lebih hebatnya lagi, Bumi kemudian mengolah berbagai hal yang berada di dalam kekuasaannya menjadi sesuatu yang baru.

Sebuah kehidupan.

Air

Air sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia. Pun demikian halnya dengan seorang pemimpin.

Selain itu, Air juga melambangkan kejujuran, kebersihan, dan kewibawaan.

Kegunaan lain dari air adalah sebagai obat pelepas dahaga. Dia juga perlambang ilmu pengetahuan dan juga pencapaian kesejahteraan.

Api

Selayaknya api, seorang pemimpin harus dapat memberikan semangat kepada orang-orang yang dipimpinnya.

Pada saat yang sama, dia juga melambangkan kekuatan dan ketegasan kepada mereka yang tidak mematuhinya.

Namun, di kala lain, dia membagikan kehangatan kepada mereka yang kedinginan.

Angin

Manfaat angin adalah memberikan kesejukan kepada mereka yang kepanasan.

Angin pun mampu menyusup di sela-sela yang kecil, dan mengisi celah-celah itu dengan buaiannya.

Begitu pun pemimpin, tidak pernah lupa memerhatikan siapa saja yang membutuhkan.

Namun, satu ketika angin dapat berubah menjadi prahara yang meluluh-lantakkan semua kehidupan manusia

Surya

Matahari memberikan energinya kepada bumi. Dengan energy itu, maka kehidupan pun terjadi.

Selain itu, peran matahari adalah menjadi penerang bagi semua makhluk di bumi. Cahayanya mengusir kegelapan dan memberikan manfaat kepada semua.

Sebagai tambahan, peran matahari yang lain adalah menyangkut kedisiplinan. Dia akan terbit di ufuk timur dan tenggelam di barat pada waktu-waktu tertentu dan tidak pernah ingkar dari ketentuan itu.

Bulan

Pemimpin hendaknya juga meniru bulan. Dia memberikan kedamaian dan kebahagiaan.

Bulan pun dicitrakan sebagai sosok yang penuh kasih sayang, tetapi ada kalanya menjadi seram dan mencekam.

Bintang

Pemimpin adalah serupa bintang. Dia memberikan harapan setinggi bintang kepada rakyatnya.

Namun, dia juga rendah hati dan tidak menonjolkan diri.

Mendung

Mendung seperti sebentuk payung yang berperan untuk melindungi segala golongan rakyatnya.

Mendung pun tidak membeda-bedakan, manakala hujan datang, semua kena tidak peduli kaya dan miskin.

Kesimpulan

Pemimpin adalah gabungan dari berbagai unsur yang ada di bumi dan bahkan di angkasa. Dia bisa berlaku lemah lembut dan penuh kasih sayang di satu waktu. Namun, bila memang diperlukan, dia pun mampu untuk bertindak tegas.

Disarikan dari artikel di halaman pertama koran Kompas, 28 Oktober 2012, ‘Ramayana Bukan Sekadar Monyet’.-

Sumber gambar



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: