Tokoh: Kartini dan Jiwa Besar

Situasi hidup Kartini mengajarkan padanya cara berpikir yang mengenal batas-batasnya. Demikian pula dengan cara berpikir ini ia mengerti, bahwa dalam menempuh jarak pemikiran perjuangan ia pun—kalau terpaksa—membuat halte-halte kecil tempat berhenti mengasoh. Hanya rintangan-rintangan sangat besar mampu mengendalikan jiwa muda yang sedang menggelegak dalam “sturm und drang” ini, yakni kesulitan besar yang bertali-temali dengan segala. Dan kesulitan-kesulitan besar sajalah yang mengajarkan kepadanya untuk menyelamatkan diri sedapat mungkin menyelamatkan semua orang. Dari semua ini orang dapat mengerti, mengapa dalam usia sangat muda itu Kartini tidak pernah membuktikan pernah melakukan sesuatu yang dapat dikatakan gegabah. Masa “sturm und drang” ini dilwatinya dengan mantap.

Jiwa besar selamanya ditumbuhkan oleh rintangan dan kesulitan besar. Kalah dan terasing serta tersingkirkannya ringtangan dan kesulitan itu tidak lain daripada bukti apa yang hidup di dalam jiwa besar itu. Demikianlah dapat dikatakan, bahwa kebesaran jiwa Kartini ditumbuhkan oleh kesulitan dan rintangan besar pula.

Panggil Aku Kartini Saja, halaman 279.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: