Kiat: Menjadi Ikhlas

Sesekali boleh, dong, seperti orang benar, haha. Maksud saya, coba kali ini izinkan saya menyarikan apa kata Pak Ustadz dari kultum selepas dzuhur kemarin.

Menurut beliau, laku ibadah seseorang akan diterima bila ada satu syarat yang harus terpenuhi, yaitu ikhlas dalam menjalankan ibadah tersebut.

Ikhlas berarti alasan sesuatu dilakukan adalah  untuk Tuhan semata. Di dalamnya tak terkandung niat-niat yang lain. Sebab munculnya keikhlasan adalah Tuhan semata, bukanlah orang lain atau sebab-sebab lain.

Ikhlas bisa hilang manakala ada suatu pujian yang membuat kita lupa diri. Karenanya, Nabi mengingatkan agar kita melempar seseorang yang memuji kita dengan pasir. Tentu bukan dalam artian harfiah. Ini sekadar pengingat, bahwa sebuah pujian, bisa menjadi sebab hilangnya keikhlasan. Gawatnya, keikhlasan bisa hilang setiap saat, misalnya karena kita riya’ atau sombong.

Satu cara yang dapat ditempuh agar keikhlasan terus terjaga adalah dengan memurnikan niat kita. Cobalah ditengok ulang, apakah niat kita saat, misalnya, menikah, bekerja dll. Apa sebab dari itu semua kita lakukan? Apakah Tuhan semata alasan di balik setiap yang kita lakukan atau adakah alasan lain?

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan amalan ibadah secara diam-diam, tak perlu orang lain tahu. Cukup kita dan Tuhan saja yang tahu. Dengan demikian, insyaallah keikhlasan akan terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *