Kiat: Cintai Anak pada Keadaan yang Kurang Menyenangkan

Seringkali, kita harus memberikan dan menunjukkan rasa cinta dan sayang, bahkan ketika Anak melakukan perbuatan yang kurang menyenangkan.

Pagi itu seluruh keluarga sedang bersiap-siap untuk beraktivitas. Kiki, gadis kecil 3 tahun, pun sibuk dengan mainannya. Mendadak terdengar suara ribut karena kucing yang sepertinya sedang kesakitan. Saat ibu menengok pada sumber suara, terlihat Kiki sedang mengangkat kucing itu dengan menarik ekornya.

Kiki seperti tertangkap basah. Antara takut dan malu, ia menatap ibu. Ahhh… syukurlah Ibu tak sampai marah. Ia berkata, “Sini, Sayang….”

Gadis mungil itu pun berlari, menghambur ke pelukan ibunya dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya. Ia menyesali perbuatannya.

Wujud kasih sayang seorang ibu bagi sang buah hati tak melulu harus diwujudkan dalam bentuk pemberian mainan mahal dan canggih. Juga tak hanya melalui kecupan ringan sebelum beranjak tidur serta berangkat sekolah. Justru cinta yang diberikan akan lebih bernilai ketika si kecil berada pada keadaan yang kurang menyenangkan dan membutuhkan dukungan.

Pada situasi yang tidak menyenangkan, cinta orangtua adalah harapan terbesar anak. Usahakan selalu memberikan kekuatan pada anak dengan memberikan cinta yang tulus. Hal itu dapat membuat sang buah hati bangkit dari situasi yang membuatnya tidak dapat menerima dirinya sendiri.

Saat sang buah hati usil dengan lingkungan di sekitar dan mencelakakan dirinya, saat si kecil terjatuh karena berlarian ke sana-kemari, atau perilaku lainnya yang membuatnya tak pantas menerima cinta, di saat itulah dibutuhkan cinta yang tulus dari seorang ibu.

Bila Anda memberikan cinta dan sayang saat anak kurang layak menerimanya, anak akan merasa yakin bahwa Anda adalah orang tua yang dapat memberikan semangat dan rasa nyaman. Berikan cinta pada buah hati Anda saat orang lain tidak mungkin memberikan cinta padanya.

Dengan perlakuan tersebut bukan berarti Anda tidak memiliki harapan terhadap anak atas sesuatu yang baik dan pantas untuk dilakukan. Juga tak berarti Anda membiarkan keadaan yang tak patut dimaklumi. Cinta yang hadir tersebut justru membuat anak menerima keadaan yang dirasakan dan mampu membangkitkan semangatnya untuk kembali hadir.

Tulisan ini adalah ringkasan dari Fitur Klasika di Koran Kompas, 12 Agustus 2012, yang berjudul ‘Sini, Sayang…’


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: