Kiat: Menghindari Motor Oleng dan Tak Stabil

Kalau saya tidak salah ingat, salah satu penyebab kegagalan Valentino Rossi menjadi juara dunia Moto GP bersama Ducati adalah chatter/getaran yang terjadi di sepeda motor. Hal ini membuktikan, selain kondisi mesin yang baik, faktor lain yang menjadi kunci kenyamanan saat mengendarai sepeda motor adalah kendali yang stabil. Dengan demikian, keinginan untuk melaju dan melakukan manuver dengan mantap bisa tercapai.

Rossi tidak bisa mencapai kecepatan yang tinggi karena sepeda motornya terasa oleng atau tidak stabil. Jangankan Rossi, saya pun dan barangkali Anda akan khawatir kalau sepeda motor yang biasa kita pakai tak stabil jalannya. Hal ini rupanya bisa disebabkan karena putaran roda yang tidak lurus akibat setelan velg yang tidak tepat atau mungkin juga karena ada jari-jari pada velg yang kendur.

Guna mengetahui hal tersebut, pemilik sepeda motor dapat memarkir kendaraannya dengan standar tengah agar ban depan atau belakang menggantung, sehingga dapat diputar. Putarlah ban depan atau belakang sepeda motor, apakah putarannya masih lurus atau tidak. Apabila putarannya sudah bergoyang, itu tanda kalau velg sudah tidak lurus atau seimbang lagi.

Bagi yang menggunakan velg standar, hal ini bisa diatasi dengan menyetel kembali velg dan mengencangkan jari-jari yang kendur. Sementara itu, bagi mereka yang menggunakan velg racing, hal ini bisa diatasi dengan mem-press velg.

Sepeda motor yang tidak stabil juga bisa diakibatkan tekanan angin ban yang tidak tepat. Oleh karena itu, cermati buku petunjuk manual untuk mengetahui seberapa besar tekanan angin yang dibutuhkan oleh sepeda motor, atau jika ada beban tambahan apakah perlu ada penambahan angin. Ternyata selain bisa membantu menstabilkan, memastikan ban memiliki tekanan angin yang tepat menjadi langkah untuk memperpanjang usia ban.

Selain itu, jangan lupa untuk memeriksa baut lengan ayun apakah sudah terpasang dengan baik dan kuat. Demikian pula coba periksa kondisi peredam kejut (shock absorber). Cermati bagian yang satu ini. Kalau ada cairan pelumas yang keluar atau meleleh dari dalam shock absorber, ada baiknya untuk mengganti dengan yang baru karena selain usia, hal tadi menjadi tanda kalau sepeda motor pernah mengalami tabrakan atau pernah jatuh. Tanda lain pada shock absorber yang patut diwaspadai adalah adanya bagian yang cacat atau melengkung.

Tulisan ini adalah rangkuman dari fitur Klasika di Koran Kompas, pada 07 Agustus 2012 dengan judul ‘Menjaga Kestabilan Sepeda Motor’.

3 Replies to “Kiat: Menghindari Motor Oleng dan Tak Stabil”

  1. A company might charge a little higher, but if their outcome is better than the other companies, then why not hire them.
    For instance, if your brand reflects your focus on customer service, don. This article will give you that information so you can make good choices.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *