Kiat: Merawat Karpet

Saya agak geli sekaligus kasihan membaca berita hari ini (Sabtu, 15 September 2012). Di sana diceritakan, Ibu Hartati Murdaya yang sekarang sedang ditahan KPK meminta berbagai perkakas dan makanan pribadi. Di antaranya adalah makanan kesukaannya, kacang goreng dan kacang mete. Selain itu, ada juga almari kecil, cermin rias, gantungan baju dll.

Tentu saja tak semua barang keperluan pribadi tersebut boleh dimasukkan ke sel. Nah, salah satu barang yang tak boleh dimasukkan adalah karpet. Saya kurang tahu alasan persisnya, namun ternyata karpet selain memberikan kenyamanan juga dapat menjadi sarang penyakit apabila kebersihan karpet tersebut diabaikan.

Bagaimana bisa begitu?

Ya, bisa saja, mau tahu?

Menggunakan karpet itu menuntut perhatian ekstra. Lalai sedikit saja, karpet bisa menjadi tak sedap dipandang dan sumber penyakit. Berikut ini adalah beberapa langkah khusus untuk menjaga kebersihan karpet.

Pertama, bersihkanlah karpet secara rutin dengan vacuum cleaner minimal dua kali sehari. Kegiatan ini dapat mengantisipasi pengendapan debu di karpet sehingga tak jadi sumber penyakit.

Kedua, cuci karpet minimal satu tahun sekali. Jangan terlalu sering mencuci karpet karena corak dan motifnya dapat berubah warna. Namun, jangan pula tak mencucinya karena walaupun sudah dibersihkan dengan vacuum cleaner, karpet tatap butuh dicuci dengan air. Untuk mendapatkan hasil maksimal, cucilah karpet di tempat pencucian karpet.

Ketiga, jika ingin mencuci karpet sendiri di rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, gunakanlah pembersih karpet agar tak terlampau sulit saat membersihkan. Kedua, semprotkanlah cairan pembersih sedikit demi sedikit dan digosok satu arah.

Sebelum menggunakan permbersih karpet secara menyeluruh, sebaiknya bersihkan dulu sudut area karpet untuk memastikan bahwa pembersih tersebut tak merusak warna. Setelah mengering, bersihkan sisanya dengan vacuum cleaner.

Keempat, tempatkanlah karpet di ruangan yang tak disorot sinar matahari langsung. Hal ini penting dilakukan karena sinar matahari dapat menyebabkan warna karpet memudar. Jangan lupa juga saat tak digunakan, ada baiknya karpet ditutup dengan kain.

Kelima, cekatan ketika karpet kotor. Manakala ada minuman atau makanan tumpah di karpet, segera bersihkan noda tersebut dengan mengelap menggunakan kain lembut. Hal ini perlu dilakukan agar noda tak mengering dan menempel di karpet.

Keenam, jangan merokok di atas karpet. Hati-hati, abu rokok dapat merusak karpet Anda. Selain jurus-jurus di atas, tentu ada banyak hal lain yang dapat Anda lakukan.

Pada bagian awal sudah disebutkan, fungsi karpet antara lain adalah mampu memberikan kenyamanan. Lebih lagi karpet dapat menjadi sebuah pilihan untuk mendongkrak desain interior sebuah ruangan. Jika ingin perubahan suasana ruangan, cobalah bermain dengan motif dan warna karpet. Namun, ada yang harus diingat, yakni potensi karpet untuk menjadi sarang penyakit. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihannya dengan cara-cara yang sudah disebutkan di atas. Selamat merawat karpet.

Tulisan ini adalah rangkuman dari fitur Klasika di Koran Kompas, 02 September 2012, berjudul ‘Enam Jurus Merawat Karpet’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *