Kiat: Merawat Setrika

Setrika berasal dari bahasa Belanda “strijkijzer”. Alat ini menjadi hasil inovasi abad ke-20 yang mampu menghilangkan kerutan dari pakaian dengan alat yang dipanaskan.

Sebagai bapak rumah tangga, salah satu tugas saya adalah menyetrika pakaian, hehe. Mulanya saya kira tak banyak yang melakukan tugas ini, eh, rupanya saya keliru. Ternyata banyak, lho, bapak-bapak lain yang juga memiliki tugas menyetrika, hahaha.

Di antara semua jenis pakaian, para bapak tersebut telah mencapai kesepakatan, bahwa pakaian wanita adalah jenis yang paling sukar disetrika. Bahannya, ornamennya, bentuknya, wuah, pendek kata menyetrika pakaian wanita butuh keahlian khusus.

Selain itu, selama bertahun-tahun melakukan tugas ini, saya sering mengalami hambatan berupa kerusakan pada kabel setrika. Rupanya, kerusakan tersebut terjadi karena selepas menyetrika saya segera menggulungnya. Pada saat saya melakukan servis, barulah tukangnya menginformasikan agar selepas menyetrika, kabel jangan langsung digulung, namun dibiarkan dulu sampai setrika dingin.

Hmmm… begitu rupanya.

Lalu, syukurlah saya menemukan artikel di koran tentang bagaimana menjaga agar peralatan ini tetap awet.

Pertama, saat menyetrika hindarkan perangkat dari benda-benda keras seperti kancing baju, resleting, ataupun payet dan ornamen bebatuan yang ada pada pakaian. Jika hal tersebut sering terjadi, lama-kelamaan permukaan setrika akan tergores.

Jangan letakkan setrika yang masih panas di dekat benda-benda berbahan plastik. Sebab, benda tersebut bisa menempel pada permukaan lapisan teflon dan membuat setrika menjadi kotor.

Cara yang dapat ditempuh untuk membersihkan perangkat adalah dengan menggunakan ampelas halus. Gosokkan secara perlahan pada permukaan setrika untuk menghilangkan karat, gosong, dan kotoran.

Selain menggunakan ampelas, larutan garam, cuka, air hangat, dan baking soda juga dapat digunakan untuk membersihkan.

Nah, selamat merawat setrika Anda, Sobat. Jangan sampai perangkat vital ini rusak yang ujungnya bisa mengganggu penampilan Anda.

Tulisan ini dirangkum dari artikel di fitur Klasika Koran Kompas, 15 Agustus 2012, berjudul ‘Agar “Si Pelicin Pakaian” Awet’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: